News

New Policy: Nah, Media AS Sebut Uni Emirat Arab Diam-Diam Serang Iran Puluhan Kali

UEA Tersembunyi Serang Iran, New Policy AS Dilaporkan

New Policy – Dalam laporan terbaru yang diungkap oleh media internasional, terutama surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), Uni Emirat Arab (UEA) dinyatakan melakukan serangan udara terhadap Iran secara diam-diam. Pernyataan ini menyebutkan bahwa operasi militer UEA terjadi dalam kerangka New Policy yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Serangan dimulai sejak awal konflik antara AS dan Israel melawan Iran, tepatnya pada 28 Februari 2026, dan terus berlangsung hingga kini.

Operasi Serangan di Bawah New Policy

“New Policy AS telah menjadi arah pembangunan strategi militer UEA, termasuk serangan terhadap infrastruktur Iran,” ujar sumber intelijen yang diutip oleh WSJ. Pemerintah UEA disebut menyasar kilang minyak, kompleks petrokimia di Selat Hormuz, dan kota pelabuhan Bandar Abbas sebagai bagian dari upaya menekan ekonomi Iran.

Strategi ini didukung oleh intelijen Amerika Serikat dan Israel, yang memberikan data lengkap mengenai lokasi dan waktu operasi. Tindakan UEA dilakukan secara rahasia, sehingga tidak terdeteksi oleh publik sebelumnya.

Menurut informasi yang dirilis, New Policy AS tidak hanya menargetkan kekuatan militer Iran, tetapi juga memperkuat hubungan keamanan dengan negara-negara sekutu. UEA, sebagai anggota penting dalam koalisi, berperan sebagai mediator dan pelaksana operasi. Dengan bantuan teknologi dan informasi dari AS serta Israel, UEA mampu menjalankan serangan hingga puluhan kali dalam waktu singkat.

Penarikan Diri dari OPEC Sebagai Bagian New Policy

Keputusan UEA untuk menarik diri dari OPEC dan OPEC+ pada akhir April 2026 menunjukkan konsistensi New Policy dalam memperkuat ketergantungan politik pada negara-negara Barat. Dengan mundur dari organisasi tersebut, UEA dianggap mengambil jalan independen dalam menentukan kebijakan energi, terutama mengingat tekanan ekonomi yang melibatkan produksi minyak dan harga global.

“Kami mengambil keputusan ini sebagai bagian dari New Policy untuk memperkuat hubungan dengan AS dan Israel, serta memastikan kebijakan energi yang lebih fleksibel,” kata Menteri Energi UEA dalam pernyataan terpisah. Penarikan diri juga dianggap sebagai langkah untuk menghindari keterlibatan langsung dalam perang harga minyak yang memperburuk ketegangan regional.

New Policy UEA tidak hanya memengaruhi perang dagang, tetapi juga mengubah posisi negara dalam kawasan Timur Tengah. Pemerintah UEA disebut melakukan serangan tidak hanya melalui udara, tetapi juga melalui operasi darat dan laut yang terencana. Selain itu, negara tersebut semakin memperkuat aliansi militer dengan Israel, yang memberikan bantuan sistem Iron Dome dan pasukan untuk mendukung operasi di wilayah yang rawan.

Kebijakan ini juga memicu reaksi dari negara-negara Arab lainnya, terutama dari Liga Arab yang mengkritik tindakan UEA. Meski demikian, pemerintah UEA tetap bersikeras bahwa New Policy adalah langkah kebijakan yang diperlukan untuk mengamankan kepentingan nasional dan mengurangi tekanan dari Iran di kawasan. Dengan keberhasilan serangan, UEA dianggap telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap aliansi strategis ini.

Dalam konteks New Policy, serangan terhadap Iran juga dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat dominasi AS di Timur Tengah. UEA, yang dianggap sebagai negara penjaga keseimbangan regional, kini menjadi bagian dari strategi militer AS. Tindakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa UEA akan terus berperan aktif dalam operasi yang berdampak luas, termasuk memengaruhi stabilitas kawasan. Namun, pemerintah UEA menegaskan bahwa New Policy tetap berfokus pada keamanan dan pertahanan.

Leave a Comment