New Policy: Fadli Zon Tegaskan AI Peluang Besar untuk Industri Film, Tapi Harus Diatur Ketat
New Policy – Dalam wawancara terbaru di Cannes Film Festival 2026, Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon mengemukakan bahwa New Policy akan menjadi pilar penting dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam industri film nasional. Ia menegaskan bahwa teknologi ini memiliki potensi besar untuk mengubah cara pembuatan, distribusi, dan konsumsi film, tetapi penting untuk memastikan adanya pengaturan ketat agar tidak mengancam kreativitas manusia. Dengan New Policy, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai-nilai seni yang menjadi dasar industri kreatif.
Kerangka New Policy untuk Mendorong Transformasi Teknologi
New Policy akan mencakup berbagai regulasi yang menyesuaikan kebijakan dalam sektor audiovisual dengan perkembangan AI. Fadli Zon menjelaskan bahwa aturan ini tidak hanya menargetkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga melindungi hak cipta dan kesejahteraan pekerja kreatif. Salah satu fokus utama adalah mencegah penyalahgunaan AI yang berlebihan, seperti penggantian total manusia dalam proses produksi atau pengurangan peran seniman. Dengan menetapkan batasan dan standar kualitas, New Policy diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri film dalam era digital.
Kebudayaan Indonesia, menurut Fadli Zon, akan terus mengalami transformasi melalui New Policy yang dirancang untuk menjawab tantangan global. Ia menyebutkan bahwa kecerdasan buatan sudah tidak bisa dihindari, dan sektor film harus siap beradaptasi. Namun, ia juga menekankan bahwa kebijakan ini harus mengutamakan kepentingan sineas dan kreator lokal. “New Policy harus menjadi jembatan antara kemajuan teknologi dan pertumbuhan industri kreatif yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam konteks New Policy, Fadli Zon memaparkan bahwa pemerintah sedang mengembangkan kerangka kerja yang mencakup pelatihan bagi kreator untuk menguasai alat-alat AI, serta pendanaan khusus bagi proyek inovatif. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari produser hingga distributor, untuk bekerja sama dalam mengimplementasikan kebijakan ini. “Kolaborasi yang solid adalah kunci sukses New Policy dalam mengubah industri film Indonesia menjadi lebih modern dan kompetitif,” imbuhnya.
Kesejahteraan Kreatif dalam New Policy
Fadli Zon menyebutkan bahwa New Policy tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada penguatan ekosistem kreatif secara keseluruhan. Ia menekankan perlunya kebijakan yang mendorong kesejahteraan kreator, baik itu melalui insentif pajak maupun perlindungan hak intelektual. Dengan demikian, New Policy diharapkan mampu menciptakan ruang bagi sineas independen dan talenta muda untuk berkembang tanpa merasa terlindas oleh dominasi algoritma.
Selain itu, New Policy juga dirancang untuk memperkuat kemitraan antara industri film dengan sektor lain seperti pendidikan dan teknologi. Fadli Zon menyatakan bahwa integrasi ini akan memastikan kualitas film Indonesia tetap terjaga, sekaligus membuka peluang ekspor konten kreatif ke pasar internasional. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mengadakan forum diskusi rutin dengan para profesional dalam bidang ini untuk menyesuaikan kebijakan secara berkala. “New Policy adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk membangun industri film yang kuat dan relevan,” tuturnya.
“Dengan New Policy, kita bisa mengubah peluang AI menjadi kekuatan untuk memperkaya ekosistem film nasional, bukan menghancurkannya,” sambung Fadli Zon.
Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, Fadli Zon berharap New Policy akan mendorong pertumbuhan industri film Indonesia seiring pemanfaatan AI yang lebih terarah. Ia menyebutkan bahwa kebijakan ini juga akan mengatur peran algoritma dalam penayangan film, agar tidak mengurangi nilai kesenian yang menjadi ciri khas karya Indonesia. Selain itu, New Policy akan mencakup aturan mengenai transparansi dalam penggunaan AI, termasuk laporan kreativitas manusia dalam proses produksi. “New Policy adalah jaminan bagi keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kualitas seni,” pungkasnya.