Meningkat, KAI Angkut 259 Juta Penumpang di Semester I 2026
Nusantaranews1.com – Dalam semester pertama tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan peningkatan jumlah pengguna layanan transportasi kereta api sebesar 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Total penumpang yang diangkut oleh seluruh moda KAI mencapai 259 juta orang, menunjukkan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap alat transportasi ini. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa angka tersebut mencerminkan kepercayaan publik terhadap kereta api sebagai pilihan utama untuk berbagai jenis perjalanan, termasuk harian, antarkota, akses bandara, wisata, dan mobilitas perkotaan.
“Selama Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan. Angka ini membuktikan bahwa kereta api semakin diminati masyarakat karena keamanan, biaya terjangkau, dan integrasi sistem transportasi,” kata Bobby dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Kontribusi Layanan Utama
Layanan KAI Commuter menjadi penyumbang terbesar, dengan 204,15 juta penumpang atau kenaikan 6,58 persen dibandingkan Semester I 2025. Sementara itu, layanan jarak jauh dan lokal mencatat 29,86 juta pengguna, naik 8,72 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada LRT Jabodebek, yang melayani 16,02 juta pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode sebelumnya. KA Makassar-Parepare juga mencatatkan 172.015 penumpang, tumbuh 15,44 persen, sedangkan KAI Wisata mencapai pertumbuhan sebesar 64,45 persen.
Perluasan Jaringan dan Fasilitas
Bobby menambahkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi rel semakin beragam, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga perjalanan bisnis. Untuk menjawab permintaan tersebut, KAI terus memperluas jaringan dan memperbaiki infrastruktur. Contohnya, KA Sangkuriang dengan rute Bandung-Ketapang pulang pergi, KA Pandalungan 2 yang menghubungkan Gambir-Jember, serta aktifkannya Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) yang melayani Commuter Line Tanjung Priok.
Kinerja Logistik dan Keselamatan
Selain transportasi penumpang, KAI juga mencatat kinerja positif di bidang logistik, dengan angkutan barang sebanyak 32,50 juta ton selama Semester I 2026. Komposisi barang meliputi 26,53 juta ton batu bara dan 5,96 juta ton komoditas non-batu bara, mendukung kebutuhan energi, industri, serta distribusi nasional. Di sisi keselamatan, KAI telah menutup 172 perlintasan sebidang prioritas guna mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan keamanan selama perjalanan kereta api serta keberlanjutan pengguna jalan.
