News

Pemerintah bakal Bangun Ulang Bandara Bandaneira agar Bisa Tampung Pesawat Besar

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Pemerintah Bangun Ulang Bandara Bandaneira untuk Pesawat Besar dalam Latest Program

Nusantaranews1.com – Dalam rangka mengembangkan pariwisata dan infrastruktur, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meluncurkan Latest Program pembangunan ulang Bandara Bandaneira. Tujuan utama dari Latest Program ini adalah meningkatkan kemampuan bandara dalam melayani pesawat besar, seperti Hercules dan Boeing, yang sebelumnya tidak bisa beroperasi karena panjang landasan pacu yang terbatas. Pembangunan ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi risiko bencana di wilayah Pulau Banda.

Detil Rencana Pembangunan dan Tujuan Latest Program

Proyek Latest Program akan memperpanjang landasan pacu bandara dari 900 meter menjadi 2,2 kilometer. Dody Hanggodo, Menteri PU, mengatakan bahwa peningkatan ini penting untuk menjawab kebutuhan pengembangan pariwisata dan logistik. “Dengan Latest Program ini, kita bisa menyediakan akses yang lebih luas dan aman bagi pengunjung, termasuk pesawat yang bisa membawa lebih banyak penumpang atau bahan bakar,” jelasnya dalam siaran resmi, Minggu (12/7/2026).

Landasan pacu yang lebih panjang tidak hanya meningkatkan kapasitas aeronautika, tetapi juga memperkuat kemampuan bandara sebagai pusat distribusi barang dan evakuasi darurat. Selain itu, Latest Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menarik investasi dan mempercepat perekonomian daerah. Pemerintah pusat telah menyetujui anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk proyek ini, yang akan dikelola bersama dengan pemerintah daerah Maluku Tengah.

Menghadapi Risiko Bencana Gunung Api dengan Latest Program

Bandara Bandaneira berada di zona rawan letusan Gunung Api Banda, sehingga aksesibilitas yang baik sangat krusial dalam situasi darurat. Latest Program akan memastikan evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan logistik bisa didistribusikan secara efisien. Dody Hanggodo menekankan bahwa perbaikan ini tidak hanya untuk kebutuhan wisata, tetapi juga untuk keamanan masyarakat.

“Bandara yang lebih modern akan menjadi tulang punggung evakuasi saat terjadi letusan. Dengan runway sepanjang 2,2 kilometer, kita bisa mendaratkan pesawat besar yang diperlukan untuk mengangkut korban atau bahan pertolongan,” tambahnya. Peningkatan infrastruktur ini juga akan membantu mengurangi dampak bencana terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, karena pariwisata dan logistik akan lebih stabil.

Peluang Pariwisata dan Dukungan Pemangku Kepentingan

Pulau Banda, yang terkenal dengan destinasi alam bahari eksotik dan sejarah unik, diperkirakan akan menarik lebih banyak wisatawan setelah Latest Program ini selesai. Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, menyambut baik inisiatif pemerintah pusat. “Ini adalah langkah penting untuk mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan. Latest Program ini akan membuka peluang baru bagi masyarakat setempat,” katanya.

Kementerian Perhubungan juga terlibat dalam Latest Program ini untuk memastikan harmonisasi antara standar nasional dan kebutuhan daerah. Selain itu, Latest Program diharapkan menjadi contoh dalam pengembangan bandara di wilayah lain yang serupa. Perusahaan penerbangan lokal dan internasional telah menunjukkan minat untuk mengoperasikan rute baru setelah peningkatan fasilitas ini selesai.

Perbandingan dengan Bandara Lain dan Tantangan Proyek

Bandara Bandaneira akan menjadi satu dari beberapa bandara di Indonesia yang diperbarui dalam Latest Program ini. Bandara lain yang juga sedang dikembangkan, seperti Bandara Sam Ratulangi di Manado, memiliki proyek serupa untuk meningkatkan kapasitas. Namun, Bandaneira memiliki tantangan unik karena lokasinya yang dekat dengan Gunung Api Banda, yang rentan mengalami letusan.

Menteri PU menyebutkan bahwa Latest Program ini memerlukan koordinasi ketat antara pemerintah pusat dan daerah. Proyek akan dimulai pada akhir tahun 2026 dengan pembangunan tahap pertama, kemudian dilanjutkan dalam beberapa tahun ke depan. Dalam prosesnya, pemerintah juga akan menggandeng para ahli geologi dan insinyur untuk memastikan kelayakan teknis dan keselamatan pembangunan.

“Pembangunan ulang ini adalah bagian dari Latest Program nasional untuk meningkatkan infrastruktur dan keamanan di wilayah rawan bencana. Kita tidak hanya memperbaiki fasilitas, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang untuk masyarakat dan industri,” kata Dody Hanggodo.

Manfaat Jangka Panjang dan Harapan Masa Depan

Dalam jangka panjang, Latest Program Bandara Bandaneira akan menjadi pusat penghubung penting untuk wilayah Maluku Tengah. Selain meningkatkan aksesibilitas, proyek ini juga diharapkan menarik pengembangan industri pendukung, seperti hotel, restoran, dan transportasi darat. Dody Hanggodo menyebutkan bahwa Latest Program ini adalah investasi yang berkelanjutan, karena memperkuat ketahanan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Program ini juga memberikan harapan besar bagi masyarakat setempat, terutama para nelayan dan petani yang bisa menikmati manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan. “Dengan Latest Program ini, kita yakin bisa menciptakan kesejahteraan yang lebih baik dan ekosistem pariwisata yang lebih solid,” tegas Bupati Zulkarnain Awat Amir. Proyek ini akan menjadi landmark dalam perbaikan infrastruktur di Indonesia, khususnya untuk daerah-daerah yang rentan bencana.

Leave a Comment