News

Kemhan Pangkas Waktu Latihan Calon Manajer Kopdes: 2 Minggu Bela Negara, 1 Bulan Manajerial

Foto : William Garcia - nusantaranews1.com

Key Strategy: Kemhan Perpendek Pelatihan Calon Manajer Kopdes, Fokus pada Bela Negara dan Manajerial

Nusantaranews1.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) tengah menerapkan Key Strategy baru dalam program pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa (Kopdes). Perubahan ini bertujuan menyederhanakan durasi pelatihan agar lebih efektif, dengan memangkas waktu bela negara menjadi dua minggu dan manajerial selama satu bulan.

“Kami telah merevisi program pelatihan SPPI untuk mengoptimalkan Key Strategy pembentukan komponen cadangan yang siap memimpin koperasi desa secara mandiri,” kata Donny Ermawan Taufanto, Wakil Menteri Pertahanan, dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2026).

Penyesuaian Kurikulum Berdasarkan Evaluasi

Pengurangan durasi pelatihan ini dilakukan setelah Kemhan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program lama. Sebelumnya, peserta mengikuti pelatihan ala militer seperti penggunaan persenjataan dan teknik perang, namun kini fokus bergeser pada penguatan nilai nasionalisme, patriotisme, dan disiplin.

“Materi bela negara sekarang lebih mengarah pada pendidikan kepribadian, semangat patriotisme, serta pengembangan disiplin waktu. Kami percaya Key Strategy ini akan membentuk calon manajer yang lebih tangguh dan berwawasan kebangsaan,” jelas Donny.

Kolaborasi dengan Kementerian Teknis

Dalam Key Strategy ini, Kemhan berkolaborasi dengan kementerian teknis seperti Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melaksanakan pelatihan manajerial.

“Sementara tempat pembelajaran tetap berada di 67 Satuan Diklat (Satdik) yang ada, hanya durasi dan penekanan materi yang disesuaikan. Key Strategy kami adalah mengimbangi pendidikan bela negara dengan pengembangan kemampuan manajerial,” tambah Donny.

Pelatihan manajerial akan meliputi berbagai aspek seperti pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemimpin koperasi desa, sehingga mampu menghadapi tantangan sektor ekonomi lokal secara lebih profesional. “Koperasi desa memainkan peran penting dalam perekonomian nasional, jadi kami yakin Key Strategy ini akan berdampak positif,” ujarnya. Selain itu, pembelajaran kepemimpinan yang diberikan kepada peserta SPPI bertujuan mempersiapkan mereka sebagai pemimpin yang mampu menginspirasi masyarakat sekitar.

Pelatihan Bela Negara sebagai Pilar Kepribadian

Bela negara tetap menjadi inti dari program pelatihan, meskipun durasinya diperpendek. Fokus utama adalah membentuk calon manajer yang memiliki rasa nasionalisme tinggi dan kesadaran akan tanggung jawab sosial. “Dengan Key Strategy ini, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami prinsip-prinsip pemerintahan, tapi juga mampu menjadi contoh dalam sikap patriotisme,” papar Donny. Durasi dua minggu ini dirancang untuk melatih kepekaan terhadap isu kebangsaan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan warga desa.

Kemhan juga mengungkapkan bahwa penyesuaian ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sektor koperasi yang dinamis. “Sesuai Key Strategy kami, pelatihan tidak lagi bersifat umum, tetapi lebih spesifik ke kebutuhan masing-masing program koperasi desa. Ini memastikan peserta mendapatkan pelatihan yang relevan dan berkelanjutan,” tambahnya. Selain itu, para peserta akan diberikan bimbingan teknis selama satu bulan untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan usaha dan penguatan SDM lokal.

Harapan untuk Kinerja Lebih Baik

Dengan Key Strategy yang diterapkan, Kemhan berharap program pelatihan akan meningkatkan kualitas manajemen koperasi desa di seluruh Indonesia. “Kami percaya bahwa kehadiran para manajer yang terlatih akan memberikan dampak luas terhadap pengembangan ekonomi desa dan kesejahteraan masyarakat,” kata Donny. Penyesuaian ini juga diharapkan dapat menurunkan biaya pelatihan serta meningkatkan efisiensi dalam proses pembinaan calon pemimpin desa. Dengan durasi yang lebih singkat, peserta akan lebih fokus pada penyerapan materi yang penting dan aplikatif dalam lingkungan kerja mereka.

Program ini menjadi salah satu Key Strategy Kemhan dalam mendorong partisipasi warga desa dalam pembangunan nasional. “Koperasi desa adalah bagian integral dari kekuatan ekonomi rakyat, jadi kami ingin memastikan mereka memiliki sumber daya manusia yang mampu berkontribusi secara maksimal,” jelas Donny. Dengan pendekatan ini, Kemhan berupaya menjawab tantangan tata kelola koperasi yang masih menghadapi kekurangan SDM dan kurangnya kemampuan manajerial. Pelatihan yang diberikan akan menjadi fondasi untuk membangun koperasi desa yang lebih kuat dan mandiri.

Leave a Comment