Important Visit: Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah Ancam Ledakkan 11 Titik di Sekolah
Nusantaranews1.com – Dalam important visit terkini, polisi mengungkap ancaman bom yang diterima dari pelaku di SDN Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026). Pesan dari peneror tersebut menyatakan bahwa ia telah menyimpan bahan peledak di 11 lokasi sekolah dan siap mengaktifkannya. “Ancaman ini diterima setelah penyisiran dilakukan, dan pelaku menyatakan telah menempatkan bom di beberapa titik penting di area sekolah,” jelas Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi. Kepolisian langsung memulai tindakan preventif setelah menerima informasi tersebut.
Proses Penyisiran Berlangsung Intensif Selama Lebih Dua Jam
Kapolsek menyebutkan bahwa tim investigasi melakukan penyisiran intensif di SDN Srengseng Sawah bersama Gegana dan Densus 88. “Setelah menerima ancaman, tim langsung berkoordinasi dengan Gegana dan Densus 88, karena ini masuk dalam ranah mereka,” kata Nurma. Penyisiran mencakup seluruh bagian sekolah, termasuk ruang kelas, lab, dan area parkir, untuk memastikan tidak ada bahan peledak yang terlewat.
“Kami memastikan setiap sudut sekolah dicek secara teliti, karena ancaman ini sangat serius. Setiap detik harus dijaga agar tidak terjadi ledakan di tengah hari sekolah,” ungkap Nurma Dewi dalam wawancara khusus.
Langkah Kepolisian untuk Memastikan Keamanan Sekolah
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penyisiran di SDN Srengseng Sawah dilakukan secara sistematis untuk menghindari risiko kecelakaan. “Kami memberikan peringatan kepada seluruh siswa dan guru agar tetap tenang, dan tidak ada kegiatan yang mengganggu proses investigasi,” lanjut Nurma. Tim Gegana menemukan beberapa titik potensial yang kemungkinan menjadi sasaran ledakan.
Dalam important visit terkait keamanan, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kecurigaan apa pun. “Setelah ancaman diterima, kami fokus pada penyisiran dan pemeriksaan yang lebih lanjut, termasuk memastikan semua titik kecil seperti wc dan locker sudah diperiksa,” terangnya. Proses ini memakan waktu lebih dari dua jam untuk menyelesaikan pencarian bahan peledak.
Pelaku Ancam Ledakkan 11 Titik di Sekolah Selama 11 Hari
Berdasarkan informasi yang diperoleh, peneror bom mengancam akan memicu ledakan di 11 titik sekolah dalam waktu 11 hari ke depan. “Pelaku menyatakan bahwa ledakan akan terjadi dalam jangka waktu tertentu, dan ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi warga sekitar,” jelas sumber pihak kepolisian. Angka 11 dalam ancaman ini diduga mengacu pada jumlah lokasi yang dirancang untuk menjadi sasaran.
“Selain SDN Srengseng Sawah, terduga juga menyebutkan beberapa sekolah lain di Jakarta Selatan yang berpotensi menjadi target. Kami sedang memeriksa kebenaran klaim ini, karena ancaman ini sangat mengancam keamanan anak-anak,” tambah Nurma Dewi.
Keterlibatan Tim Gegana dan Densus 88 dalam Investigasi
Tim Gegana dan Densus 88 terlibat aktif dalam important visit untuk memastikan ancaman bom dapat diatasi secara cepat. Kepolisian mengungkap bahwa penyisiran dilakukan dengan teknik khusus, termasuk penggunaan alat deteksi dan pemeriksaan manual. “Gegana sudah mengidentifikasi beberapa titik yang mungkin menjadi sasaran, tetapi belum ada penemuan pasti bahan peledak,” kata sumber internal polisi.
Dalam proses investigasi, polisi juga memperketat pengawasan di sekitar area sekolah. “Kami meminta warga sekitar untuk menghindari area tertentu sementara proses penyisiran berlangsung, dan siap menerima laporan dari warga jika melihat tanda-tanda ancaman,” pungkas Nurma. Seluruh upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari korban jiwa.
Penyisiran di SDN Srengseng Sawah menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan sekolah, terutama dalam konteks important visit yang menimbulkan perhatian publik. Pihak kepolisian berharap hasil investigasi akan segera terungkap, sehingga masyarakat dapat tenang dan terus menerus dalam beraktivitas. Dengan berbagai langkah yang diambil, kepolisian berupaya mengurangi risiko serangan teror di area pendidikan.
