News

Di KTT BRICS, Prabowo Ungkap Kunci RI Mandiri dan Tak Bergantung: Perkuat Pangan-Energi

codex-099a839a9cdb4828abf0d97a9350f684
Foto : Elizabeth Jones - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Prabowo Tekankan Fondasi Dalam Negeri untuk Kemandirian Indonesia
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Prabowo Tekankan Fondasi Dalam Negeri untuk Kemandirian Indonesia

Nusantaranews1.com – Presiden Prabowo Subianto menempatkan penguatan kebutuhan dasar rakyat sebagai inti dari kemandirian sebuah negara. Pesan itu disampaikan dalam sesi terbatas bertajuk “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada rangkaian KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026).

Dalam forum tersebut, Prabowo menilai kerja sama antarnegara anggota BRICS dapat memperbesar daya tahan masing-masing negara. Namun, kemitraan internasional yang kuat tetap harus bertumpu pada kemampuan setiap negara membangun fondasi domestiknya sendiri.

Pangan, energi, pendidikan, dan peluang kesejahteraan disebut sebagai unsur yang saling berkaitan. Ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara kokoh, sebuah negara memiliki ruang lebih besar untuk menentukan arah pembangunan serta kebijakan luar negerinya.

“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri,” kata Prabowo.

Kemandirian sebagai dasar ketahanan nasional

Penekanan terhadap ketahanan nasional mencerminkan pandangan bahwa kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan wilayah atau keamanan, tetapi juga dengan kemampuan memenuhi keperluan masyarakat sehari-hari. Pasokan pangan yang aman dan energi yang tersedia menjadi bagian penting agar kehidupan ekonomi dan sosial tetap berjalan.

Pendidikan juga mendapat perhatian dalam pernyataan Presiden. Investasi pada generasi muda dipandang berkaitan langsung dengan daya saing bangsa di masa depan. Kesempatan bagi masyarakat untuk mencapai kehidupan yang lebih sejahtera, pada akhirnya, memperkuat ketahanan negara dari dalam.

Prabowo menegaskan Indonesia ingin memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan berdasarkan kepentingan nasional, tanpa bergantung pada tekanan dari kekuatan tertentu. Baginya, ketangguhan nasional merupakan prasyarat bagi kemerdekaan dalam menentukan pilihan kebijakan.

“Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan pentingnya membangun posisi Indonesia melalui penguatan kapasitas nasional. Kemandirian bukan berarti menutup diri dari dunia, melainkan memiliki bekal yang cukup untuk bekerja sama secara setara dan menjaga kepentingan rakyat.

Energi menjadi bidang kerja sama strategis

Selain ketahanan pangan, Prabowo menyoroti energi sebagai bidang yang menunjukkan manfaat nyata dari kolaborasi kawasan. Sistem energi yang terhubung dinilai dapat mendukung keamanan pasokan, mendorong kegiatan ekonomi, serta memperkuat ketahanan jangka panjang.

Energi memiliki peran luas dalam aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, transportasi, industri, hingga layanan publik. Karena itu, keamanan energi menjadi salah satu elemen penting bagi negara yang ingin menjaga stabilitas pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” tutur Prabowo.

Gagasan konektivitas energi yang disampaikan Presiden menggambarkan peluang kerja sama BRICS pada sektor strategis. Kolaborasi semacam itu dapat diarahkan untuk memperluas ketahanan di tingkat kawasan, sembari tetap memperkuat kemampuan nasional setiap negara anggota.

Peran BRICS dalam kerja sama multilateral

KTT BRICS ke-18 menjadi ruang bagi para pemimpin untuk membahas tata kelola global yang lebih inklusif serta penguatan multilateralisme. Dalam konteks ini, Prabowo menekankan bahwa persatuan antarnegara dapat menjadi sumber kekuatan bersama.

Kerja sama multilateral memberi ruang bagi negara-negara untuk menyampaikan kepentingan, membangun kepercayaan, dan mencari solusi atas tantangan lintas batas. Meski demikian, ketahanan domestik tetap menentukan sejauh mana sebuah negara dapat berperan secara efektif dalam forum internasional.

Bagi Indonesia, penguatan pangan, energi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat merupakan satu rangkaian agenda. Keempatnya tidak berdiri sendiri: ketersediaan energi menopang aktivitas ekonomi, pendidikan memperkuat kemampuan manusia, sementara ketahanan pangan membantu menjaga kebutuhan dasar rakyat.

Pesan Prabowo di New Delhi menempatkan pembangunan nasional sebagai landasan utama bagi diplomasi dan kerja sama global. Negara yang kokoh dari dalam dinilai lebih siap membangun perdamaian, memperluas kepercayaan, serta menjalin kemitraan yang memberi manfaat jangka panjang bagi rakyatnya.

Frequently Asked Questions

What is Di KTT BRICS Prabowo Ungkap Kunci?

Di KTT BRICS Prabowo Ungkap Kunci is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Di KTT BRICS Prabowo Ungkap Kunci matter?

Di KTT BRICS Prabowo Ungkap Kunci matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment