Cerita Sjafrie soal Sosok Ryamizard Ryacudu: Dia Tak Suka Tindakan-Tindakan Ilegal
Cerita Sjafrie soal Sosok Ryamizard Ryacudu – Pemakaman mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjadi momen berkesan bagi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dalam pidatonya, Sjafrie mengungkapkan kenangan tentang Ryamizard sebagai seorang prajurit yang dedikasinya tak pernah tergantikan oleh keinginan mendapatkan penghargaan. “Baru saja memakamkan seorang prajurit yang tidak menuntut balas jasa. Sejak pangkat muda hingga tua, dia selalu bertugas di lapangan. Dia menjadi teladan bagi para prajurit dan tidak suka terhadap tindakan-tindakan ilegal,” ujarnya setelah memimpin upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Ryang menggambarkan Ryamizard sebagai sosok yang memegang prinsip tegas dalam kehidupan profesionalnya. Dalam perjalanan kariernya yang panjang, Ryamizard dikenal selalu menjunjung tinggi etika dan kedisiplinan. Sjafrie menegaskan bahwa penghargaan atas kontribusi Ryamizard tidak hanya terkait dengan jabatannya, tetapi juga karena sikapnya yang rendah hati. Pemakaman almarhum dilakukan pada hari Minggu (31/5/2026) di TMP Kalibata, Jakarta, setelah ia meninggal dunia setelah menyelesaikan tugasnya sebagai abdi negara.
Prinsip Kepemimpinan yang Dipegang Ryamizard
“Kenangan khusus adalah ketika berhasil melaksanakan tugas, itu hasil kerja prajurit, bukan komandan. Tapi jika gagal, tanggung jawab jatuh kepada seorang komandan. Jika berhasil, prajurit bertanggung jawab menunjang keberhasilan itu,” papar Sjafrie.
Ryang menekankan bahwa Ryamizard memiliki gaya kepemimpinan yang jelas dan penuh integritas. Ia tidak hanya memimpin dengan tegas, tetapi juga selalu memberikan ruang bagi prajurit di bawahnya untuk berkembang. Prinsip ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berorientasi pada kinerja. Sjafrie mengungkapkan bahwa Ryamizard pernah menegaskan bahwa keberhasilan sebuah operasi militer adalah hasil dari kerja kolektif, bukan hanya kemampuan seorang pemimpin.
Warisan dan Pengaruh Ryamizard dalam Dunia Militer
Ryang membanggakan kontribusi Ryamizard dalam pengembangan kebijakan pertahanan nasional. Sebagai mantan Menteri, ia dikenal sebagai sosok yang selalu memprioritaskan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi. Sjafrie menambahkan bahwa Ryamizard tidak segan untuk menegur prajurit yang melakukan tindakan ilegal, baik itu dalam operasi lapangan maupun dalam administrasi. “Dia selalu tegas ketika menemukan kesalahan, karena menurutnya tindakan ilegal merugikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer,” ungkapnya.
Dalam memperingati kehidupan Ryamizard, Sjafrie juga menyebutkan bahwa sosok tersebut memberikan contoh tentang bagaimana seorang abdi negara bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ryamizard dikenal sangat berdedikasi, bahkan hingga saat pensiun. Ia sering mengunjungi daerah-daerah terpencil untuk memastikan bahwa prajuritnya tetap bersemangat dalam menjalankan tugas. Berkat dedikasinya, banyak anggota TNI menganggap Ryamizard sebagai simbol kejujuran dan keberanian.
Cerita Sjafrie soal sosok Ryamizard juga menyoroti cara ia menghadapi tantangan dalam kariernya. Tidak jarang, Ryamizard harus mengambil keputusan berat, seperti memutuskan tindakan yang tidak populer untuk memprioritaskan keberhasilan nasional. “Dia selalu mengambil risiko demi kepentingan besar, tanpa menghiraukan apresiasi pribadi,” jelas Sjafrie. Selain itu, Ryamizard dikenal sangat dekat dengan prajuritnya, sehingga banyak yang merasa nyaman mengungkapkan masalah atau keinginan mereka langsung kepada beliau.
Kehadiran Ryamizard Ryacudu meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam dunia militer Indonesia. Cerita Sjafrie soal sosoknya menunjukkan betapa pentingnya etika, kejujuran, dan dedikasi dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan. Sjafrie juga mengatakan bahwa pengaruh Ryamizard terus berlanjut melalui prajurit-prajurit yang terinspirasi oleh cara berpikir dan berperilaku beliau. “Dia adalah contoh nyata bahwa keberhasilan bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang kejujuran dalam menjalani tugas,” pungkas Sjafrie.