Viral Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa dan Neotam, BPOM Turun Tangan!
Daftar Isi
BPOM Telusuri Dugaan Kandungan Pemanis Buatan pada Produk Stevia Lokal
Nusantaranews1.com – Produk pemanis stevia lokal yang dipasarkan sebagai pilihan pengganti gula kini menjadi perhatian publik. Sorotan muncul setelah beredar hasil pengujian laboratorium mandiri yang memunculkan dugaan adanya kandungan sukralosa dan neotam, sementara produk tersebut dikenal dengan klaim nol kalori.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah memulai penelusuran terhadap produk yang ramai dibahas tersebut. Proses yang dilakukan mencakup pengambilan sampel serta pengujian di laboratorium guna memastikan komposisi sebenarnya.
“Saat ini, BPOM masih melakukan penelusuran untuk pengambilan sampel dan pengujian. Informasinya akan disampaikan setelah hasil uji tersedia,” demikian keterangan BPOM RI saat dikonfirmasi pada Jumat (30/10/2026).
Dengan proses pemeriksaan yang masih berjalan, data dari pengujian mandiri yang tersebar di media sosial belum dapat dipakai sebagai penetapan resmi tentang kandungan maupun keamanan produk. Kesimpulan dari BPOM nantinya akan menjadi acuan untuk melihat kesesuaian antara formula produk, informasi label, klaim pemasaran, serta ketentuan penggunaan bahan tambahan pangan.
Hasil Uji Mandiri Memicu Pertanyaan Konsumen
Perbincangan ini menguat setelah dokter dan kreator konten Dokter Detektif, atau Doktif, membagikan dokumen hasil pemeriksaan laboratorium melalui media sosial pada Rabu (28/10/2026). Ia mempertanyakan apakah informasi yang tercantum pada kemasan telah selaras dengan zat yang terdeteksi dalam sampel.
Dokumen yang ditampilkan Doktif mencatat nilai energi 188,84 kilokalori untuk setiap 100 gram sampel. Di dalam hasil tersebut juga tercantum kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen. Angka ini menjadi bahan diskusi karena produk tersebut sebelumnya dipromosikan dengan keterangan zero calorie atau nol kalori.
Klaim nol kalori memiliki arti penting bagi sebagian pembeli. Produk dengan posisi tersebut kerap dipilih oleh orang yang ingin membatasi asupan gula, mengatur pola makan, atau mencari pemanis untuk kebutuhan diet. Karena itu, informasi gizi dan komposisi harus mudah dipahami serta konsisten dengan isi produk agar konsumen dapat menentukan pilihan secara tepat.
Selain energi dan karbohidrat, perhatian juga tertuju pada dua pemanis buatan yang tercantum dalam dokumen uji mandiri. Kadar sukralosa dicatat mencapai 101.297,89 miligram per liter (mg/L), sedangkan neotam tercatat 5.280,99 mg/L.
Doktif menyoroti keberadaan kedua bahan tersebut karena ia menyatakan bahan-bahan itu tidak terlihat dalam daftar komposisi pada kemasan. Ia juga meminta BPOM memeriksa produk beserta fasilitas yang memproduksinya. Transparansi informasi pangan dinilai penting supaya masyarakat tidak mengambil keputusan pembelian dengan dasar keterangan yang keliru atau tidak lengkap.
Label Pangan Menjadi Dasar Pertimbangan Pembeli
Label kemasan berfungsi sebagai rujukan utama ketika konsumen ingin mengetahui apa yang dikonsumsi. Informasi seperti komposisi, kandungan gizi, takaran saji, dan klaim tertentu dapat memengaruhi keputusan seseorang, terutama bagi pembeli yang memiliki target pengurangan gula atau kebutuhan pola makan khusus.
Dalam kasus pemanis, istilah stevia sering dikaitkan dengan pemanis yang berasal dari tanaman stevia. Namun, konsumen tetap perlu memeriksa keseluruhan daftar bahan pada kemasan, bukan hanya memperhatikan nama utama atau klaim di bagian depan produk. Pemeriksaan tersebut membantu pembeli memahami karakter produk secara lebih utuh.
Perhatian publik terhadap isu ini juga memperlihatkan besarnya kebutuhan akan kejelasan informasi pada produk pangan. Ketika terdapat perbedaan antara keterangan yang dipahami konsumen dan hasil pengujian yang beredar, verifikasi melalui pemeriksaan resmi menjadi langkah penting sebelum menarik kesimpulan.
Produsen Menghentikan Penjualan Sementara
Di tengah proses verifikasi, pihak produsen mengumumkan penghentian sementara penjualan produk yang dipersoalkan. Langkah tersebut dilakukan sambil menunggu penelusuran lebih lanjut atas formula dan proses produksi.
Produsen juga menyampaikan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan mitra manufaktur. Penelusuran mencakup formulasi produk, pengadaan bahan baku, hingga tahapan produksi. Rangkaian pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan dalam bahan yang digunakan, proses pencampuran, atau pencantuman informasi pada produk.
Warganet dan sejumlah konsumen turut mempertanyakan kecocokan antara label kemasan dengan angka yang ditunjukkan dalam dokumen pengujian mandiri. Meski demikian, masyarakat perlu menunggu hasil pemeriksaan BPOM agar penilaian mengenai produk tersebut didasarkan pada data resmi yang telah diverifikasi.
Untuk sementara, konsumen dapat menyimpan kemasan dan mencermati informasi produk yang telah dibeli, terutama daftar bahan, klaim gizi, serta informasi penggunaan. Apabila memiliki pertanyaan terkait produk pangan yang beredar, saluran pengaduan dan informasi resmi BPOM dapat menjadi rujukan yang lebih tepat daripada menyimpulkan dari dokumen yang belum melalui penetapan regulator.
Hasil uji BPOM dinantikan untuk menjawab dugaan terkait keberadaan sukralosa dan neotam, nilai energi 188,84 kilokalori per 100 gram, serta kandungan karbohidrat 47,21 persen dalam sampel yang ramai diperbincangkan. Pemeriksaan tersebut juga akan menentukan ada atau tidaknya ketidaksesuaian antara komposisi, klaim nol kalori, dan aturan penggunaan bahan tambahan pangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Viral Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa?
Viral Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Viral Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa matter?
Viral Stevia Lokal Diduga Mengandung Sukralosa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.