Posisi Tidur Miring ke Kiri Bisa Atasi Perut Begah, Ini Penjelasan Dokter
Nusantaranews1.com – Mengapa rebahan miring ke kiri dianggap efektif untuk meredakan perut begah? Kebiasaan ini semakin populer karena dianggap mudah dilakukan dan tidak memerlukan alat bantu. Dokter sekaligus ahli kesehatan, dr. Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa posisi tidur miring ke kiri memungkinkan pergerakan gas di saluran pencernaan lebih optimal. Selain itu, teknik ini juga dapat memperbaiki fungsi peristaltik usus dan mengurangi rasa kembung setelah makan.
“Rebahan miring ke kiri memberi kesempatan untuk gas keluar dengan lebih mudah, karena posisi ini mengoptimalkan aliran udara di perut,”
ujarnya dalam video di Instagram.
Manfaat Posisi Tidur dan Peran Saraf Vagus
Menurut dr. Cecep, rebahan miring ke kiri tidak hanya membantu mengeluarkan gas, tetapi juga meredakan tekanan pada lambung. Hal ini terkait dengan mekanisme gravitasi yang bekerja pada sistem pencernaan. Saraf vagus, yang merupakan saraf pelengkap sistem saraf otomatis, juga terlibat dalam proses ini.
“Posisi miring ke kiri mengaktifkan saraf vagus yang menenangkan otot-otot usus, sehingga mengurangi rasa kembung dan meningkatkan kenyamanan,”
tambahnya. Saraf ini berperan dalam mengatur peristaltik dan mengurangi kekakuan usus yang menyebabkan penumpukan gas.
Mekanisme Fisiologis di Balik Teknik Rebahan
Dokter menjelaskan bahwa usus besar memiliki jalur akhir yang berada di sisi kiri tubuh. Dengan merebahkan tubuh ke kiri, posisi ini memudahkan aliran gas dari lambung ke usus besar. Teknik ini juga melibatkan pernapasan perut yang lambat, yang membantu mengatur tekanan udara di dalam perut.
“Rebahan miring ke kiri memanfaatkan gravitasi untuk mengalirkan gas ke arah yang lebih mudah dikeluarkan, sementara pernapasan perut memberi stimulasi alami pada sistem pencernaan,”
paparnya. Proses ini dapat dilakukan selama 3-5 menit untuk hasil maksimal.
Kebiasaan Makan yang Berdampak pada Penumpukan Gas
Salah satu penyebab utama perut begah adalah aerofagia, yaitu menelan udara berlebih saat makan. Kebiasaan seperti makan terburu-buru, menggunakan sedotan, atau mengunyah permen karet dapat meningkatkan risiko ini.
“Menelan udara berlebihan saat makan menyebabkan gas menumpuk di lambung, dan rebahan miring ke kiri bisa menjadi solusi alami untuk mengatasi masalah ini,”
ungkap dr. Cecep. Menghindari kebiasaan buruk ini sangat penting untuk mencegah perut begah.
Seni Mengatur Aktivitas Usai Makan
Dokter menyarankan agar tidak langsung rebahan setelah makan. Dengan berjalan santai selama 10-15 menit, gerakan usus dapat dipacu, sehingga gas yang terkumpul lebih cepat dikeluarkan.
“Aktivitas ringan usai makan, seperti jalan kaki, membantu peristaltik usus yang lebih optimal, terutama saat melakukan rebahan miring ke kiri,”
katanya. Teknik ini juga disarankan untuk orang yang sering mengalami kesulitan mengeluarkan gas setelah makan berat.
Peran Pemilihan Makanan dalam Mencegah Perut Begah
Menurut dr. Cecep, selain teknik rebahan miring ke kiri, pemilihan makanan juga berperan penting. Makanan seperti kol, kubis, kacang, dan buah semangka mudah difermentasi oleh bakteri usus, sehingga menyebabkan penumpukan gas.
“Kurangi konsumsi makanan berpotensi menimbulkan gas saat perut sedang sensitif, karena rebahan miring ke kiri tidak cukup jika tidak didukung pola makan yang tepat,”
pungkasnya. Dengan mengatur makanan dan teknik rebahan, perut begah bisa diatasi secara lebih efektif.
Langkah-Langkah untuk Mengoptimalkan Teknik Rebahan
Agar teknik rebahan miring ke kiri memberikan hasil maksimal, dr. Cecep menyarankan beberapa langkah. Pertama, posisi badan harus benar-benar miring ke kiri, dengan lutut kanan dipeluk untuk menekan lambung. Kedua, pernapasan perut harus dilakukan secara teratur selama 3-5 menit.
“Rebahan miring ke kiri bisa dijadikan rutinitas setelah makan, asalkan dilakukan dengan cara yang benar dan konsisten,”
tambahnya. Teknik ini juga bisa diadopsi oleh orang yang sering mengalami nyeri perut atau kembung setelah makan.
