Lifestyle

Film Horor Indonesia Go Internasional, Indonesian Horror Film Festival Digelar di Australia

codex-e94772ac71c04a5d94e94423c32249a9
Foto : Elizabeth Jones - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Festival Horor Indonesia Siap Menyapa Penonton Melbourne
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Festival Horor Indonesia Siap Menyapa Penonton Melbourne

Nusantaranews1.com – Film horor Indonesia akan memperoleh panggung khusus di Australia melalui Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) 2026. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di The Capitol Theatre, Melbourne.

Festival tersebut dirancang sebagai perayaan karya sinema sekaligus kesempatan memperluas jangkauan industri kreatif Indonesia ke pasar internasional. Pilihan genre horor menjadi menarik karena film-film Indonesia kerap membawa unsur mitologi, kepercayaan lokal, serta suasana budaya yang khas.

The Capitol Theatre dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena posisinya berada di pusat kota. Gedung bersejarah di kawasan Swanston Street itu berdiri tepat di seberang Melbourne Town Hall dan akan menjadi tempat berbagai agenda festival, termasuk red carpet serta sesi meet and greet.

Melbourne Dinilai Memiliki Ruang Penonton yang Luas

Event Director IHFFM 2026, Sulistyawan Wibisono, menjelaskan bahwa Melbourne memiliki komunitas Warga Negara Indonesia yang besar. Kota ini juga dikenal dengan kehidupan seni, pertunjukan, dan keragaman budayanya, sehingga dinilai relevan untuk memperkenalkan film horor Indonesia kepada audiens yang lebih beragam.

“Melbourne kota ini sebenarnya nggak jauh dari Indonesia. Kalau naik pesawat direct itu kira-kira 6-7 jam kalau dari Jakarta. Tetapi secara kultur mereka lebih ke seperti Eropa, kebetulan juga Melbourne itu kalau kota, dibanding dengan kota-kota Australia lainnya, Melbourne ini termasuk yang paling diverse, kemudian yang paling istilahnya itu dari sisi cultural-nya itu lumayan kompleks dan pusat industri teater dan seni pertunjukan, salah satunya film,” kata Sulistyawan Wibisono dalam konferensi pers di Mayapada Tower 1 Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Keberadaan diaspora Indonesia memang menjadi salah satu kekuatan awal bagi festival ini. Namun, sasaran penontonnya tidak dibatasi pada masyarakat Indonesia. Penggemar horor Australia juga dipandang memiliki minat terhadap bentuk ketakutan yang berbeda, terutama cerita yang berangkat dari mitos dan tradisi Asia Tenggara.

“Khusus untuk film horor, kita menyadarinya tidak hanya masyarakat Indonesia tapi juga pecinta horor Australia. Mereka punya komunitasnya sendiri, market, niche market-nya ada tersendiri yang sudah kita detect. Dan di antara mereka sudah banyak yang menyatakan untuk ingin menonton gaya horornya Indonesia itu seperti apa,” kata Sulistyawan.

Festival ini dapat menjadi ruang pertemuan antara penonton yang telah akrab dengan film Indonesia dan audiens baru yang ingin mengenal karakter horor Tanah Air. Bagi penonton internasional, kekuatan utama film-film tersebut terletak pada cara cerita rakyat, unsur spiritual, serta konflik keluarga dan sosial diolah menjadi pengalaman sinematik.

Deretan Film yang Akan Tayang

Program IHFFM 2026 memuat sejumlah judul yang mewakili ragam pendekatan dalam perfilman Indonesia. Film yang dijadwalkan hadir meliputi Malam 3 Yasinan, Kuyang, Sukma, Ritual Gaib, serta film aksi The Raid.

Selain menjadi hiburan, susunan pemutaran ini dimaksudkan untuk memperlihatkan keberagaman warna sinema Indonesia. Ada karya yang berfokus pada mitologi lokal, ada pula film dengan pendekatan produksi yang ditujukan untuk menunjukkan kualitas teknis dan daya tarik yang dapat diterima penonton lintas negara.

Kurator Festival IHFFM 2026, Intan Kieflie, menyebut pemilihan jadwal dan urutan film telah disesuaikan dengan ritme kegiatan masyarakat Melbourne. Malam 3 Yasinan, yang dibintangi Hamish Daud dan Salshabilla Adriani, akan membuka festival. Sejumlah pejabat lokal dan pejabat Indonesia juga direncanakan hadir dalam sesi pembukaan tersebut.

“Lineup itu udah kita atur sedemikian rupa, kenapa opening adalah Malam 3 Yasinan? Malam 3 Yasinan kita ada Hamish, kita ada Shella, dan kita akan ada opening dan opening itu akan mengundang beberapa pejabat lokal dan pejabat Indonesia juga,” kata Intan.

Setelah itu, Kuyang dijadwalkan diputar pada pukul 12.00 siang. Penempatan film ini berkaitan dengan keinginan festival untuk membawa mitologi Indonesia ke hadapan penonton Australia. Cerita semacam itu dinilai dapat menjadi pintu masuk untuk memahami unsur budaya yang melatari banyak film horor Indonesia.

“Kuyang itu ibaratnya ‘Okay, ini udah mitos Indonesia, culture-nya kuat’ dan kita bisa bridge orang, itu kita putarnya jam 12.00 siang. Sukma adalah presentasi kebanggaan kita sebenarnya, karena value-nya itu sangat internasional. Makanya kita taruh itu setelah makan siang, jadi orang yang nonton Sukma tahu dan bisa bangga, ‘Okay, Indonesian horror ternyata begitu. It’s have a value, ini benar-benar well executed’,” kata Intan.

Gala Premiere untuk Ritual Gaib

Sukma, film yang diproduseri sekaligus disutradarai Baim Wong, akan diputar setelah waktu makan siang. Film tersebut ditempatkan untuk memperlihatkan bahwa horor Indonesia dapat tampil dengan nilai produksi dan kemasan yang memiliki daya jangkau internasional.

Sementara itu, Ritual Gaib akan mendapat sorotan tersendiri melalui gala premiere dalam rangkaian IHFFM 2026. Pemutaran itu berlangsung sebelum film tersebut hadir secara reguler di bioskop-bioskop Australia.

Kehadiran The Raid dalam program festival turut memperluas spektrum yang ditampilkan. Walaupun dikenal sebagai film aksi, judul tersebut menjadi bagian dari daftar karya Indonesia yang diperkenalkan kepada penonton Melbourne dalam rangkaian acara ini.

IHFFM 2026 memperlihatkan upaya membawa cerita-cerita Indonesia ke ruang apresiasi yang lebih luas. Melalui festival ini, mitologi lokal tidak hanya hadir sebagai elemen cerita menakutkan, tetapi juga sebagai identitas budaya yang dapat membuka percakapan baru dengan penonton internasional.

Frequently Asked Questions

What is Film Horor Indonesia Go Internasional Indonesian?

Film Horor Indonesia Go Internasional Indonesian is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Film Horor Indonesia Go Internasional Indonesian matter?

Film Horor Indonesia Go Internasional Indonesian matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment