Ereksi Lancar Saat Masturbasi Tapi Gagal Saat Berhubungan, Dokter Ungkap Penyebabnya
Nusantaranews1.com – Dalam kehidupan sehari-hari sering kali memengaruhi kesehatan seksual pria. Masalah ereksi yang muncul saat berhubungan seksual, meski tidak terjadi saat masturbasi, bisa berasal dari faktor psikologis. Dokter spesialis andrologi dan ahli reproduksi pria, dr. Jefry Tribowo, menjelaskan bahwa stres dan tekanan mental sering menjadi penyebab utama kondisi ini, terutama pada pria muda. “Banyak dari pasien saya yang mengalami gangguan ereksi di ranjang, tetapi saat masturbasi tidak ada masalah. Ini biasanya dikarenakan pikiran yang terbebani,” katanya, Jumat (3/7/2026).
Kondisi Khas pada Pria Berusia Muda
Kondisi ini sering kali terjadi pada pria berusia 20-an hingga 30-an, di mana mereka masih mampu mencapai ereksi saat bangun pagi atau melakukan masturbasi, namun kehilangan fungsinya tiba-tiba saat akan melakukan penetrasi. “Ereksi pagi tetap kuat, tetapi ketika memasukkan penis ke vagina pasangan, mereka justru merasa tidak percaya diri,” tambah dr. Jefry. Menurutnya, kekhawatiran berlebihan mengenai performa seksual bisa memicu respons tubuh yang tidak optimal, sehingga mengganggu proses ereksi selama hubungan intim.
“Ketika saya gesek-gesekan Dok, yang dipikiran saya nih adalah aduh, ini bisa enggak ya ereksinya bertahan? Jangan-jangan nanti ada masalah,” ujar salah satu pasien yang ditelusuri oleh dr. Jefry.
Dokter tersebut menekankan bahwa cara berpikir dan emosi menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas ereksi. “Jika kita bisa berhubungan intim tanpa beban, tenang, dan membiarkan aliran emosi bebas, fungsi ereksi akan berjalan lebih baik,” tambahnya. Ini menunjukkan bahwa Facing Challenges dalam konteks kesehatan seksual tidak hanya terkait dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan pola pikir dan suasana hati.
Faktor Psikologis yang Memengaruhi Ereksi
Penyebab utama ereksi yang menurun saat berhubungan seksual adalah faktor psikologis, seperti rasa gugup, kecemasan, atau tekanan untuk mencapai performa sempurna. dr. Jefry menyebutkan bahwa kebiasaan mental seperti overthinking atau kesulitan mengatur emosi bisa memicu respons tubuh yang tidak ideal, sehingga mengganggu proses ereksi. “Pikiran yang terganggu membuat tubuh sulit menghasilkan ereksi yang optimal,” jelasnya.
Dalam beberapa kasus, masalah ini juga bisa dipicu oleh hubungan yang tidak sehat, kebiasaan buruk seperti terlalu banyak alkohol atau rokok, atau bahkan kurangnya komunikasi antara pasangan. “Pria yang terbiasa menekan diri atau merasa tidak cukup baik dalam hubungan cenderung mengalami gangguan ereksi saat berhubungan,” tambah dr. Jefry. Maka, menangani Facing Challenges secara dini menjadi penting untuk mencegah keparahan kondisi ini.
Penanganan dan Solusi untuk Ereksi yang Tidak Stabil
Untuk mengatasi masalah ini, dr. Jefry merekomendasikan pengelolaan stres secara baik. “Masalah dalam hidup wajar saja, tetapi jangan sampai membawa rasa cemas saat berada di ranjang,” katanya. Solusi lain yang bisa diterapkan adalah memperbaiki pola hidup, seperti menjaga kesehatan jasmani dan mental, serta menjaga kualitas tidur yang cukup.
“Dengan menyeimbangkan kehidupan dan mengurangi beban mental, banyak pria berhasil mengatasi Facing Challenges dalam kesehatan seksual mereka,” ujar dr. Jefry. Ia juga menyarankan untuk meningkatkan kepercayaan diri melalui komunikasi yang terbuka dengan pasangan dan menciptakan lingkungan yang nyaman saat berhubungan intim.
Jika gejala berlangsung terus-menerus, konsultasi ke dokter spesialis andrologi dianjurkan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan tepat. Dalam beberapa kasus, masalah ini bisa memerlukan terapi psikologis atau penggunaan obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter. “Ereksi yang tidak stabil bukanlah tanda kegagalan, tetapi tanda bahwa seseorang sedang menghadapi Facing Challenges secara fisik dan emosional,” pungkasnya.
