Daftar Isi
Dewi Perssik Kuliah Psikologi: Membuka Era Perbaikan Diri dan Kesembuhan Trauma
Dewi Perssik Kuliah Psikologi – Dewi Perssik, selebriti pop yang dikenal dengan nama Depe, telah memutuskan untuk melanjutkan studi ke jurusan psikologi. Keputusan ini diambil setelah ia mengalami berbagai fase hidup yang penuh tantangan, termasuk trauma perceraian dengan mantan suami, Aldi Taher. Dengan mempelajari psikologi, Depe berharap dapat memahami diri sendiri lebih dalam, serta mengembangkan strategi untuk menyembuhkan luka batin dan meningkatkan kualitas hubungan keluarga. “Mungkin ini cara untuk memulihkan diri dan belajar bagaimana menjadi ibu yang lebih baik,” ujarnya.
Motivasi Utama Belajar Psikologi
Keputusan Dewi Perssik untuk kuliah psikologi bermula dari keinginan untuk memperbaiki diri setelah melalui masa perceraian yang berat. Sebagai seorang ibu tunggal, ia merasa perlu memahami cara mengelola emosi dan mengatasi tekanan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin belajar bagaimana menyembuhkan trauma yang masih menghantui saya, agar suatu saat bisa membentuk hubungan yang lebih sehat,” tambahnya.
Kontribusi Psikologi dalam Kehidupan Keluarga
Dewi Perssik menjelaskan bahwa studi psikologi akan membantunya menghadapi tantangan sebagai ibu tunggal yang membesarkan Felice Gabriel. Ia juga ingin meningkatkan komunikasi dengan anaknya dan mengenali cara mendidik anak secara lebih efektif. “Saya mencoba mempelajari seluk-beluk psikologi agar bisa memberikan dukungan yang tepat untuk Felice, meskipun kadang ada saat-saat di mana saya merasa tidak cukup sempurna sebagai ibu,” kata Depe.
Pengalaman Pribadi sebagai Pengantar Studi Psikologi
Sebelum memutuskan kuliah psikologi, Dewi Perssik sudah mengalami banyak pengalaman hidup yang berkesan dalam dirinya. Tragedi perceraian dengan Aldi Taher menjadi salah satu pemicu utamanya untuk memahami lebih jauh tentang emosi manusia dan cara mengatasi konflik dalam hubungan. “Banyak hal yang tidak bisa saya ceritakan sebelumnya, tapi dengan belajar psikologi, saya bisa memecahkannya secara sistematis,” ujarnya.
“Saya ingin mengetahui bagaimana cara menyembuhkan diri sendiri, agar suatu hari nanti jika Allah memberi jodoh baru, saya bisa membangun hubungan yang lebih stabil dan harmonis,” tambahnya.
Pengembangan Diri melalui Pendidikan
Dewi Perssik menegaskan bahwa keputusannya untuk kuliah psikologi bukan hanya untuk memperbaiki hubungan keluarga, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dirinya sebagai individu. Ia ingin memahami mekanisme pikiran dan perasaan manusia, serta bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin menjadi lebih bijak dalam menghadapi masalah, baik yang terkait dengan keluarga maupun pribadi,” tuturnya.
Menurut Depe, psikologi akan membantunya mengenali pola pikir dan emosi yang mungkin memengaruhi keputusan hidupnya, termasuk dalam hal membangun kehidupan perceraian yang lebih baik. “Saya juga ingin belajar bagaimana mengelola stres dan kecemasan, agar tidak mengganggu keseimbangan kehidupan sebagai ibu dan artis,” lanjutnya.
Perspektif Baru tentang Hubungan dan Perkawinan
Dewi Perssik menyebut bahwa studi psikologi membuka wawasan baru tentang dinamika hubungan dan proses perkawinan. Ia ingin menghindari kesalahan yang pernah ia lakukan sebelumnya, terutama dalam hal komunikasi dan peran suami-istri. “Saya ingin menjadi lebih paham tentang kebutuhan pasangan dan cara membangun kepercayaan secara lebih baik,” katanya.
Dengan latar belakang kehidupan yang penuh perubahan, Depe merasa bahwa psikologi adalah sarana untuk memperkuat diri dan membangun fondasi yang lebih kokoh dalam kehidupan pribadinya. “Saya juga ingin mengetahui bagaimana cara menghadapi konflik dengan lebih bijak, agar hubungan yang terbentuk nanti tidak lagi mengalami kegagalan,” pungkasnya.