Inews Tv

Kyiv Membara! Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal Balistik – Warga Panik Berhamburan

Kyiv Membara! Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 90 Rudal Balistik, Warga Panik Berhamburan

Kyiv Membara Rusia Hujani Ukraina dengan 600 – Kota Kyiv kembali dihantam serangan skala besar oleh pasukan Rusia, yang melibatkan hampir 600 drone tempur dan 90 rudal balistik. Serangan ini, yang dikenal sebagai bagian dari operasi militer Rusia terhadap Ukraina, menyebabkan kota ibu kota negara itu menjadi sasaran utama. Warga Kyiv melaporkan kepanikan yang meluas, dengan banyak orang berlarian ke tempat perlindungan untuk menghindari serangan udara yang intens.

Skala Serangan dan Dampak pada Penduduk

Menurut laporan terbaru, serangan pada Minggu (24/5/2026) terjadi dalam beberapa gelombang, dengan Rudal Balistik Oreshnik dan jenis senjata hipersonik lainnya menjadi senjata utama. Serangan tersebut menyebabkan kekacauan di seluruh Kyiv, terutama di area pusat kota dan daerah industri. Banyak bangunan hancur, dan kebakaran besar meluas ke sejumlah jalan utama. Banyak warga sipil terluka, sementara beberapa mengalami kerugian material yang parah.

“Angkatan Bersenjata Rusia memulai serangan besar-besaran yang menggunakan Rudal Balistik Oreshnik, Iskander, Kinzhal, dan Tsirkon,” ujar pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip oleh Reuters. Serangan ini merupakan bagian dari upaya Rusia untuk mengontrol wilayah perbatasan dan menghancurkan infrastruktur penting Ukraina.

Detil Senjata dan Strategi Serangan

Dalam operasi tersebut, Rudal Balistik Oreshnik, yang memiliki kecepatan mencapai Mach 10, menjadi senjata yang paling menakutkan. Senjata ini bisa membawa bahan peledak nuklir dan pertama kali digunakan secara luas pada Mei 2024. Selain itu, drone tempur Rusia juga ditempatkan untuk menghantam area strategis, termasuk bandara, terminal transportasi, dan pusat logistik. Strategi ini mencerminkan upaya Rusia untuk mempercepat kekacauan di Kyiv dan mengurangi kemampuan Ukraina menggerakkan pasukan.

Menurut data dari pemerintah Ukraina, serangan rudal dan drone telah menewaskan setidaknya empat orang serta merusak lebih dari 20 fasilitas publik. Dalam beberapa hari terakhir, Kyiv sering menjadi target utama serangan, yang diperparah oleh ancaman dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap wilayah pendudukan Rusia di timur Ukraina akan dibalas dengan serangan besar-besaran di kota-kota utama Ukraina.

Respons Internasional dan Dampak Ekonomi

Serangan ini memicu reaksi internasional, terutama dari negara-negara anggota NATO yang memperkuat dukungan militer terhadap Ukraina. Pemerintah Ukraina mengumumkan peningkatan bantuan darat, udara, dan logistik untuk menghadapi ancaman Rusia. Namun, dampak ekonomi juga terasa, dengan kerusakan infrastruktur yang memperlambat distribusi bahan pokok dan mengganggu operasional transportasi.

Para ahli militer menyatakan bahwa serangan Rudal Balistik Oreshnik dan drone tempur memperlihatkan kemajuan teknologi Rusia dalam perang modern. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa serangan terus-menerus bisa memicu krisis kemanusiaan di Kyiv, terutama jika pasokan bahan bakar dan perbekalan ke kota tersebut terganggu. Warga Kyiv, yang kebanyakan tinggal di kawasan pusat kota, menyatakan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang dari serangan tersebut.

Kerugian dan Korban di Daerah Terjangkau

Setelah serangan berakhir, tim peneliti dari badan bantuan internasional mengatakan bahwa jumlah korban tewas dan luka mencapai angka yang signifikan. Puluhan warga sipil terluka, termasuk anak-anak dan lansia, karena tidak sempat melindungi diri. Di sisi lain, infrastruktur seperti jembatan, stasiun listrik, dan rumah sakit juga mengalami kerusakan parah. Serangan ini dianggap sebagai bagian dari strategi Rusia untuk melemahkan kemampuan Ukraina mengatur pertahanan.

Menurut sumber di lapangan, warga Kyiv berusaha melindungi diri dengan cara berlarian ke bunker, menyelamatkan keluarga, dan menyusun rencana evakuasi. Meski pemerintah Ukraina berusaha mengatur situasi, kepanikan tetap terjadi di berbagai wilayah kota. Serangan ini juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap ancaman terhadap keamanan mereka, terutama setelah rudal bergerak cepat dan sulit diprediksi.

Keberlanjutan Perang dan Perspektif Masa Depan

Kemenangan atau kekalahan dalam serangan ini menjadi tolok ukur bagi keberlanjutan perang antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah analis menyatakan bahwa operasi besar-besaran seperti ini bisa mengubah permainan di depan mata, terutama jika Kyiv menjadi pusat tekanan Rusia. Namun, kesuksesan Rusia dalam menyerang juga bergantung pada kemampuan Ukraina memperbaiki kerusakan dan memperkuat pertahanan.

Saat ini, kota Kyiv terus menjadi fokus utama perang. Serangan dengan Rudal Balistik Oreshnik dan drone tempur menunjukkan bahwa Rusia mampu melakukan operasi serangan yang sangat intens, bahkan di tengah keadaan darurat. Pemerintah Ukraina berharap kekuatan internasional bisa memberikan bantuan lebih besar, agar Kyiv tetap bisa bertahan dan melanjutkan perjuangan mereka. Dengan tindakan yang terus-menerus, Rusia Hujani Ukraina dengan serangan yang menghancurkan, semangat warga Kyiv tetap tidak pernah menyerah.

Leave a Comment