Finance

Kisah BRILink Pertama di Huripjaya Babelan, Bantu Warga Melek Transaksi Digital

Foto : Jessica Moore - nusantaranews1.com

Kisah BRILink Pertama di Huripjaya Babelan: Special Plan Bantu Warga Melek Digital

Transaksi Digital Dianggap Bukan Sekadar Tren

Nusantaranews1.com – Yang diterapkan oleh BRILink di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menjadi bukti nyata bahwa akses transaksi digital bisa mempercepat kemajuan ekonomi lokal. Usaha fotokopi milik Hendra, salah satu warga setempat, mengalami perubahan signifikan sejak bergabung dengan program ini. Dengan dukungan pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia, bisnis Hendra tidak hanya stabil, tetapi juga berkembang, sekaligus mendorong literasi keuangan di sekitarnya.

Special Plan ini dirancang untuk membuka peluang bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam mengakses layanan keuangan digital secara lebih mudah. Berbeda dengan layanan perbankan konvensional yang memerlukan infrastruktur fisik, BRILink memungkinkan warga melakukan berbagai transaksi, seperti transfer uang, pembayaran tagihan, dan akses KUR, melalui jaringan agen yang tersebar di berbagai desa. “Special Plan ini membuat kehidupan usaha saya lebih praktis, terutama dalam mengelola keuangan,” ujar Hendra, yang sejak 2014 memulai usaha fotokopi dan alat tulis kantor.

“Pinjaman awal Rp20 juta melalui Special Plan BRI memungkinkan saya memperluas layanan, bahkan sampai ke wilayah pesisir,” tambah Hendra.

Berkat program Special Plan, Hendra kini menjadi agen BRILink pertama di Huripjaya Babelan. Peran ini tidak hanya menguntungkan bisnisnya, tetapi juga membuka akses transaksi bagi warga sekitar yang sebelumnya sulit mendapatkan layanan keuangan. “Dengan menjadi BRILink, saya bisa membantu warga memahami cara bertransaksi digital, termasuk penggunaan e-wallet dan pembayaran online,” katanya.

Peluang Perekonomian Melalui Teknologi Digital

Program Special Plan yang dijalankan BRILink tidak hanya berdampak pada Hendra, tetapi juga pada masyarakat sekitar. Sebelumnya, warga di wilayah pesisir seperti Huripjaya Babelan membutuhkan waktu lama untuk menyalurkan dana bantuan atau mengakses layanan keuangan. Kini, berkat BRILink, transaksi bisa dilakukan secara langsung di usaha Hendra, yang juga menjadi pusat layanan digital bagi warga sekitar.

“Special Plan BRI membuat saya menjadi mitra pemerintah dalam mengakselerasi perekonomian desa,” tutur Hendra.

Pelatihan dan sosialisasi tentang transaksi digital yang dilakukan BRILink melalui program ini juga meningkatkan kemampuan warga dalam mengelola keuangan. Hendra menyebutkan, keberadaan BRILink di desanya telah mengubah pola hidup masyarakat, terutama dalam hal penggunaan teknologi. “Banyak warga yang awam dengan digital payment kini bisa menggunakannya dengan mudah, terima kasih atas pendampingan BRILink,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi BRI, Special Plan ini menjadi alat untuk memperluas jaringan BRILink secara nasional. Saat ini, jaringan BRILink telah menjangkau lebih dari 1,18 juta agen di 66.450 desa, melebihi 80 persen dari total desa di Indonesia. Angka tersebut mencerminkan efektivitas program Special Plan dalam mendekatkan layanan keuangan digital ke masyarakat pedesaan, yang sebelumnya terisolasi dari akses perbankan modern.

Keberhasilan Special Plan juga terlihat dari volume transaksi yang mencapai lebih dari 252 juta per tahun, dengan nilai penjualan hingga Rp420 triliun. Dengan layanan ini, UMKM seperti usaha fotokopi Hendra tidak hanya bisa berkembang secara finansial, tetapi juga memperkuat posisi sebagai penggerak perekonomian desa. “Special Plan BRI adalah solusi yang efisien untuk menjangkau lebih banyak warga, terutama di daerah yang belum memiliki infrastruktur perbankan lengkap,” jelas Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya.

Leave a Comment