Jojo Sutarjo: Solusi Keuangan dari Jualan Gorengan ke Bengkel Mobil
Nusantaranews1.com – Adalah kunci sukses Jojo Sutarjo, seorang pengusaha bengkel mobil di Bekasi yang sukses membangun bisnis dari nol. Mulai dari menjual gorengan hingga membuka usaha bengkel berbasis KUR BRI, perjalanan Jojo menggambarkan bagaimana solusi keuangan dapat mengubah nasib seseorang. Dengan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia, Jojo mampu mengatasi berbagai hambatan dan mengembangkan usahanya secara stabil.
Mulai dari Pengalaman Sederhana
Jojo, yang berasal dari Indramayu, memulai karier dengan menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP. Setelah memutuskan merantau ke Jakarta, ia mencoba berbagai pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Salah satu pekerjaan yang ia lalui adalah berjualan gorengan, yang awalnya menawarkan tantangan seperti persaingan dan risiko kehilangan modal. Namun, pengalaman ini menjadi fondasi awal bagi keinginannya untuk mengembangkan bisnis di bidang otomotif.
“Dulu jualan gorengan sering dipalak preman, jadi nyoba ikut teman belajar otomotif hingga akhirnya jatuh cinta,” kata Jojo kepada iNews.id. Ia menjelaskan, mengatasi masalah kecil seperti persaingan dagang dan perubahan cuaca di lapak jualan gorengan membantunya mengembangkan kemampuan mengambil keputusan dan mengatur sumber daya.
Berkat KUR BRI, Bisnis Bengkel Mulai Berjalan Lancar
Setelah menemukan passion di dunia otomotif, Jojo memutuskan membuka bengkel Tekun Auto Servic di Cimuning, Bekasi. Namun, tantangan utama seperti stok oli yang terbatas dan kurangnya modal membuat operasionalnya sering terganggu. Ketika mendapat rekomendasi dari teman, Jojo memilih mengajukan KUR BRI, yang menawarkan bunga rendah dan proses pencairan cepat. Ini menjadi solusi penting untuk memperkuat bisnisnya.
“Efek dari perkembangan bengkel jadi punya stok oli dengan modal yang lumayan,” ujarnya. Keberhasilan pertama KUR BRI memberikan dampak langsung, seperti meningkatkan kualitas layanan dan mempercepat arus kas. Jojo pun kembali mengajukan pinjaman hingga tiga kali, dengan plafon yang terus meningkat dari Rp20 juta hingga Rp100 juta.
Proses pembiayaan KUR BRI memudahkan Jojo untuk mengatasi masalah modal dan ekspansi. Dengan dana yang diperoleh, ia bisa memperluas jaringan pelanggan, membeli peralatan baru, dan meningkatkan promosi. “Bunganya rendah dan proses sekarang udah pengambilan ketiga,” lanjut Jojo, menunjukkan kepuasannya terhadap program KUR BRI. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa solusi keuangan ini memungkinkan usahanya bertahan di tengah tantangan ekonomi.
KUR BRI: Membangun Ekonomi Rakyat dari Tingkat Akar Rumput
Di tingkat nasional, BRI terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR. Hingga Mei 2026, penyaluran KUR mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari alokasi Rp180 triliun. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa KUR bukan hanya alat pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama memperkuat fondasi ekonomi dari tingkat akar rumput. “KUR diarahkan ke sektor-sektor produktif, seperti bengkel mobil, untuk mengatasi masalah akses modal,” jelas Purwakajaya.
Jojo’s kisah menjadi contoh nyata bagaimana KUR BRI membantu pengusaha kecil mengatasi masalah keuangan. Dengan dana KUR, ia mampu memperkuat modal kerja, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas pangsa pasar. “KUR membuat usaha lebih stabil dan terbantu dalam menjalani prospek bisnis,” tuturnya. Kebutuhan akan solusi keuangan yang sederhana dan efisien seperti ini menjadikan KUR BRI sebagai pilihan utama bagi masyarakat pedesaan dan kota kecil.
“Lumayan bermanfaat buat bangun bengkel, modal, iklan dan bengkel jadi lumayan terbantu prospeknya juga makin naik penghasilan juga cukup buat keluarga,” ucap Jojo. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa KUR BRI menjadi solusi dalam mengatasi masalah arus kas dan menyelesaikan hambatan pertumbuhan usaha.
Dengan keberhasilan Jojo, KUR BRI terus menjadi pilihan strategis untuk menyelesaikan masalah akses modal bagi wirausaha. Program ini tidak hanya membantu bisnis bengkel mobil, tetapi juga mendorong solusi keuangan yang berkelanjutan di berbagai sektor. Jojo’s perjalanan mengingatkan bahwa keberanian dan kemampuan menyelesaikan masalah bisa mengubah kehidupan seseorang, terlepas dari latar belakangnya yang sederhana.
