Visit Agenda: Gadis 18 Tahun Dibegal di Kendal, Pelaku Ancam Pakai Golok Rampas HP dan Uang
Visit Agenda – Kasus begal yang menimpa seorang gadis berusia 18 tahun di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik dalam rangkaian Visit Agenda yang dilakukan Polda Jateng. Dalam peristiwa ini, dua pelaku yang merupakan residivis berhasil merampas barang berharga korban, termasuk telepon genggam dan uang tunai, setelah mengancam menggunakan senjata tajam berupa golok. Polisi telah menangkap para pelaku serta seorang penadah barang hasil kejahatan, sebagai bagian dari upaya menangkal tindak kriminal yang marak di wilayah tersebut.
Detail Peristiwa dan Penangkapan
Kasus begal terjadi di kawasan embung di Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, pada malam hari. Menurut Kombes Pol M Anwar Nasir, Kepala Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, pelaku mengintai korban sebelum melakukan aksi. Dalam peristiwa ini, pelaku mengancam korban dengan golok untuk memaksa menyerahkan barang-barang berharga. Korban sempat mengalami kecemasan sebelum berhasil melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Setelah menerima laporan, tim investigasi Polda Jateng langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil pengumpulan bukti, petugas berhasil mengidentifikasi dan menangkap dua pelaku utama serta seorang penadah yang membeli barang hasil kejahatan. Penangkapan ini dilakukan pada bulan Mei 2026, dalam rangkaian Visit Agenda untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tindakan kriminal yang sering terjadi di wilayah rawan.
“Kami rutin melakukan patroli di jam-jam tertentu di sejumlah lokasi rawan, termasuk kawasan embung. Ini bagian dari upaya kami dalam Visit Agenda untuk menekan angka kejahatan jalanan,” ujar Kombes Pol M Anwar Nasir, Sabtu (30/5/2026), sebagaimana dilansir dari iNews Joglosemar.
Korban dalam peristiwa ini mengalami kerugian materiil yang cukup signifikan. Selain kehilangan telepon genggam, korban juga kehilangan sejumlah uang tunai. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga setempat, karena kawasan embung sering menjadi sasaran aksi begal. Dalam rangkaian Visit Agenda, polisi juga menelusuri jalur distribusi senjata tajam yang digunakan pelaku, termasuk golok.
Langkah Peningkatan Kewaspadaan
Sebagai bagian dari Visit Agenda, Polda Jateng telah memperketat pengawasan di area-area yang dianggap rawan. Patroli dilakukan secara rutin, terutama pada malam hari, dengan anggota berpakaian preman untuk meningkatkan efektivitas. Tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, polisi juga memperkuat upaya memutus rantai peredaran senjata tajam.
Pelaku dalam kasus ini diketahui memiliki latar belakang kriminal. Dua dari mereka sebelumnya pernah terlibat dalam tindak pidana serupa, yang memperbesar risiko aksi mereka. Penadah yang ikut ditangkap diduga bertindak sebagai mitra dalam proses penjualan barang hasil kejahatan. Hal ini menunjukkan bahwa Visit Agenda tidak hanya tentang penindakan, tetapi juga pencegahan dan edukasi masyarakat.
Menanggapi fenomena kejahatan jalanan yang semakin meningkat, Polda Jateng berkomitmen untuk terus memperkuat kehadiran polisi. Dalam rangkaian Visit Agenda, petugas juga menelusuri sumber-sumber senjata tajam yang diperdagangkan di lingkungan sekitar. Langkah ini bertujuan untuk menekan angka kejahatan yang melibatkan penggunaan golok dan senjata tajam lainnya, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat.