Berita

Tragedi Libur Idul Adha di Wajo – 2 Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Walenae

Tragedi Idul Adha Wajo: 2 Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Walenae

Tragedi Libur Idul Adha di Wajo – Libur Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momen yang berkesan tragis di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Dua anak berusia di bawah 12 tahun ditemukan tewas setelah terseret arus deras di Sungai Walenae, Kelurahan Paduppa, Kecamatan Tempe, pada Jumat (29/5/2026). Kecelakaan ini terjadi saat sejumlah anak memanfaatkan waktu libur untuk bermain di aliran sungai, namun akibat arus yang mengancam, dua korban kehilangan nyawa dalam kejadian yang mengejutkan.

Kondisi Saat Kecelakaan Terjadi

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian maut ini terjadi pada siang hari saat air sungai sedang deras. Sejumlah anak berkumpul di sekitar aliran air untuk berenang dan bermain. Namun, dua di antaranya nekad berenang ke area yang lebih dalam, terlepas dari peringatan dari teman-teman atau orang dewasa yang berada di sekitar. Arus yang cepat menggerus kekuatan mereka, hingga akhirnya membawa mereka ke tengah aliran yang tidak aman.

Proses pencarian korban memakan waktu hampir 14 jam setelah kejadian. Tim gabungan dari polisi, relawan, dan warga setempat melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai. Dua jasad bocah akhirnya ditemukan dalam kondisi terapung di tepian sungai. Sebelumnya, ada laporan bahwa air di Sungai Walenae sempat meluap akibat curah hujan tinggi beberapa hari sebelumnya, meningkatkan risiko bahaya bagi anak-anak yang bermain di dekat aliran tersebut.

Respons dari Pihak Kecamatan dan Pemangku Kepentingan

Kapolsek Tempe, Iptu Irwan, memberikan keterangan bahwa kejadian ini terjadi karena kurangnya kesadaran anak-anak terhadap bahaya arus sungai. “Dua korban meninggal karena terseret arus, sedangkan empat anak lainnya berhasil selamat. Mereka sedang bermain di Sungai Walenae saat pesta Idul Adha,” ujar Irwan dalam siaran pers, Jumat (29/5/2026). Ia menambahkan bahwa pihak kecamatan telah berupaya keras untuk menemukan korban, termasuk mempergunakan alat bantu pencarian seperti drone dan perahu karet.

Pihak keluarga korban menyatakan kekecewaan atas kejadian ini. “Kami tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi di hari libur, terlebih saat anak-anak sedang berantai ria,” ungkap salah satu orang tua dalam wawancara. Selain itu, warga sekitar menyebut bahwa Sungai Walenae sering menjadi tempat bermain anak-anak, terutama di saat musim hujan seperti ini. “Mungkin jika ada pengawasan lebih ketat, kejadian seperti ini bisa dihindari,” tambah warga lainnya.

Detil Kecelakaan dan Upaya Penyelamatan

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Dua bocah, yang belum diberi nama, diduga terlalu percaya diri saat bermain di aliran sungai yang sedang deras. Arus yang mencapai kedalaman hingga 1 meter lebih membuat mereka kesulitan berenang kembali. Meski tim penyelamat segera beraksi, upaya menyelamatkan korban tidak berhasil karena kondisi air yang tidak menentu.

Setelah jasad korban ditemukan, pihak kepolisian dan keluarga melakukan pemakaman sesuai prosedur. Kepala Desa Paduppa menyampaikan belasungkawa kepada kedua korban dan meminta warga untuk lebih waspada saat bermain di sungai. “Libur Idul Adha adalah momen kebahagiaan, tapi kita juga perlu mengingatkan anak-anak untuk tidak terlalu asyik hingga melupakan keselamatan,” tegasnya.

Pemerintah setempat juga sedang menyelidiki apakah ada faktor lain yang memicu kecelakaan ini, seperti kondisi aliran sungai yang tidak termonitor dengan baik atau kurangnya pengamanan di lokasi. Dalam upaya meningkatkan keselamatan, pihak setempat berencana memasang tanda peringatan dan membangun area bermain yang aman di dekat Sungai Walenae. “Kita ingin meminimalkan risiko serupa di masa depan,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Wajo.

Kecelakaan ini juga memicu perhatian masyarakat luas. Berbagai akun media sosial di daerah tersebut membagikan informasi mengenai kejadian, mengingatkan orang tua untuk menjaga anak-anak mereka saat bermain di sungai. Sejumlah warganet mengunggah video yang menunjukkan kondisi aliran air saat kejadian, sementara yang lain meminta pemerintah memperketat pengawasan di daerah rawan bencana. “Tragedi Idul Adha di Wajo menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” tulis salah satu netizen dalam komentar di media sosial.

Leave a Comment