Berita

Penipuan Bisnis Tiket Pesawat – Begini Modus Oknum Petugas Parkir Bandara Supadio

Penipuan Bisnis Tiket Pesawat di Bandara Supadio: Modus Oknum Petugas Parkir

Penipuan bisnis tiket pesawat kembali menggemparkan masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Tim polisi berhasil menangkap AS, seorang wanita yang diduga terlibat dalam skema penipuan tiket pesawat online. Pelaku ini merupakan oknum petugas parkir di Bandara Internasional Supadio, Pontianak. Penangkapan dilakukan saat ia bersembunyi di kawasan Bandara Juanda, Surabaya. Peristiwa ini menyoroti bagaimana oknum yang seharusnya menjaga kepercayaan publik justru memanfaatkan posisinya untuk menjual tiket dengan modus yang cukup menipu.

Cara Kerja Penipuan Bisnis Tiket Pesawat

Modus penipuan yang dilakukan AS berupa skema investasi yang menjanjikan keuntungan besar. Ia memanfaatkan posisinya sebagai petugas parkir di Supadio untuk membangun hubungan dekat dengan calon korban. Dengan berpura-pura memiliki koneksi internal di bandara, AS menawarkan layanan jual-beli tiket pesawat dengan iming-iming keuntungan per transaksi mencapai Rp300.000 hingga Rp800.000. Sejumlah korban tertarik karena penawaran tersebut dianggap mudah dan cepat menghasilkan uang.

“Tersangka meyakinkan korban bahwa bisnis tiket yang dikelolanya memiliki kepastian dan kredibilitas. Ia menawarkan skema investasi berupa jual-beli tiket pesawat dengan iming-iming keuntungan per transaksi,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Dalam praktiknya, AS menerima dana dari korban untuk membeli tiket pesawat, lalu memanipulasi sistem agar tiket tidak bisa dicairkan. Beberapa korban bahkan mengirimkan dana lebih besar setelah mempercayai modus tersebut. Polisi mengungkap bahwa aksi ini berlangsung terus-menerus sejak tahun 2025 hingga pertengahan 2026. Jumlah korban diperkirakan mencapai ratusan, dengan kerugian yang terus meningkat.

Dampak Penipuan Bisnis Tiket Pesawat

Kebocoran informasi mengenai penipuan bisnis tiket pesawat ini telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat. Banyak pelanggan yang merasa terjebak karena tergoda oleh penawaran keuntungan besar. Dampaknya, kredibilitas bisnis online di sekitar Bandara Supadio tercoreng. Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap oknum petugas parkir juga terganggu. Polisi menyebutkan bahwa kerugian yang terjadi bisa mencapai jutaan rupiah per korban.

Korban-korban yang terkena biasanya merupakan warga sekitar bandara atau pengguna jasa transportasi udara. Mereka tergoda karena AS memberikan penjelasan yang menipu, seperti menjanjikan tiket pesawat dengan harga lebih murah atau jaminan kepastian penerbangan. Polisi juga menemukan bukti bahwa pelaku menyalahgunakan data tiket yang diterbitkan oleh bandara untuk menipu korban.

Sejumlah korban memilih menuntut keuntungan yang dijanjikan, tetapi setelah penipuan terungkap, mereka harus mengembalikan dana yang telah dikeluarkan. Dalam investigasi, polisi menemukan bahwa AS menggunakan akun pribadi untuk menerima dan mengelola dana korban. Ia juga berusaha mengganti rugi dengan meminta korban menyetor dana lebih besar agar bisa mencairkan tiket yang telah dibelinya.

Masih ada sejumlah korban lain yang belum melapor karena merasa malu atau belum menyadari bahwa mereka menjadi korban penipuan. Polisi terus memperluas investigasi untuk menemukan lebih banyak bukti serta mengidentifikasi pelaku lain yang mungkin terlibat. Selain itu, mereka juga mencoba menegaskan bahwa modus ini bisa terjadi di berbagai tempat, bukan hanya di Bandara Supadio.

Penipuan bisnis tiket pesawat ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih waspada dalam menghadapi investasi online. Polisi mengimbau agar pengguna jasa transportasi udara memverifikasi keaslian dan kepastian dari penyedia tiket sebelum melakukan pembayaran. Dengan peningkatan kesadaran, diharapkan kasus serupa tidak terulang di masa depan.

Leave a Comment