7 Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Idul Adha untuk Umat Islam
Main Agenda – Hari Raya Idul Adha tahun ini ditetapkan pada Rabu, 27 Mei 2026, menurut sidang isbat yang diadakan pemerintah. Umat Islam di Indonesia akan merayakan sholat Idul Adha secara serentak. Ibadah sunnah muakkad pada hari 10 Dzulhijjah dianjurkan untuk dilakukan oleh setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Ibadah ini merupakan bagian dari syi’ar keagamaan yang penting dalam Islam.
Sumber Hadits tentang Shalat Idul Adha
Sebagaimana hadits berikut, sholat Idul Adha ditetapkan sebagai ibadah yang lebih baik dibandingkan tradisi Jahiliyah:
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata bahwa orang-orang Jahiliyah punya dua hari dalam satu tahun dan merayakannya dengan main-main. Ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Nabi SAW bersabda: Dahulu kalian punya dua hari untuk merayakannya, lalu Allah menggantinya bagi kalian yang lebih baik, yaitu Hari Fithri dan hari Adha”.
(HR An Nasai).
Penjelasan oleh Ulama
Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat MA, menjelaskan bahwa sholat Idul Adha lebih dianjurkan dilaksanakan lebih awal dibandingkan sholat Idul Fitri. Dasarnya adalah hadits Nabi SAW:
“أنَّ رَسُول اللَّهِ كَتَبَ إِلَى بَعْضِ الصَّحَابَةِ : أَنْ يُقَدِّمَ صَلاَةَ الأْضْحَى وَيُؤَخِّرَ صَلاَةَ الْفِطْرِ”
Artinya: Bahwa Rasulullah SAW memerintahkan kepada beberapa shahabatnya untuk memajukan waktu shalat Adha dan mengakhirkan waktu shalat fithr. (HR. Asy-Syafi’i).
Amalan Sebelum Shalat Idul Adha
Sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, sunnah untuk tidak makan terlebih dahulu. Ini berbeda dengan sholat Idul Fitri, yang dianjurkan untuk makan sejak subuh hingga selesai shalat. Setelah shalat, disunnahkan untuk memakan daging sembelihan. Selain itu, dalam perjalanan ke tempat shalat, disunnahkan mandi sejak tengah malam hingga subuh. Dasarnya adalah atsar dari Umar radhiyallahuanhu:
“أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ يَغْتَسِلُ يَوْمَ الْفِطْرِ قَبْلَ أَنْ يَغْدُوَ إِلَى الْمُصَلَّى”
Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnul Khattab radhiyallahuanhu mandi pada hari raya fitri sebelum berangkat shalat. (HR. Al-Baihaqi).
Disunnahkan bagi yang melaksanakan shalat Ied untuk mengenakan pakaian terbaik, terutama saat datang ke tempat shalat.
“كَانَ لِلنَّبِيِّ جُبَّة يَلْبَسُهَا فيِ العِيْدَيْنِ وَيَوْمِ الجُمُعَةِ”
Dari Jabir radhiyallahuanhu, diceritakan bahwa Nabi SAW memiliki jubah yang dikenakannya pada saat dua hari raya dan hari Jumat. (HR. Al-Baihaqi).
Amalan Sesudah Shalat Idul Adha
Setelah sholat, disunnahkan untuk memakai parfum dan wewangian sebagai bagian dari kegiatan hari raya. Ini dianggap sebagai salah satu hikmah karena kesempatan untuk bertemu dengan khalayak yang banyak. Selain itu, sunnah untuk tidak makan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Disunnahkan pula bagi yang melakukan shalat Idul Adha untuk bertakbir. Masyru’iyahnya ada pada Al-Quran Al-Karim dan sunnah nabawiyah:
“كَانَ النَّاسُ يُكَبِّرُونَ فيِ العِيْدِ حِينَ يَخْرُجُونَ مِنْ مَنَازِلِهمْ حَتَّى يَأْتُوا المـُصَلِّى وَحَتَّى يَخْرُجُ الإِمَامُ فَإِذَا خَرَجَ الإِماَمُ سَكَتُوا فَإِذَا كَبَّرَ كَبِّرُوا”
Dahulu orang-orang bertakbir di hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka hingga sampai di tempat shalat, sampai imam keluar, maka mereka pun diam. Bila imam bertakbir, maka mereka pun bertakbir.
Perbedaan Jalan Pergi dan Pulang
Disunnahkan untuk mengambil rute yang berbeda antara jalan pergi dan pulang pada hari raya. Selain itu, disunnahkan untuk bertahniah pada kedua hari raya, Idul Adha maupun Idul Fitri, karena keduanya merupakan hari yang dirayakan. Demikian pembahasan mengenai amalan sunnah sebelum dan sesudah shalat Idul Adha.