Berita

Latest Program: Kelelahan Menunggu Lama, Ibu di Cilegon Pingsan saat Antre Bansos

Latest Program: Ibu di Cilegon Pingsan Saat Antre Bansos

Latest Program – Seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten, sempat kelelahan hingga pingsan saat mengantre bantuan sosial (bansos) pemerintah, Jumat (22/5/2026). Insiden ini terjadi di halaman kelurahan yang dipadati ratusan warga yang ingin menerima paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Cuaca panas serta durasi antrean yang memakan waktu lama diduga menjadi penyebab utama kelelahan korban.

Kondisi Antrean yang Memadat

Program bansos yang menjadi bagian dari Latest Program ini disalurkan setiap dua bulan sekali. Para peserta harus hadir sejak pagi hari, bahkan sebelum jam layanan resmi dibuka pukul 08.00 WIB. Antrean di lokasi tersebut sudah membludak sejak dini hari, dengan banyak warga yang rela berjaga-jaga untuk mendapatkan bantuan tepat waktu.

“Menunggu terlalu lama dari pagi, akhirnya membuat kelelahan,” ungkap Ratu Niah, salah satu warga yang ada di lokasi.

Lurah Masigit, Mulyadi, mengatakan bahwa total 1.050 warga menerima bansos dalam bentuk dua karung beras dan minyak goreng. Peserta harus membawa dokumen KTP serta kartu keluarga sebagai syarat penerimaan. Selain itu, mereka juga difoto saat menerima bantuan sebagai bagian dari pemantauan Latest Program.

Pemantauan dan Proses Distribusi

“Ini bagian dari program bantuan ketahanan pangan,” terang Mulyadi.

Proses distribusi bansos berjalan lancar meski ada insiden ibu pingsan. Petugas setempat langsung memberikan pertolongan darurat kepada korban sebelum melanjutkan distribusi. Sejumlah warga segera memberikan bantuan pertama kali, sambil menunggu tim medis datang untuk menstabilkan kondisi korban.

Latest Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat yang kurang mampu. Meski penerimaan bansos dilakukan secara rutin, jumlah warga yang antre tetap tinggi karena jumlah paket terbatas. Kondisi ini mengharuskan warga berantre sejak dini hari untuk menghindari kehabisan kuota.

Sejumlah warga mengeluhkan bahwa durasi antrean terlalu panjang, terutama di hari-hari paling akhir bulan. Mereka mengatakan bahwa kelelahan fisik dan emosional jadi tantangan besar. Namun, meski ada risiko, banyak orang tetap memprioritaskan mendapatkan bantuan karena kebutuhan pokok mereka tidak terpenuhi.

Leave a Comment