Kecelakaan Beruntun Minibus Turis Singapura di Jalur Bromo: 11 Orang Terluka
Detail Kecelakaan dan Korban
Kecelakaan Beruntun Minibus Rombongan Turis Singapura – Kecelakaan beruntun yang melibatkan rombongan turis asal Singapura terjadi di Jalur Bromo, tepatnya di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pada hari Sabtu (9/5/2026). Dalam insiden ini, empat minibus mengalami tabrakan beruntun, menyebabkan 11 penumpang terluka. Kecelakaan terjadi saat rombongan turis yang sedang pulang dari aktivitas wisata Gunung Bromo melaju di jalan menurun, dengan rem kendaraan mengalami gangguan tiba-tiba.
Korban yang terluka terdiri dari enam wisatawan asal Singapura, satu sopir, dan empat pemandu wisata. Saat kecelakaan terjadi, minibus yang mengangkut rombongan sedang berjalan di jalur yang cukup curam. Sopir mengalami kepanikan setelah rem tidak berfungsi dengan baik, sehingga mengambil langkah ekstrem untuk menghentikan kendaraan dengan menabrak tiang listrik di depannya. Akibatnya, tiga kendaraan di belakangnya tidak sempat menghindar dan terlibat dalam tabrakan beruntun.
“Sopir minibus berusaha menghindari karambol dengan menabrak tiang listrik, meski kondisi jalan cukup berbahaya,” kata Yopi, pemandu wisata yang menyaksikan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa tiang listrik yang dihantam tidak hanya menghentikan laju kendaraan tetapi juga membantu mencegah tabrakan lebih parah.
Penyelidikan dan Evaluasi
Setelah kecelakaan, sembilan korban langsung dibawa ke Puskesmas Sukapura, sementara tiga orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Ar Rozy Probolinggo untuk perawatan lebih lanjut. Mayoritas korban mengalami luka memar dan robek, dengan kondisi kritis masih dalam pantauan tim medis. Kecelakaan ini memicu evaluasi terhadap kelayakan jalur Bromo sebagai tempat wisata, terutama di area yang curam.
Iptu Aditya Wikrama, Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, mengatakan bahwa penyebab kecelakaan masih dalam investigasi. “Kita sedang memeriksa kondisi teknis kendaraan dan mengumpulkan data dari saksi mata,” tambahnya. Pihak kepolisian juga mengevaluasi faktor-faktor seperti kondisi jalan, penggunaan rem, dan kecepatan kendaraan saat kejadian.
Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi pengendara yang melintasi jalur wisata Gunung Bromo. Terutama untuk rombongan turis yang sering menggunakan minibus, pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan tidak boleh diabaikan. Selain itu, pengemudi dianjurkan untuk memperhatikan kondisi jalan dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas di jalur yang terkenal curam ini.
Berikutnya, pihak terkait akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan yang terlibat dan memastikan bahwa semua korban diberi perawatan yang memadai. Kecelakaan beruntun ini juga menyoroti pentingnya kesadaran keselamatan di jalur yang sering dikunjungi rombongan turis asing. Dengan kecelakaan ini, mungkin akan ada kebijakan baru terkait pengawasan jalur dan penggunaan kendaraan yang lebih ketat.