Bukittinggi Gelap Gulita Imbas Blackout Sumatra, Kunjungan Wisatawan Anjlok
Bukittinggi Gelap Gulita Imbas Blackout Sumatra – Kota pariwisata Bukittinggi, Sumatera Barat, mengalami pemadaman listrik total yang memengaruhi area pusat wisata dan perdagangan, khususnya di sekitar Jam Gadang. Kondisi ini berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan, mengakibatkan penurunan aktivitas yang drastis di Taman Jam Gadang dan Pasar Ateh. Kejadian blackout Sumatra yang terjadi Sabtu (23/5/2026) malam mengganggu kehidupan sehari-hari warga dan pendatang, terutama di kawasan yang identik dengan keindahan alam serta budaya kota tersebut.
Gangguan Listrik yang Terjadi
Berdasarkan laporan PLN UID Sumatera Barat, pemadaman listrik di Bukittinggi terjadi akibat gangguan pada jaringan distribusi di area Jambu Aia dan Jalan Lintas Sumatra, Kabupaten Agam. Pemadaman berlangsung secara menyeluruh selama dua hari, mengakibatkan daerah-daerah seperti Pasar Ateh dan Jambu Aia mengalami gelap gulita. Meskipun lampu menara Jam Gadang tetap menyala berkat genset, suasana kota pariwisata ini terlihat jauh lebih sepi dibandingkan hari biasa.
Dampak blackout Sumatra ini tidak hanya terbatas pada penutupan toko-toko, tetapi juga memengaruhi operasional kafe, restoran, dan tempat hiburan yang menjadi magnet wisatawan lokal maupun mancanegara. Menurut pengelola kafe lokal, Dian, penerimaan pengunjung mengalami penurunan hingga 60 persen. “Sebelumnya, kami menerima pengunjung hingga 300 orang per hari, tapi hari ini hanya sekitar 120 orang. Wisatawan kehilangan minat karena kurangnya cahaya dan kenyamanan,” katanya.
Dampak pada Sektor Pariwisata dan Ekonomi
Kunjungan wisatawan ke Bukittinggi mengalami anjlok sejak pemadaman listrik dimulai. Pasar Ateh, yang biasanya ramai dengan pedagang dan pengunjung, kini hanya sebagian kecil yang bertahan. Pemadaman ini juga memengaruhi usaha kecil menengah (UKM) yang sebagian besar bergerak di bidang pariwisata, seperti usaha makanan, perhotelan, dan penjualan oleh-oleh khas Kota Bukittinggi.
Seorang penjaga toko oleh-oleh, Rina, mengatakan kehilangan pendapatan hingga 50 persen karena banyak pelanggan tidak datang. “Kami mengandalkan ketersediaan lampu sebagai daya tarik utama. Kalau gelap, pelanggan pun kembali ke kota lain seperti Padang atau Pekanbaru,” tambahnya. Dampak ekonomi ini diprediksi akan terus terasa hingga listrik sepenuhnya pulih.
Menurut pengamatan, kejadian gelap gulita di Bukittinggi juga mengganggu kegiatan pendidikan dan kesehatan. Sekolah-sekolah di kawasan pusat kota dibuka dengan lampu senter dan peralatan seadanya. “Anak-anak biasanya lebih tertarik belajar di bawah sinar matahari, tapi saat ini mereka terbiasa belajar di bawah lampu,” kata Guru Bahasa Indonesia, Surya, yang mengajar di salah satu sekolah lokal.
Langkah Pemulihan dan Persiapan Masa Depan
Pihak PLN UID Sumatera Barat menyatakan bahwa tim teknis sedang berupaya memperbaiki jaringan listrik secara bertahap. Sejumlah wilayah seperti Jalan Jenderal Sudirman di Bukittinggi telah kembali mendapat aliran listrik, namun area utama seperti Pasar Ateh dan Taman Jam Gadang masih gelap. Dalam pernyataannya, PLN memperkirakan pemulihan penuh akan terjadi dalam 48 jam, meskipun sejumlah penggunaan genset masih diperlukan untuk mengatasi kebutuhan listrik sementara.
Kota Bukittinggi juga mengambil langkah untuk memperkuat infrastruktur listrik dalam jangka panjang. Wali Kota Bukittinggi, Efrizon, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan investasi dalam sistem penyimpanan energi dan generator cadangan. “Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang, terutama karena jumlah wisatawan yang terus meningkat,” katanya dalam jumpa pers beberapa hari lalu.
Sementara itu, masyarakat lokal berharap ada perbaikan lebih lanjut terutama di kawasan wisata. Sejumlah pedagang mengungkapkan bahwa kejadian ini memperlihatkan kelemahan sistem listrik di daerah yang secara ekonomi sangat bergantung pada kunjungan wisatawan. “Kami mengharapkan peningkatan keandalan listrik untuk menjaga daya tarik Bukittinggi sebagai destinasi pariwisata,” pungkas salah satu pengusaha kuliner, Surya.