Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah Jalan Desa Mojokerto, Begini Wujudnya
Arkeolog Temukan Situs Majapahit di Bawah – Berita arkeologi terbaru mengungkapkan bahwa tim arkeolog dari Badan Pelestari Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur menemukan peninggalan bersejarah yang diduga berasal dari Kerajaan Majapahit di bawah permukaan jalan desa. Lokasi penemuan berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yang kini menjadi lahan pertanian. Struktur kuno ini, yang berada di kedalaman sekitar dua meter, kemungkinan merupakan bagian dari dinding pembatas Situs Bhre Kahuripan, salah satu situs penting sejarah.
Proses Penemuan dan Analisis Awal
Penggalian dilakukan melalui ekskavasi test pit, metode yang digunakan untuk menelusuri lapisan tanah secara sistematis. Tim arkeolog menemukan tanda-tanda struktur memanjang dengan bentuk menyerupai tiang dinding, yang mengelilingi area ibadah. Dalam proses ini, mereka menemukan lapisan batu bata merah kuno yang tertimbun, menunjukkan adanya aktivitas manusia pada era Majapahit. Meski belum ditemukan artefak spesifik, hasil awal menunjukkan bahwa dinding ini merupakan bagian utara dari Situs Watu Ombo Bhre Kahuripan, yang dikenal sebagai situs peninggalan Raja Raden Wijaya.
Dalam penjelasannya, Ikhwan, anggota tim arkeolog, menyatakan bahwa dinding ini kemungkinan berfungsi sebagai batas wilayah. “Kami melakukan ekskavasi test pit untuk menelusuri struktur pembatas situs,” katanya, Minggu (31/5/2026). Menurut Ikhwan, dinding tersebut memiliki kesamaan bentuk dengan struktur di sekitarnya, sehingga membantu memperkuat teori bahwa lokasi ini termasuk dalam kompleks pusat kota Majapahit.
Perkembangan Penelitian dan Potensi Temuan Selanjutnya
Penemuan ini memicu perhatian lembaga arkeologi untuk mempertimbangkan opsi pembebasan lahan jalan desa agar penelusuran bisa diperluas. Pihak BPK Wilayah XI Jawa Timur berencana melakukan eksplorasi lebih lanjut untuk mengungkap struktur lain yang mungkin tersembunyi. Dengan keberadaan dinding pembatas ini, kemungkinan terdapat bangunan utama atau wilayah pengelolaan kota yang belum terungkap.
Situs Watu Ombo Bhre Kahuripan sebelumnya telah dikaji oleh peneliti sebelumnya, tetapi penemuan di bawah jalan desa ini memberikan gambaran baru tentang bagian wilayah yang belum terjamah. Peninggalan yang terdeteksi menunjukkan bahwa daerah Mojokerto memiliki peran strategis dalam sejarah Kerajaan Majapahit, dengan potensi menjadi pusat administratif atau keagamaan. Arkeolog juga menyoroti bahwa peninggalan ini harus dijaga agar tidak rusak akibat aktivitas pertanian.
Kerajaan Majapahit, yang berdiri sejak abad ke-13, dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di Nusantara. Penemuan di Mojokerto diharapkan bisa mengisi celah sejarah mengenai bentuk kota atau kompleks istana yang belum diketahui secara detail. Struktur dinding yang ditemukan ini menjadi bukti bahwa Mojokerto mungkin merupakan bagian dari sistem kota Majapahit yang terdiri dari zona-zona berbeda.
Potensi Konservasi dan Pengembangan Wisata
Kebutuhan konservasi menjadi perhatian utama setelah ditemukan struktur yang tersembunyi. Tim arkeolog menyatakan bahwa perlindungan dan pemugaran situs ini penting untuk melestarikan budaya setempat. Dengan adanya dinding pembatas di bawah jalan desa, pihak terkait berharap bisa menggali lebih dalam mengenai fungsi dan struktur kota Majapahit di daerah tersebut. Hasil penelitian ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik wisata sejarah di Mojokerto.
Kemajuan arkeologi di Mojokerto menggambarkan peran penting kawasan ini dalam sejarah Indonesia. Penemuan dinding pembatas ini memberikan petunjuk bahwa ada kompleks bangunan yang mungkin terkait dengan aktivitas politik atau religius Kerajaan Majapahit. Selanjutnya, tim akan memperluas penelitian untuk memastikan apakah ada struktur utama lain di bawah permukaan jalan, yang bisa mengubah persepsi sejarah wilayah ini.