Jangan Anggap Migrain Biasa, Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Stroke
Jangan Anggap Migrain Biasa – Keluhan yang sering dianggap sebagai hal wajar, seperti migrain, bisa jadi pertanda kondisi serius. Dokter spesialis, Dr. Aditya Surya Pratama, mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap gejala tertentu yang muncul bersamaan dengan sakit kepala. Beberapa kasus menunjukkan bahwa migrain bisa menjadi indikasi gangguan pada otak, termasuk stroke, yang perlu segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih parah.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram, Dr. Aditya menjelaskan bahwa tidak semua sakit kepala bisa dikategorikan sebagai migrain, vertigo, atau tension type headache (TTH). Ia menekankan perlunya observasi mendalam terhadap gejala neurologis yang muncul, karena bisa menjadi tanda adanya masalah serius di area otak. Migrain biasanya nyerinya berdenyut, terjadi di satu sisi kepala, dan semakin sakit jika terkena cahaya, suara, atau bau tertentu. Namun, gejala seperti bicara pelo, lemah sebelah tubuh, penglihatan mendadak hilang, kejang, atau sakit kepala paling parah seumur hidup bisa mengarah ke kondisi yang lebih berbahaya.
Gejala Migrain vs Stroke
Perbedaan antara migrain dan stroke terletak pada penyebab serta dampaknya. Migrain umumnya bersifat kronis dan bisa diatasi dengan obat, tetapi stroke adalah kondisi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak. Dr. Aditya menyebutkan bahwa orang yang mengalami migrain biasa sering mengabaikan gejala seperti kejang atau kesemutan di wajah, padahal ini bisa menjadi tanda awal stroke. “Masyarakat cenderung langsung menyalahkan faktor kelelahan atau stres, tapi gejala serius seperti ini harus dipertimbangkan,” ujarnya.
Stroke bisa terjadi karena penyumbatan pembuluh darah (ischemik) atau pecahnya pembuluh darah (hemoragik). Gejala yang muncul bisa sangat beragam, mulai dari sakit kepala tiba-tiba, kelemahan pada satu sisi tubuh, gangguan penglihatan, hingga kejang. Dalam beberapa kasus, gejala ini muncul tanpa peringatan sebelumnya, sehingga penting untuk mengetahui kapan migrain biasa berubah menjadi tanda bahaya.
Tindakan yang Harus Diambil Saat Migrain Berpotensi Menjadi Tanda Stroke
Dr. Aditya memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak mengabaikan migrain yang disertai gejala abnormal. “Jangan anggap migrain biasa jika muncul tanda-tanda seperti perubahan bicara, kelemahan sebelah tubuh, atau kesemutan di wajah. Ini bisa menjadi pertanda stroke atau gangguan saraf lainnya,” tambahnya. Dia menekankan bahwa gejala neurologis seperti ini memerlukan penanganan segera, terutama jika gejala berulang atau semakin parah.
Dalam situasi darurat, waktu adalah faktor kritis. Stroke bisa menyebabkan kerusakan permanen jika tidak diatasi dalam 3-4 jam setelah gejala muncul. Dr. Aditya juga menyarankan agar individu yang sering mengalami migrain mengunjungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, terutama jika ada riwayat tekanan darah tinggi, kolesterol buruk, atau faktor risiko lainnya. “Migrain biasa tidak selalu berbahaya, tapi jika gejala neurologis muncul, jangan pernah menunda ke dokter,” pungkasnya.
Menurut penelitian, migrain yang disertai gejala seperti kesemutan di wajah atau kelemahan sebelah tubuh bisa terjadi karena gangguan pada pembuluh darah atau sirkulasi darah. Gejala ini sering diabaikan karena tidak selalu khas, tapi bisa menjadi tanda awal stroke. Untuk memastikan, Dr. Aditya menyarankan penggunaan skala penilaian seperti Scales of the International Headache Society (IHS) sebagai al