Lifestyle

Facing Challenges: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 / Dzulhijjah 1447 H, Bacaan Niat dan Keutamaan

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh pada Bulan Dzulhijjah 1447 H

Facing Challenges – Pada bulan Dzulhijjah 1447 H, jadwal puasa Ayyamul Bidh berbeda dari biasanya. Umat Islam yang ingin merayakan puasa sunnah ini perlu menyesuaikan tanggal karena hari-hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah) dilarang untuk berpuasa. Dalam hal ini, puasa Ayyamul Bidh bisa dimulai pada tanggal 14 hingga 16 Dzulhijjah, atau satu hari setelah berakhirnya Tasyrik.

Pembahasan Tanggal Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh biasanya dilakukan tiga hari saat bulan purnama, yaitu 13, 14, dan 15 bulan qamariyyah. Namun, di bulan Dzulhijjah, hari 13 masih termasuk Tasyrik, sehingga umat Muslim boleh memilih tanggal 14, 15, atau 16 sebagai pengganti. Hanif Luthfi MA dalam bukunya Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah menjelaskan bahwa pergeseran tanggal ini tetap valid.

“Laa taṣūmū waḥidhahī ayyām, fa inna ahadī ayyām akhl wa sharb wa dzikrillāhi.” (Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah ibnu Huzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan: “Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena sesungguhnya hari-hari ini adalah hari makan dan minum serta berzikir kepada Allah.”)

“Adalah Rasulullah SAW mewasiatkan tiga nasehat kepada saya, yang tidak pernah saya tinggalkan hingga wafat: 1. Berpuasa tiga hari tiap bulannya, 2. Mengerjakan shalat Dhuha, 3. Melakukan shalat Witir sebelum tidur.”

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Niat untuk berpuasa Ayyamul Bidh ditujukan kepada Allah. Contoh bacaan niat: Nawaitu shauma ghadin ayyaamul bidh sunnatan lillāhi ta’ālā. Artinya: “Saya niat berpuasa besok pada hari-hari putih sunnah karena Allah Ta’ala.”

Kesunnahan Puasa Tiga Hari Tiap Bulan

Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam kitab al-Majmu’ menyatakan bahwa puasa tiga hari dalam setiap bulan tidak harus dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15. Yang utama adalah jumlah tiga hari. Hadits shahih menegaskan bahwa kesunnahan puasa tiga hari tiap bulan tidak dibatasi waktu tertentu. Jika sudah terlambat, pahala puasa tersebut tetap diperoleh.

Leave a Comment