Kronologi Kejadian
Terekam CCTV ABK Tewas Terjepit Truk – Seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan tewas akibat terjepit bagian belakang truk tronton di Dermaga 4 Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, pada Rabu (27/5/2026). Korban, yang merupakan staf dari kapal penyeberangan KMP Munic 3, tewas saat sedang mengatur mobil-mobil yang akan masuk ke lambung kapal. Kecelakaan kerja ini terjadi saat truk bermuatan sekitar 25 ton serbuk pemurnian air sedang bergerak ke dalam kapal. Kamera CCTV yang dipasang di area dermaga berhasil menangkap momen kejadian yang memicu kekagetan para kru kapal.
Proses Penyelidikan dan Langkah-langkah Selanjutnya
Korban dikenal sebagai ABK yang aktif dalam operasional pengangkutan kendaraan ke kapal. Menurut sumber di lokasi, insiden terjadi karena sopir truk tidak menyadari blind spot di sisi kanan belakang kendaraan. Saat truk mundur, korban tidak sempat menghindar hingga tubuhnya tertimpa bagian belakang truk. Luka parah di kepala membuat korban tidak berdaya, lalu meninggal di tempat kejadian dengan darah mengucur deras.
“ABK lain yang melihat kejadian langsung menyuruh sopir truk untuk maju. Seketika korban yang sebelumnya terjepit jatuh,” ujar Kanit Reskrim KSKP Merak, Ipda Ibnu Majah.
Para kru kapal segera memberitahu petugas setempat, sementara sopir truk dan kru kapal lainnya dibawa ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSKP) Merak untuk diberi wawancara. Badan truk yang mengenai korban langsung diperiksa untuk mencari tahu kecepatan dan posisi saat kejadian.
Usai kejadian, jenasah korban diangkut ke Rumah Sakit Krakatau Medika untuk pemeriksaan medis. Tim medis melakukan investigasi terhadap kondisi tubuh korban guna mengetahui penyebab kematian yang pasti. Kepala KSKP Merak menyatakan bahwa penyelidikan sedang berjalan, termasuk pengumpulan bukti dari kamera CCTV dan rekonstruksi peristiwa berdasarkan kesaksian saksi.
Analisis Faktor Keselamatan
Kecelakaan ini memicu pertanyaan mengenai keselamatan kerja di pelabuhan. Pihak KSKP Merak menyatakan bahwa prosedur pengangkutan kendaraan ke kapal seharusnya sudah memperhatikan risiko blind spot. Namun, terbukti masih ada kekurangan dalam koordinasi antara ABK dan sopir truk. Pihak terkait sedang memperiksa apakah ada pelanggaran protokol atau kesalahan manusia yang menjadi penyebab langsung insiden.
Menurut sementara informasi, korban tewas terjepit truk karena berada di posisi rentan saat mobil-mobil masuk ke lambung kapal. Area kerja di pelabuhan Merak dikenal memiliki alur lalu lintas yang rapat, sehingga risiko tabrakan antara truk dan pejalan kaki bisa terjadi. Pihak KSKP berencana meningkatkan tanda peringatan dan memasang sistem pencahayaan tambahan untuk mengurangi risiko serupa di masa depan.
Kasus ABK tewas terjepit truk ini juga menarik perhatian masyarakat lokal. Banyak warga sekitar menyatakan kekecewaan terhadap kurangnya pengawasan di area dermaga. Dalam beberapa hari terakhir, pelabuhan Merak terus menjadi pusat perhatian karena beberapa insiden serupa yang dilaporkan. Kini, penyelidikan sedang mengeksplorasi apakah kesalahan tersebut terjadi secara berulang atau hanya kebetulan.