Terekam CCTV! ART Baru 1 Bulan Gasak Emas dan Uang Dolar Majikan di Surabaya
Terekam CCTV ART Baru 1 Bulan – Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) bernama ER tercatat sebagai pelaku pencurian yang dilakukan di rumah majikannya di Surabaya. Peristiwa ini terungkap berkat bukti dari rekaman kamera pengawas, yang mengungkap aksi pelaku yang baru bekerja selama satu bulan. Korban, Diah Lesti, seorang ibu rumah tangga dari Jember, mengalami kerugian sekitar Rp30 juta setelah emas 10 gram dan sejumlah uang dolar hilang dari kamar pribadinya. ER, yang direkrut melalui grup Facebook Loker ART Surabaya, berhasil memperdaya majikannya dengan cara yang terencana.
Penemuan dan Pelaporan Kejahatan
Pencurian terjadi pada 20 April 2026, saat ER mulai bekerja di rumah Diah. Meski sempat menghubungi majikannya untuk mengklaim bahwa semua barang dalam kondisi baik, kejadian berulang saat Diah menyadari emas serta uang dolar hilang. Kamera CCTV menjadi saksi bisu kejahatan tersebut, karena pelaku tak kunjung kembali ke rumah setelah menunggu hingga sore hari. “Saya menemukan bukti melalui CCTV dan langsung melaporkan kejadian ini ke polisi,” jelas Diah, Senin (25/5/2026), saat memberikan keterangan di Polrestabes Surabaya.
“Kerugian yang saya alami cukup besar, terutama karena barang-barang yang hilang berharga tinggi,” tambah Diah dalam wawancara dengan tim penyelidik. Ia menambahkan, ER mengaku tidak terlihat melakukan aksi tersebut saat di awal, tetapi baru menyadari ketidakwajaran setelah beberapa hari tidak menerima laporan dari majikannya.
Pelaku diketahui seorang perempuan yang sebelumnya aktif di grup Facebook Loker ART Surabaya. Ia menawarkan diri sebagai tenaga kebersihan, lalu menempati posisi tersebut di rumah korban. Polisi yang menerima laporan segera menindaklanjuti, dan setelah menemukan bukti kuat dari rekaman CCTV, ER ditangkap di rumah kontrakannya di Banyu Urip, Sawahan, Surabaya. Selain emas, uang dolar yang hilang pun menjadi bukti bahwa pelaku memiliki niat jahat sejak awal.
Keterangan dari Pelaku dan Modus Kerja
ER mengakui tindakannya saat diinterogasi oleh polisi. Ia mengatakan bahwa aksi pencurian dilakukan karena kebutuhan ekonomi yang mendesak. “Saya memang butuh uang, jadi saya memanfaatkan kesempatan di rumah majikan untuk mengambil barang-barang berharga,” ujarnya. Polisi menyita ponsel Oppo milik pelaku serta rekaman CCTV sebagai alat bukti utama. Keterlibatan ER dalam pencurian di rumah majikan lain, T, di Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, juga terungkap dalam proses penyidikan.
Modus kerja pelaku tergolong cermat. ER memanfaatkan akses ke ruang pribadi korban dan mengambil barang-barang dengan cara tersembunyi. Polisi menyebut bahwa ER bukan hanya pelaku tunggal, tetapi juga bagian dari komplotan spesialis yang melakukan pencurian secara terorganisir. “Ini menunjukkan bahwa pencurian di bidang rumah tangga semakin mengarah pada kejahatan berencana,” kata Kapolrestabes Surabaya, AKBP Asep Irianto, dalam jumpa pers.
Pelaku kini diperiksa secara intensif untuk memastikan seluruh barang yang hilang dapat diidentifikasi dan dikembalikan. Selain emas, uang dolar yang terjual ke penadah juga sedang dicari oleh tim penyidik. Diah Lesti, sebagai korban, mengaku terkejut dan kecewa karena pelaku baru saja direkrut. “Saya tidak menyangka ART yang baru diterima bisa melakukan hal seperti ini,” katanya. Kejadian ini menambah kekhawatiran warga Surabaya terhadap keamanan di lingkungan rumah tangga.
Dalam penyidikan lebih lanjut, polisi juga menyelidiki apakah ada indikasi lain dari ER seperti kejahatan serupa di tempat lain. Diah Lesti berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi majikan untuk lebih memperketat pengawasan terhadap ART yang baru ditempatkan. “Saya berharap bisa memperbaiki keamanan rumah, agar tidak terjadi kejadian serupa,” tutur Diah. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pencari kerja untuk tidak terburu-buru dalam menerima tawaran pekerjaan.