Berita

Latest Program: Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 84.000 Batang Rokok Ilegal, 1 Orang Ditangkap

Latest Program: Bea Cukai Malang Gagalkan Peredaran 84.000 Batang Rokok Ilegal, 1 Orang Ditangkap

Latest Program – Dalam rangka memperkuat upaya penegakan hukum di bidang kepabeanan, “Latest Program” Bea Cukai Malang berhasil menghentikan distribusi 84.000 batang rokok ilegal yang diduga akan dikirim ke luar wilayah. Operasi ini dilakukan setelah informasi dari masyarakat mengenai kendaraan yang mencurigakan diterima pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Selama penindakan, petugas menemukan ribuan batang rokok tanpa pita cukai dalam sebuah minibus putih yang sempat kabur saat akan dihentikan oleh tim pemeriksa. Hasil operasi ini menunjukkan keseriusan “Latest Program” dalam menekan peredaran barang ilegal di daerah tersebut.

Kendaraan Diduga Melalui Jalur Perbatasan

Kendaraan yang digunakan dalam pengiriman rokok ilegal diduga melintas di jalur perbatasan Kota Malang untuk menghindari pemeriksaan ketat. Kepala Bea Cukai Malang Johan Pandores menjelaskan, tim pemeriksa langsung melakukan patroli darat dan pemantauan di titik-titik strategis yang menjadi jalur utama pengangkutan barang kena cukai. “Kendaraan ini terlihat mencurigakan karena bergerak cepat dan berusaha menghindari pengawasan,” tambah Johan. Penindakan ini merupakan bagian dari “Latest Program” yang dilakukan secara rutin untuk menutup celah pengiriman barang ilegal ke daerah-daerah lain.

“Ketika mau dihentikan, kendaraan itu kabur dan sempat lepas dari pantauan petugas,” ujar Johan dikutip dari iNews Malang, Jumat (22/5/2026).

Setelah pengejaran intensif, petugas akhirnya menemukan kendaraan yang berhenti di Jalan Raden Panji Suroso, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing. Diduga, pelaku mencoba mengganti pelat nomor untuk mengelabui petugas. Saat pemeriksaan dilakukan, ditemukan 4.200 bungkus rokok ilegal berbagai merek, termasuk JB dan Hawaii. “Latest Program” dalam hal ini memainkan peran kunci dalam mengidentifikasi dan menghentikan distribusi barang ilegal secara efektif.

Dampak pada Penerimaan Negara

Peredaran rokok ilegal mengakibatkan kerugian signifikan bagi negara, terutama dalam penerimaan cukai. Dalam operasi ini, nilai barang yang disita diperkirakan mencapai Rp126,34 juta, sementara kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp63,624 juta. Angka ini menunjukkan pentingnya “Latest Program” dalam memastikan penerimaan negara tetap terjaga dan tidak terganggu oleh praktik perdagangan gelap. Rokok ilegal yang ditemukan berupa sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM) yang tidak dilengkapi pita cukai resmi, sehingga dijual dengan harga lebih murah.

Menurut Johan, rokok ilegal juga mengancam industri rokok legal yang sudah taat aturan. “Penjualan barang ilegal mengurangi pendapatan cukai, yang sangat vital untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah,” jelasnya. Dengan “Latest Program” ini, Bea Cukai Malang berupaya memastikan industri dalam negeri tetap kompetitif dan adil di pasar.

Langkah Pemantauan yang Intensif

Sebagai bagian dari “Latest Program,” Bea Cukai Malang terus meningkatkan metode pemantauan terhadap distribusi barang kena cukai. Selain patroli darat, pihaknya juga memanfaatkan teknologi dan informasi dari masyarakat untuk mengidentifikasi kendaraan maupun pelaku yang mencurigakan. “Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan informasi dan meningkatkan efektivitas operasi,” tambah Johan. Hal ini menunjukkan komitmen Bea Cukai Malang dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan penerimaan negara melalui tindakan preventif.

Penindakan ini juga menjadi contoh nyata bahwa “Latest Program” tidak hanya fokus pada tindakan pemeriksaan rutin, tetapi juga berupaya menemukan sumber-sumber peredaran ilegal secara proaktif. Dengan menangkap satu orang pelaku, Bea Cukai Malang membuka kemungkinan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan pengedar rokok ilegal yang masih aktif di wilayah tersebut.

Kontribusi untuk Pengembangan Ekonomi

Kehadiran “Latest Program” juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan menekan peredaran rokok ilegal, pemerintah dapat memastikan pendapatan dari cukai digunakan untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, dan program sosial yang menguntungkan masyarakat. Johan menegaskan bahwa operasi seperti ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan bisnis yang sehat dan adil. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak signifikan pada penerimaan negara dan meningkatkan kualitas industri rokok dalam negeri,” tutupnya.

Dengan “Latest Program” yang terus berjalan, Bea Cukai Malang berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan penerimaan negara. Operasi penghentian peredaran 84.000 batang rokok ilegal ini menjadi bukti bahwa upaya pemerintah dalam menegakkan aturan kepabeanan tidak hanya terbatas pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan edukasi terhadap masyarakat. Harapan besar pun tertarik pada penerapan program ini dalam mengurangi jumlah rokok ilegal di Indonesia, khususnya di wilayah Malang.

Leave a Comment