Gila! Aubameyang Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic yang Bertahan 17 Tahun di Liga Spanyol
Daftar Isi
Aubameyang Menghidupkan Awal Musim Deportivo dengan Rekor Bersejarah
Nusantaranews1.com – Pierre-Emerick Aubameyang langsung menjadi pusat perhatian pada awal musim LaLiga setelah mencetak gol dalam lima laga pertamanya bersama Deportivo La Coruña. Catatan itu menempatkan penyerang asal Gabon tersebut dalam kelompok yang sangat terbatas, sejajar dengan Zlatan Ibrahimovic yang pernah membuat pencapaian sama ketika membela Barcelona pada 2009.
Selama 17 tahun, torehan Ibrahimovic menjadi salah satu catatan langka di kompetisi tertinggi Spanyol. Kini, Aubameyang mengulanginya melalui penampilan tajam bersama Deportivo, klub yang baru kembali berlaga di kasta utama sepak bola Spanyol. Bagi tim asal Galicia itu, kontribusi sang striker bukan hanya bernilai statistik, melainkan juga penting untuk membangun kepercayaan diri pada musim yang penuh tantangan.
Lima Laga, Lima Gol
Aubameyang membuka musim dengan gol saat Deportivo berhadapan dengan Elche. Ketajamannya terus berlanjut dalam pertandingan berikutnya melawan Málaga, Valencia, dan Villarreal. Ia kembali mencetak gol pada jornada kelima ketika Deportivo bertandang ke Coliseum untuk menghadapi Getafe.
Pertandingan melawan Getafe menjadi contoh jelas besarnya pengaruh Aubameyang. Deportivo berada dalam situasi sulit setelah tertinggal pada babak kedua. Hasil tersebut mengancam catatan tanpa kekalahan yang dibangun tim pada pekan-pekan awal musim.
Harapan Deportivo muncul pada menit ke-78. Yeremy Pino mengirimkan bola silang ke area penalti, lalu Aubameyang menyambutnya dengan sundulan. Bola masuk ke gawang dan skor berubah menjadi 1-1. Gol itu membawa Deportivo pulang dengan satu poin sekaligus menjaga rekor tidak terkalahkan mereka.
Dengan gol tersebut, Aubameyang mengoleksi lima gol dari lima jornada. Ia juga telah mencatatkan dua assist, sehingga keterlibatannya dalam serangan Deportivo terasa sangat menonjol. Bagi sebuah tim yang sedang menjalani musim pertama setelah promosi, kehadiran pemain berpengalaman dengan produktivitas seperti ini memberi nilai besar.
Menyamai Jejak Ibrahimovic
Kesinambungan gol Aubameyang membuat namanya kembali dikaitkan dengan Ibrahimovic. Pada musim 2009, penyerang Swedia itu mencetak gol pada lima pertandingan pembuka LaLiga saat mengenakan seragam Barcelona. Sejak saat itu, tidak banyak pemain yang mampu menjaga ritme serupa sejak awal musim.
Aubameyang kini menjadi pemain yang menyamai pencapaian tersebut. Rekor ini juga membuatnya masuk daftar pemain LaLiga yang mampu mencetak gol pada lima jornada pertama secara beruntun, sebuah kelompok yang sebelumnya hanya diisi oleh 10 pemain lain.
Catatan itu menunjukkan betapa sulitnya mempertahankan produktivitas dalam setiap pekan pembuka kompetisi. Seorang penyerang tidak hanya perlu berada dalam kondisi fisik yang baik, tetapi juga harus mampu memanfaatkan sedikit peluang yang tercipta, menghadapi gaya bertahan lawan yang berbeda-beda, serta menjaga ketenangan di depan gawang.
Nama Ketiga dalam Sejarah Deportivo
Prestasi Aubameyang terasa lebih istimewa jika dilihat dari sejarah Deportivo La Coruña. Ia adalah pemain ketiga klub tersebut yang berhasil mencetak gol dalam lima jornada pembuka sebuah musim LaLiga.
Pahíño menjadi pemain Deportivo pertama yang melakukannya pada musim 1954-55. Hampir lima puluh tahun kemudian, Walter Pandiani mengulang catatan itu pada musim 2003-04. Aubameyang kemudian melengkapi daftar tersebut pada era berbeda, ketika sepak bola Spanyol memiliki tuntutan permainan yang jauh berubah dibanding masa dua pendahulunya.
Dengan tiga nama itu, Deportivo menjadi satu-satunya klub yang mempunyai tiga pemain dalam kelompok pencetak gol beruntun pada lima pekan pembuka LaLiga. Rekor tersebut memberi dimensi historis bagi perjalanan awal musim mereka, terutama karena tim ini sedang membangun kembali posisinya di level tertinggi.
Pengalaman yang Langsung Terasa
Aubameyang tiba di A Coruña pada usia 37 tahun setelah menjalani perjalanan karier di sejumlah klub besar Eropa. Usia sering menjadi bahan pembahasan ketika seorang penyerang memasuki fase akhir kariernya, terutama dalam kompetisi dengan tempo tinggi seperti LaLiga. Namun, lima pertandingan pertama memperlihatkan bahwa pengalaman dan naluri mencetak golnya masih sangat terjaga.
Perannya tidak semata-mata terletak pada jumlah gol. Seorang penyerang senior dapat membantu tim melalui pergerakan tanpa bola, ketenangan saat menghadapi tekanan, serta pemahaman terhadap momen pertandingan. Gol penyama kedudukan melawan Getafe memperlihatkan bagaimana Aubameyang mampu hadir ketika Deportivo membutuhkan penyelesaian.
Tim asuhan Antonio Hidalgo pun menikmati awal musim yang melampaui ekspektasi. Setelah lima jornada, Deportivo belum merasakan kekalahan dan mulai mencuri perhatian sebagai salah satu tim dengan pembukaan musim menarik di LaLiga. Hasil-hasil tersebut belum menentukan keseluruhan perjalanan kompetisi, tetapi memberi fondasi yang berharga bagi klub untuk menghadapi laga-laga berikutnya.
Bagi Aubameyang, pencapaian ini menegaskan bahwa produktivitas tidak selalu ditentukan oleh usia. Bagi Deportivo, gol-golnya menghadirkan poin, keyakinan, dan sorotan yang menyertai kembalinya klub ke panggung utama Spanyol. Lima laga pertama telah menciptakan awal yang sulit dilupakan, dengan Aubameyang berdiri sejajar bersama Ibrahimovic dalam catatan langka LaLiga.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gila Aubameyang Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic?
Gila Aubameyang Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gila Aubameyang Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic matter?
Gila Aubameyang Samai Rekor Zlatan Ibrahimovic matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.