Viral Oknum Polisi Diduga Terlibat Pencurian Sapi di Sumba Timur, Ini Kata Kapolres
Viral Oknum Polisi Diduga Terlibat Pencurian Sapi di Sumba Timur
Nusantaranews1.com – Sebuah rekaman video yang tersebar luas di media sosial sejak Minggu, 6 September 2026, membuat warga Sumba Timur geram. Dalam cuplikan singkat itu terlihat sosok yang diduga anggota Polri berada di lokasi pencurian ternak sapi di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Kasus viral oknum polisi diduga terlibat dalam aksi pencurian ini langsung memicu gelombang pertanyaan publik: apakah personel tersebut benar-benar ikut serta, atau sekadar hadir untuk tugas rutin?
Bagi masyarakat pedesaan di Sumba, sapi bukan sekadar aset ekonomi. Ternak ini melekat pada upacara adat, status sosial, dan tradisi pernikahan lintas generasi. Ketika institusi kepolisian terseret ke dalam pusaran kasus semacam ini, dampaknya terhadap kepercayaan publik menjadi berlipat ganda. Ribuan warganet membagikan dan mengomentari video tersebut dalam hitungan jam, memperbesar tekanan agar aparat bertindak tegas.
Respons Cepat dan Pengamanan di Lokasi
Jajaran Polsek Haharu bersama tim Polres Sumba Timur bergerak segera ke titik kejadian. Petugas melakukan olah TKP secara menyeluruh, mencatat kondisi lingkungan, dan mengumpulkan keterangan awal dari warga sekitar. Dalam operasi lapangan itu, dua orang yang diduga berkaitan dengan pencurian ternak berhasil diamankan, sementara sejumlah barang bukti disita untuk keperluan penyidikan.
Kapolres Sumba Timur, AKBP I Kadek Hery Cahyadi, membenarkan kehadiran personel Polri dalam rekaman yang beredar. Ia menegaskan bahwa yang bersangkutan telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan serta penyelidikan.
“Memang benar, di salah satu media itu terlihat seorang anggota Polri yang mana hingga saat ini sedang kita amankan dan sedang kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKBP I Kadek Hery Cahyadi, Senin (7/9/2026).
Kapolres menambahkan bahwa penanganan dilakukan secara simultan oleh Kapolsek Haharu dan tim tingkat kabupaten. Keduanya langsung mendatangi lokasi, mengamankan pihak yang diduga terlibat, serta mengumpulkan barang bukti sedini mungkin agar tidak hilang atau rusak sebelum proses hukum berjalan.
“Langsung diambil langkah-langkah oleh Kapolsek bersama dengan kami dari Polres, langsung datang ke lokasi, mengamankan yang diduga terlibat, serta barang bukti yang ditemukan di lokasi untuk segera mungkin kita amankan,” katanya.
Penyidikan Naik ke Tingkat Polres
Karena perkara ini menyeret dugaan keterlibatan anggota Polri, penanganan tidak lagi ditinggalkan di tingkat Polsek. Polres Sumba Timur mengambil alih penuh proses penyidikan, sejalan dengan prinsip independensi ketika pihak yang diduga bersalah merupakan bagian dari institusi penegak hukum itu sendiri. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik yang tidak berada di bawah komando langsung personel yang bersangkutan.
Satreskrim kini mengumpulkan alat bukti tambahan dan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Tujuannya merekonstruksi kronologi peristiwa secara utuh: siapa yang merencanakan, siapa yang mengeksekusi, serta apakah ada unsur perencanaan sebelumnya. Jika ditemukan indikasi kuat bahwa personel Polri memang turut serta, mekanisme disiplin internal berpotensi berjalan paralel dengan proses pidana umum.
“Namun sampai saat ini kami sedang mendalami sejauh mana nantinya keterlibatan personel tersebut masih dalam proses penyelidikan,” kata Kapolres.
Kapolres menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan mengenai peran spesifik maupun status hukum personel tersebut. Seluruh tahapan pemeriksaan harus rampung sebelum penetapan status hukum dilakukan.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Apakah personel Polri yang terekam video sudah ditetapkan sebagai tersangka? Belum. AKBP I Kadek Hery Cahyadi menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan status hukum belum ditetapkan. Pemeriksaan lanjutan oleh Satreskrim Polres Sumba Timur sedang berlangsung.
Siapa yang menangani kasus ini? Polres Sumba Timur mengambil alih penuh penyidikan dari Polsek Haharu. Langkah ini diambil agar penanganan independen terjaga mengingat pihak yang diduga terlibat merupakan anggota Polri.
Berapa banyak orang yang diamankan? Dua orang yang diduga berkaitan dengan pencurian ternak berhasil diamankan di lokasi kejadian. Barang bukti turut disita untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
Kapan dan di mana peristiwa ini terjadi? Video pertama kali beredar pada Minggu, 6 September 2026, dan menunjukkan kejadian di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.