Regional

Demo Kelompok Tani di Kisaran Ricuh, Sejumlah Orang Terluka dan Mobil Rusak

Daftar Isi
  1. Kericuhan Demo Kelompok Tani di Kisaran: Kronologi Lengkap dan Dampaknya
  2. Related Reading

Kericuhan Demo Kelompok Tani di Kisaran: Kronologi Lengkap dan Dampaknya

Nusantaranews1.com – Kisaran, ibu kota Kabupaten Asahan di Sumatera Utara, kembali menjadi pusat perhatian setelah Demo Kelompok Tani di Kisaran berlangsung kericuhan pada Kamis (13/8/2026) siang. Ribuan warga dan petani dari berbagai kelompok tani di wilayah Asahan turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Aksi ini berlangsung di depan kantor PT Bakrie Sumatera Plantation (BSP) dan berakhir dengan sejumlah orang terluka serta beberapa unit kendaraan yang rusak akibat bentrokan.

Dalam aksi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, para pengunjuk rasa menuntut kejelasan terkait dokumen Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan. Demo Kelompok Tani di Kisaran ini melibatkan ratusan peserta yang datang dari berbagai desa di sekitar Kisaran. Mereka membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan kepada pihak perusahaan perkebunan.

Akar Masalah: Permintaan Dokumen HGU yang Belum Jelas

Ketegangan antara para petani dan petugas keamanan mulai muncul sejak pagi hari. Para anggota kelompok tani yang menjadi bagian dari Demo Kelompok Tani di Kisaran ini telah menunggu sejak pukul 09.00 WIB di depan gerbang utama kantor BSP. Mereka menuntut agar perusahaan menunjukkan surat perubahan HGU yang telah diterbitkan.

Petugas keamanan PT BSP memasang pagar berduri di sekitar area pintu masuk sebagai langkah antisipasi. Namun, hal ini justru memicu ketegangan karena para petani merasa hak mereka untuk mengakses dokumen tidak dihormati. Ali Usman Sitorus, salah satu perwakilan kelompok tani, menyatakan bahwa mereka hanya ingin memastikan keabsahan dokumen yang ditampilkan perusahaan.

“Yang pertanyaan kami kalau memang itu SK perubahan BSP yang baru kenapa itu tidak boleh kita untuk mendokumentasikan, apakah itu betul atau tidak,” kata Usman dengan tegas di hadapan para wartawan.

Kronologi Kericuhan dan Korban yang Terjadi

Kericuhan pecah ketika beberapa peserta Demo Kelompok Tani di Kisaran mencoba menerobos masuk ke area kantor. Petugas keamanan merespons dengan menahan mereka, dan situasi semakin panas ketika lemparan batu mulai terjadi dari kedua belah pihak. Beberapa mobil yang diparkir di sekitar lokasi juga terkena lemparan batu sehingga mengalami kerusakan.

Menurut laporan dari lokasi, setidaknya lima orang mengalami luka-luka ringan akibat bentrokan. Sebagian besar korban adalah petugas keamanan yang bertugas menjaga area kantor. Sementara itu, tiga unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan pada kaca dan body akibat lemparan batu.

Polisi dari Polres Asahan segera datang ke lokasi untuk memulihkan situasi. Mereka berhasil memisahkan kedua belah pihak dan memastikan tidak ada korban yang lebih serius. Proses evakuasi korban dilakukan dengan cepat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Proses Mediasi dan Tindak Lanjut

Setelah situasi mulai mereda, perwakilan kelompok tani diberikan izin untuk masuk ke dalam kantor dan melakukan pembicaraan langsung dengan manajemen PT BSP. Wahyudi dari Legal Departemen perusahaan hadir dalam proses mediasi ini. Ia menjelaskan bahwa perusahaan akan memberikan imbauan resmi kepada kelompok masyarakat penggarap agar keluar dari areal HGU milik BSP.

“Kami akan memberikan imbauan, memberikan surat agar kelompok masyarakat penggarap itu keluar dari areal HGU nya BSP,” ujar Wahyudi dalam konferensi pers singkat di lokasi.

Proses penyelesaian Demo Kelompok Tani di Kisaran ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari ke depan. Pihak perusahaan berkomitmen untuk memberikan respons yang jelas terhadap semua tuntutan yang diajukan oleh para petani.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Demo Kelompok Tani di Kisaran

Apa penyebab utama Demo Kelompok Tani di Kisaran? Demo ini dipicu oleh permintaan para petani kepada PT BSP untuk menunjukkan dan mengizinkan dokumentasi surat perubahan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan.

Berapa banyak peserta yang terlibat dalam aksi ini? Ratusan anggota kelompok tani dari berbagai desa di Kabupaten Asahan berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.

Siapa saja korban yang mengalami luka-luka? Sebagian besar korban adalah petugas keamanan PT BSP yang bertugas menjaga area kantor. Total lima orang dilaporkan mengalami luka ringan.

Apa tindak lanjut dari demo ini? PT BSP akan memberikan imbauan resmi kepada kelompok masyarakat penggarap agar keluar dari areal HGU milik perusahaan. Proses mediasi masih berlangsung.

Apakah ada kerusakan properti dalam aksi ini? Ya, tiga unit kendaraan roda empat mengalami kerusakan akibat lemparan batu selama kericuhan berlangsung.

Dengan adanya Demo Kelompok Tani di Kisaran ini, masyarakat berharap pihak berwenang dapat memberikan solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Kejelasan status HGU dan hak-hak petani akan menjadi kunci dalam mencegah konflik serupa di masa depan.

Leave a Comment