Lifestyle

Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan, Dokter Ungkap Risikonya

Daftar Isi
  1. Sabun Kewanitaan: Kapan Sebaiknya Dihentikan?
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Sabun Kewanitaan: Kapan Sebaiknya Dihentikan?

Nusantaranews1.com – Menjaga kebersihan organ intim memang penting, namun penggunaan sabun khusus secara berlebihan justru bisa memberikan dampak negatif. Banyak wanita yang percaya bahwa sabun wangi atau pembersih khusus akan membuat area tersebut lebih bersih, padahal kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri yang hidup di sekitar genital.

dr Andika Afriansyah, seorang dokter spesialis urologi yang juga aktif sebagai influencer kesehatan, menyampaikan peringatan penting terkait hal ini. Ia menyarankan perempuan untuk mengurangi penggunaan sabun wangi maupun produk pembersih kewanitaan secara berlebihan. Kebiasaan ini perlu diperhatikan lebih serius, terutama bagi mereka yang sering mengalami infeksi saluran kemih berulang.

Empat Langkah Menjaga Kesehatan Saluran Kemih

Menurut dr Andika, penggunaan produk pembersih secara berlebihan dapat membunuh bakteri baik yang secara alami berada di sekitar area genital. Padahal, keberadaan bakteri baik tersebut berperan dalam menjaga perlindungan alami. “Empat, stop sabun wangi ataupun pembersih kewanitaan yang berlebihan. Niatnya sih bersih, malah bunuh bakteri baik yang jadi pelindung alami di sekitar kemaluan kamu,” ucap dr Andika, dikutip Kamis (13/8/2026).

Untuk mencegah ISK, dr Andika membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari. Pertama, segera buang air kecil setelah berhubungan seksual. Menurut dia, aliran urine dapat membantu membilas bakteri yang berpotensi masuk ke saluran kemih. “Satu, pipis setelah berhubungan intim. Aliran urin itu bisa ngebilas bakteri sebelum dia naik ke kandung kemih atau ke ginjal, makanya setelah berhubungan intim segera kencing,” katanya.

Kedua, hindari kebiasaan menahan buang air kecil. Urine yang terlalu lama mengendap di kandung kemih dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang. “Dua, jangan nahan kencing. Makin lama urin mengendap, makin banyak bakteri berkembang di kandung kemih kamu,” ujarnya.

Ketiga, perhatikan cara membersihkan area genital setelah buang air besar. Dr. Andika menyarankan membersihkan dari arah depan ke belakang agar bakteri dari area anus tidak berpindah ke bagian depan. “Tiga, cebok dari arah depan ke belakang. Kalau kebalik nanti bakteri yang dari belakang bisa pindah ke depan dan masuk ke kandung kemih kamu,” katanya.

Mengenal Infeksi Saluran Kemih

ISK sendiri merupakan kondisi ketika saluran kemih, seperti ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih mengalami infeksi. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke bagian saluran kemih lainnya hingga ginjal.

Gejala ISK dapat berupa rasa nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, demam dan menggigil, nyeri pinggang, hingga mual dan muntah. dr Andika juga mengingatkan orang yang mengalami ISK berulang agar tidak hanya mengandalkan antibiotik tanpa mencari penyebabnya. Jika ISK kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya. “Kalau ISK kamu kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, harus dicari nih penyebabnya, bukan antibiotik terus,” ucapnya.

Sehingga, menjaga kebersihan area kewanitaan sebaiknya dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan. Jika muncul gejala ISK atau infeksi terus berulang, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Frequently Asked Questions

What is Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan Dokter?

Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan Dokter is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan Dokter matter?

Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan Dokter matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment