News

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Ganja di Tanjung Priok, Terdeteksi lewat X-ray

Foto : Mary Jones - nusantaranews1.com

Special Plan: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ganja Berat di Tanjung Priok

Nusantaranews1.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyelundupan ganja dalam skala besar seberat 3,37 ton di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Operasi ini dilakukan dalam kerangka Special Plan yang dirancang untuk meningkatkan keamanan dalam pengawasan barang impor dan mencegah aliran narkoba ilegal. Penyelundupan ini melibatkan jaringan internasional yang mengoperasikan jalur pengiriman melalui Malaysia, Tiongkok, Indonesia, dan Thailand, dengan keberhasilan tergantung pada penerapan teknologi deteksi mutakhir serta strategi koordinasi antarlembaga.

Deteksi via X-ray: Teknologi yang Menjadi Kunci

Salah satu faktor utama keberhasilan operasi adalah penggunaan teknologi X-ray, yang memungkinkan petugas mengidentifikasi barang mencurigakan secara efisien sebelum pemeriksaan fisik. Teknik ini tidak hanya mempercepat proses penegakan hukum tetapi juga mengurangi risiko kebocoran informasi. Dalam kasus ini, alat X-ray membantu petugas menemukan ganja yang dikemas secara rapi dalam empat kontainer, menunjukkan kecanggihan sistem deteksi yang diadopsi dalam Special Plan.

“Penerapan X-ray memberi kami keunggulan dalam membedakan antara barang sah dan ilegal, terutama dalam kontainer yang tampak tidak mencurigakan,” ujar Djaka Budhi Utama, Dirjen Bea dan Cukai, seperti dilansir Jumat (3/7/2026).

Koordinasi antara Bea Cukai dan BNN dilakukan sejak tahap awal, memastikan pengawasan terus berjalan hingga ganja tiba di Gresik, Jawa Timur. Special Plan ini tidak hanya menguntungkan bagi pemerintah tetapi juga membantu masyarakat dalam mengenali ancaman narkoba dari segi kebijakan dan teknologi.

Strategi Controlled Delivery: Mendalami Operasi

Sebagai bagian dari Special Plan, petugas memilih pendekatan controlled delivery untuk mengungkap jaringan penyelundupan. Strategi ini melibatkan pemantauan tahap demi tahap, mulai dari pengiriman barang hingga proses unggah di gudang. Metode ini memungkinkan identifikasi pelaku dan transaksi yang tersembunyi, termasuk kemungkinan adanya penyuapan atau manipulasi dokumen.

“Dengan controlled delivery, kami bisa memastikan bahwa alur penyelundupan tidak terganggu, bahkan saat pengiriman tiba di lokasi tujuan,” terang Djaka.

Keberhasilan operasi ini juga didukung oleh kerja sama intensif dengan lembaga terkait, termasuk pihak-pihak yang mengontrol pengiriman dari Malaysia dan Tiongkok. Special Plan menjadi acuan dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi dan intelijen lintas negara.

Dalam proses penyelundupan, para pelaku menggunakan dokumen kepabeanan yang sah untuk mengelabui petugas. Namun, Special Plan yang terpadu antara Bea Cukai dan BNN berhasil memecahkan rancangan ini. Selain mengamankan ganja, operasi ini juga mengungkap jaringan pengedar yang terlibat, memberikan dampak jangka panjang dalam mengurangi permintaan ganja di wilayah Indonesia.

Hasil operasi ini menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya efektif dalam memblokir barang ilegal tetapi juga mendorong kolaborasi antarlembaga dalam menegakkan hukum narkoba. Bea Cukai menyatakan bahwa langkah ini akan dilanjutkan dengan kegiatan serupa di pelabuhan lain, mengingat ganja tetap menjadi ancaman utama bagi kebijakan anti-narkoba nasional.

Leave a Comment