Regional

Update Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah: 1.652 Rumah Rusak – 3 Tewas dan 91 Luka-Luka

Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah: Update Kerusakan dan Dampak Bencana

Gempa M 6 7 Sulawesi Tengah – Kepastian terkini mengenai dampak gempa bumi berkekuatan 6,7 skala Richter di Sulawesi Tengah semakin memprihatinkan. Gempa yang terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11.27 WITA, menimbulkan kerusakan yang melibatkan ribuan rumah serta mengorbankan nyawa manusia. Dalam laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah bangunan rusak tercatat mencapai 1.652 unit, dengan tiga korban meninggal dan 91 orang terluka. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah menjadi perhatian utama masyarakat setelah getaran berkekuatan besar mengguncang kota Palu dan sekitarnya.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Luas

Pemukulan gempa menyebabkan kerusakan yang tidak hanya terbatas pada bangunan rumah. Data dari BNPB menunjukkan sejumlah fasilitas umum dan sosial terkena dampak, termasuk 42 tempat ibadah, delapan gedung pemerintahan seperti Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih. Pemimpin Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa 1.472 unit bangunan rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat terjadi di Sigi. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah juga memengaruhi infrastruktur vital, yang memperparah kondisi masyarakat setelah bencana.

“Selain kerusakan pada bangunan, terdapat 17 orang luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala keluarga atau sekitar 6.412 jiwa terdampak akibat gempa M 6,7 Sulawesi Tengah,” tambah Abdul Muhari dalam pernyataan resmi. Dampak gempa tidak hanya terasa di Palu, tetapi juga merambat ke daerah sekitarnya, termasuk kabupaten lain seperti Parigi Moutong.

Titik Pusat Gempa dan Keselamatan Masyarakat

Dalam laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik ini berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer, yang menurut para ahli tidak berpotensi menyebabkan tsunami. Meski demikian, guncangan yang terjadi tetap berdampak signifikan, dengan sejumlah gempa susulan yang tercatat hingga Kamis, 18 Juni 2026. BMKG mencatat total 703 gempa susulan, dengan magnitudo tertinggi mencapai 5,2 dan terendah 1,3. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah menyisakan risiko terus-menerus yang perlu diwaspadai.

Kebutuhan tanggap darurat menjadi prioritas utama setelah bencana melanda. Pemerintah Kabupaten Sigi mengumumkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak kejadian, dengan Wakil Bupati Sigi ditunjuk sebagai komandan tugas penanganan darurat. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari, tetapi juga menantang kemampuan sistem pemulihan lokal. Penetapan status darurat provinsi sedang diproses oleh Pemerintah Sulawesi Tengah untuk menjamin dukungan lebih luas.

Wilayah Sigi terutama menjadi korban terparah, dengan tiga korban meninggal dunia di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, serta satu korban tambahan yang baru terkonfirmasi. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah menunjukkan kekuatan yang luar biasa, sehingga pemerintah daerah dan lembaga penanggulangan bencana terus berupaya untuk mengendalikan situasi. Dukungan dari masyarakat sekitar dan tim penyelamatan menjadi kunci dalam mengurangi korban dan mempercepat pemulihan.

Kebutuhan akan bantuan darurat meningkat seiring bertambahnya jumlah korban dan kerusakan. BNPB serta organisasi bantuan lainnya telah mengirimkan tim untuk mengevaluasi kerusakan dan menetapkan kebutuhan logistik. Gempa M 6,7 Sulawesi Tengah memperlihatkan betapa rentannya daerah rawan bencana terhadap guncangan besar. Dengan adanya sistem monitoring yang terus berjalan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.

Leave a Comment