Solving Problems: Komandan KKB Yahukimo Ditembak Mati
Solving Problems – Ditembak mati oleh Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, komandan operasi KKB Yahukimo, AP alias Y alias AS, berhasil ditangkap saat sedang berusaha melarikan diri di Jalan Poros Logpon KM 7, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (17/6/2026). Operasi ini adalah bagian dari upaya Solving Problems dalam menegakkan keamanan dan mengurangi tindak kekerasan di wilayah yang kerap menjadi sasaran KKB. Pelaku, yang merupakan anggota Batalyon Muara Kali Heluk, Seng, Sulo, Baliem, Indol (HSSBI), membawa senjata tajam dan amunisi, serta perlengkapan militer yang digunakan untuk melakukan aksi teror terhadap masyarakat sipil.
Operasi Penegakan Hukum
Kombes Pol Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, mengungkapkan bahwa tim gabungan TNI-Polri melakukan penyergapan ke markas HSSBI yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan satu butir amunisi kaliber 5,56 mm, sejumlah senjata tajam seperti parang dan sangkur, serta perlengkapan militer KKB. Selain itu, ditemukan juga satu unit motor yang menjadi alat transportasi pelaku. Solving Problems dalam konteks ini terlihat melalui tindakan cepat aparat untuk menghentikan aktivitas KKB yang terus mengancam ketenangan warga.
Pelaku, AP, sempat menolak berhenti saat petugas menyergapnya. Setelah melakukan aksi kejar-kejaran di hutan, petugas melepaskan tembakan terukur yang akhirnya mengenai tubuh AP. Pelaku dinyatakan tewas di tempat kejadian dan langsung dievakuasi ke RSUD Dekai. Menurut Irjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, aksi ini menunjukkan komitmen penuh dalam Solving Problems terkait ancaman kekerasan di Papua.
Sebelumnya, AP diduga terlibat dalam beberapa insiden serangan terhadap warga sipil. Dalam laporan polisi, pelaku disebut sebagai otak penembakan dua korban pada 28 April 2026. Alexander Angket dan Naldy Magosa berhasil selamat setelah dievakuasi tim medis. Pada 30 April 2026, pelaku juga melakukan serangan terhadap Ruko Blok A Dekai, menembak sepeda motor milik Suhardin hingga rusak, meski tidak ada korban jiwa. Aksi-aksi ini menjadi bukti bahwa Solving Problems adalah prioritas utama pemerintah dan aparat keamanan.
Dalam proses penangkapan, petugas menciduk HS (28), yang mengaku menyimpan senjata dari AP. Pengakuan HS membantu mengungkap lokasi persembunyian pelaku di sekitar Pos Kilo 6. Tim penyidik langsung melakukan pengintaian dan berhasil menangkap AP saat ia melintas menggunakan motor. Aksi kejar-kejaran ini berlangsung cepat, dengan petugas memberi peringatan sebelum melepaskan tembakan akhir. Solving Problems dalam operasi ini tidak hanya tentang menghentikan tindakan KKB, tetapi juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan wilayah.
“Operasi penegakan hukum ini adalah bagian dari komitmen total kami demi menindak setiap pelaku tindak pidana kekerasan yang mengganggu ketenangan dan keamanan masyarakat di tanah Papua,”
kata Irjen Pol Faizal Ramadhani. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi ini memperkuat upaya Solving Problems dalam menangani konflik antara KKB dan masyarakat. Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga, juga menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Dekai kini lebih stabil setelah penangkapan AP.
KBB atau Kelompok Bersenjata (KKB) Yahukimo dikenal sebagai salah satu organisasi separatis yang aktif menyerang infrastruktur dan warga sipil di Papua. Aksi mereka sering kali memicu ketegangan dan memperburuk situasi keamanan. Dengan menangkap komandan operasi yang menjadi salah satu pelaku utama, Satgas Damai Cartenz-2026 membuktikan kemampuan dalam Solving Problems secara efektif. Penangkapan ini juga menunjukkan koordinasi yang baik antara TNI-Polri dan masyarakat setempat dalam memantau kegiatan KKB.