Regional

KM Yukai Tenggelam usia Hantam Karang di Labuan Bajo, 17 Wisatawan Dievakuasi

codex-48854e764c974b20ad7491d4bbe53595
Foto : Sarah Hernandez - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. KM Yukai Tenggelam Setelah Diduga Menghantam Karang di Perairan Labuan Bajo
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

KM Yukai Tenggelam Setelah Diduga Menghantam Karang di Perairan Labuan Bajo

Nusantaranews1.com – Sebuah kapal wisata bernama KM Yukai berukuran 55 GT tenggelam di perairan Tanjung Sture, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (27/9/2026). Seluruh 17 orang yang berada di kapal, terdiri atas wisatawan dan awak kapal, berhasil dievakuasi dengan selamat ke dermaga Labuan Bajo.

Peristiwa itu terjadi ketika KM Yukai membawa rombongan dari area mooring Pulau Kelapa menuju Pulau Bidadari. Tujuan perjalanan tersebut adalah kegiatan snorkeling, salah satu aktivitas wisata bahari yang umum dilakukan di kawasan perairan sekitar Labuan Bajo.

Dalam perjalanan, bagian bawah kapal diduga menghantam gugusan terumbu karang yang berada di perairan dangkal. Benturan keras itu menyebabkan kerusakan pada lambung kapal dan memicu kebocoran serius. Air kemudian masuk ke dalam kapal dengan cepat, membuat posisi kapal semakin miring sebelum akhirnya tenggelam.

Evakuasi Melibatkan Kapal Wisata dan Tim Gabungan

Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh kapal-kapal wisata yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. KM NK Jaya 01 dan KM Alfatran membantu proses awal penyelamatan para penumpang yang berada di laut maupun di sekitar kapal yang mulai kehilangan keseimbangan.

Penumpang terlebih dahulu diamankan menggunakan sekoci. Setelah itu, mereka dipindahkan secara bertahap ke armada Rigid Inflatable Boat atau RIB yang dioperasikan oleh Polairud dan Basarnas. Kehadiran kapal bantuan di sekitar titik tenggelamnya KM Yukai mempercepat pemindahan seluruh korban dari area perairan menuju daratan.

“Proses evakuasi berjalan cepat berkat bantuan kapal wisata di sekitar lokasi serta perahu RIB gabungan Polairud dan Basarnas. Seluruh korban berhasil dievakuasi ke daratan dengan selamat,” tulis laporan tim evakuasi gabungan di lapangan, Minggu (27/9/2026).

Sekitar pukul 08.15 WITA, seluruh penumpang dan awak kapal telah tiba di dermaga Labuan Bajo. Setibanya di lokasi, petugas medis melakukan pemeriksaan fisik awal atau triase. Para korban juga memperoleh pendampingan psikologis awal sebelum proses pendataan identitas dilakukan.

Triase merupakan pemeriksaan awal untuk melihat kondisi korban setelah keadaan darurat. Langkah ini penting untuk memastikan setiap orang yang dievakuasi memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya, termasuk pemeriksaan atas kemungkinan cedera, kelelahan, atau dampak lain setelah berada dalam situasi kecelakaan laut.

12 Wisatawan dan Lima Awak Kapal Selamat

Total terdapat 17 orang di atas KM Yukai saat kapal mengalami kecelakaan. Sebanyak 12 orang merupakan wisatawan, sedangkan lima lainnya adalah awak kapal. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Rombongan wisatawan mencakup tujuh warga negara asing dari empat negara. Mereka terdiri atas dua warga negara Belgia, satu warga negara Italia, dua warga negara Prancis, serta dua warga negara Malaysia. Lima penumpang lainnya merupakan warga negara Indonesia, termasuk seorang pemandu wisata yang mendampingi perjalanan rombongan.

Nakhoda KM Yukai, Armansyah (32), juga selamat bersama empat awak kapal lainnya. Setelah evakuasi selesai, nakhoda dan kru dimintai keterangan oleh otoritas kesyahbandaran serta kepolisian setempat. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menelusuri penyebab pasti kapal tenggelam.

Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapan keselamatan dalam perjalanan wisata laut, terutama pada rute yang melintasi kawasan dengan terumbu karang dan perairan dangkal. Kondisi jalur pelayaran, pengawasan navigasi, kesiapan alat keselamatan, serta kemampuan kru menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penumpang.

Labuan Bajo merupakan kawasan yang dikenal dengan perjalanan wisata laut menuju pulau-pulau di sekitarnya. Aktivitas seperti snorkeling membutuhkan mobilitas antarpulau menggunakan kapal wisata. Dalam situasi darurat, koordinasi antara awak kapal, kapal lain di sekitar lokasi, aparat keamanan perairan, dan tim penyelamat menjadi faktor utama agar penumpang dapat segera diamankan.

Penyelamatan seluruh korban KM Yukai berlangsung dalam waktu relatif cepat karena bantuan datang dari beberapa unsur di lapangan. Kapal wisata yang berada di sekitar perairan Tanjung Sture membantu mengamankan penumpang pada tahap awal, sementara RIB Polairud dan Basarnas membawa mereka menuju dermaga secara bertahap.

Setelah seluruh korban berada di daratan, perhatian beralih pada penyelidikan kecelakaan serta kondisi kapal yang tenggelam. Otoritas terkait masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk dugaan benturan lambung kapal dengan terumbu karang dangkal yang menyebabkan kebocoran dan kapal kemudian tenggelam ke dasar laut.

Para wisatawan dan awak kapal telah dinyatakan selamat setelah menjalani evakuasi di Labuan Bajo. Penanganan lanjutan berfokus pada pemeriksaan kondisi para korban, pendataan identitas, serta pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang berada di KM Yukai ketika insiden terjadi.

Frequently Asked Questions

What is KM Yukai Tenggelam usia Hantam Karang?

KM Yukai Tenggelam usia Hantam Karang is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KM Yukai Tenggelam usia Hantam Karang matter?

KM Yukai Tenggelam usia Hantam Karang matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment