Sosok Alice Walton, Perempuan Terkaya di Dunia yang Punya Koleksi Seni Bernilai Fantastis
Daftar Isi
Alice Walton Kembali Menjadi Perempuan Terkaya di AS
Nusantaranews1.com – Alice Walton, pewaris Walmart yang dikenal luas lewat kiprahnya di dunia seni dan filantropi, kembali berada di puncak daftar perempuan terkaya di Amerika Serikat. Kekayaannya diperkirakan mencapai 118 miliar dolar AS, setara sekitar Rp2.094 triliun dengan kurs Rp17.752 per dolar AS.
Pencapaian tersebut memperpanjang posisinya selama empat tahun berturut-turut sebagai perempuan terkaya di AS. Dalam 12 bulan terakhir, nilai kekayaan Alice bertambah sekitar 12 miliar dolar AS, sejalan dengan kenaikan saham Walmart sebesar 10 persen. Pertumbuhan perdagangan elektronik, bisnis keanggotaan, dan perluasan layanan pengiriman cepat menjadi faktor yang mengangkat kinerja raksasa ritel itu.
Di usia 76 tahun, Alice menempati urutan ke-13 dalam daftar orang terkaya di Amerika Serikat. Selisih hartanya juga semakin jauh dari Julia Koch, pewaris Koch Inc. yang berada di posisi kedua perempuan terkaya di AS. Kekayaan Julia Koch bertambah 3,4 miliar dolar AS sepanjang tahun terakhir.
Keluarga Walton dan Kepemilikan Walmart
Alice adalah putri tunggal Sam Walton, pendiri Walmart. Ia berada tepat di bawah dua kakaknya dalam daftar kekayaan keluarga: Rob Walton memiliki sekitar 132 miliar dolar AS atau Rp2.343 triliun, sedangkan Jim Walton menguasai harta sekitar 128 miliar dolar AS atau Rp2.272 triliun.
Tiga bersaudara itu, bersama dua ahli waris mendiang John Walton serta sejumlah lembaga amal yang terkait dengan namanya, secara kolektif mengendalikan 44 persen saham Walmart. John Walton meninggal pada 2005.
Riwayat kepemilikan keluarga ini bermula jauh sebelum Walmart berdiri. Pada 1953, Sam Walton yang saat itu menjalankan usaha toko menyerahkan 80 persen kepemilikan perusahaan holding keluarga kepada anak-anaknya. Langkah itu ditempuh sembilan tahun sebelum gerai Walmart pertama dibuka, dengan tujuan mengurangi potensi beban pajak warisan pada masa depan.
Sejak Sam Walton wafat, nilai saham Walmart terus bergerak naik. Keluarga Walton kemudian menjual maupun menyumbangkan saham senilai puluhan miliar dolar AS secara bertahap. Strategi tersebut menjaga kepemilikan keluarga tetap berada di bawah 50 persen, meskipun Walmart juga melakukan pembelian kembali saham dalam skala besar.
Rob Walton mengakhiri masa tugasnya di dewan direksi Walmart pada 2024 setelah lebih dari 40 tahun bergabung dalam dewan. Selama lebih dari dua dekade, ia juga memegang jabatan chairman. Jim Walton masih aktif sebagai chairman Arvest Bank Group, lembaga perbankan dengan aset sekitar 26 miliar dolar AS.
Dari Walmart ke Dunia Seni Amerika
Perjalanan profesional Alice Walton tidak hanya melekat pada bisnis ritel keluarga. Setelah menyelesaikan pendidikan administrasi bisnis di Trinity University, Texas, pada 1971, ia sempat bekerja di Walmart sebagai pembeli pakaian anak-anak. Namun, minatnya kemudian beralih secara kuat ke bidang seni.
Namanya sangat terkait dengan Crystal Bridges Museum of American Art di Bentonville, Arkansas, kota yang menjadi basis keluarga Walton. Alice mendirikan museum tersebut dan selama satu dekade menjabat sebagai ketuanya, sebelum meninggalkan posisi itu pada 2021.
Crystal Bridges dibuka pada 2011 dan menyimpan koleksi permanen seni Amerika dari rentang lima abad. Museum ini menghadirkan karya-karya penting, termasuk Rosie the Riveter karya Norman Rockwell, Radiator Building—Night, New York karya Georgia O’Keeffe, serta lukisan potret George Washington dari 1797 karya Gilbert Stuart.
Pembangunan fasilitas museum itu menelan sekitar 1,6 miliar dolar AS. Hampir seluruh pendanaannya berasal dari sejumlah yayasan keluarga yang menggunakan nama John Walton dan Helen Walton, ibu Alice yang meninggal pada 2007. Kehadiran museum tersebut memperkuat Bentonville sebagai salah satu lokasi penting bagi penikmat seni Amerika, di tengah identitas kota yang sejak lama juga bertaut dengan sejarah Walmart.
Filantropi Seni, Kesehatan, dan Pendidikan
Selain mengoleksi dan mendukung seni, Alice Walton menyalurkan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan sosial. Dalam 10 tahun terakhir, aktivitas filantropinya meningkat. Ia telah memberikan lebih dari 6 miliar dolar AS kepada lima yayasan amal keluarga.
Hingga 2024, yang menjadi tahun terakhir pelaporan pajak lembaga nirlaba keluarga tersebut, lebih dari 2 miliar dolar AS dari dana Walton diperkirakan telah digunakan untuk kegiatan amal. Penyaluran dana itu menunjukkan bahwa kekayaan keluarga Walmart tidak hanya dipertahankan melalui kepemilikan saham, tetapi juga dialokasikan bagi proyek budaya, pendidikan, dan layanan publik.
Melalui Art Bridges Foundation yang didirikan pada 2016, Alice telah menghabiskan lebih dari 500 juta dolar AS untuk membeli dan meminjamkan karya seni Amerika. Karya-karya tersebut telah menjangkau lebih dari 400 museum di berbagai wilayah AS. Model peminjaman ini memberi museum kesempatan menghadirkan koleksi penting tanpa harus membeli seluruh karya dengan biaya yang sangat tinggi.
Kontribusi Alice juga diarahkan ke pendidikan kedokteran. Ia menyumbangkan sedikitnya 250 juta dolar AS untuk Alice L. Walton School of Medicine di Bentonville. Sekolah kedokteran itu menerima angkatan pertamanya pada 2025, dengan 48 mahasiswa yang mengikuti program kedokteran selama empat tahun.
Pada tahun yang sama, Alice bersama anggota keluarga Walton lain mengumumkan rencana pembangunan universitas baru yang menitikberatkan pendidikan STEM—sains, teknologi, teknik, dan matematika. Kampus tersebut akan berdiri di bekas lokasi kantor pusat Walmart di Bentonville dan ditargetkan menerima mahasiswa pertama pada 2029.
Dengan kekayaan yang bertumpu pada Walmart, Alice Walton membangun peran yang berbeda dari operasi bisnis sehari-hari perusahaan tersebut. Fokusnya pada seni, akses museum, pendidikan kedokteran, serta pengembangan bidang STEM memperlihatkan bagaimana pengaruh keluarga Walton meluas dari sektor ritel ke berbagai institusi yang membentuk kehidupan masyarakat di Arkansas dan Amerika Serikat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Sosok Alice Walton Perempuan Terkaya di Dunia?
Sosok Alice Walton Perempuan Terkaya di Dunia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Sosok Alice Walton Perempuan Terkaya di Dunia matter?
Sosok Alice Walton Perempuan Terkaya di Dunia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.