News

Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim, Pura-Pura Nangis hingga Sebut Anaknya Tertimpa Kipas Angin

codex-8f262ff0061340b2830f4d8276f65bff
Foto : Sarah Smith - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Polisi Periksa Ayah Kandung dalam Kasus Kematian Bayi 11 Bulan di Cakung
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polisi Periksa Ayah Kandung dalam Kasus Kematian Bayi 11 Bulan di Cakung

Nusantaranews1.com – Seorang bayi berusia 11 bulan meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan di wilayah Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. Polisi telah mengamankan ayah kandung korban berinisial RPP (30) untuk diperiksa lebih lanjut dalam perkara tersebut.

Peristiwa ini menarik perhatian warga sekitar setelah kondisi bayi diketahui sangat memprihatinkan. Saat ditemukan, korban disebut sudah tidak sadarkan diri, dengan wajah terlihat lebam dan pucat. Dugaan kekerasan kemudian mengarah kepada RPP, yang sebelumnya meminta bantuan untuk membawa anaknya ke rumah sakit.

Dugaan Penganiayaan Terjadi Kamis Malam hingga Jumat Dini Hari

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi menjelaskan, pemeriksaan awal mengarah pada dugaan penganiayaan yang berlangsung antara Kamis malam dan Jumat dini hari, 2 Oktober 2026. Dalam keterangan sementara, RPP disebut melakukan kekerasan terhadap putranya pada hari kejadian.

Korban diduga dibenturkan bagian belakang kepalanya ke dinding sebanyak tiga kali. Selain itu, bagian punggung bayi juga disebut dipukul menggunakan tangan kanan pelaku yang dalam posisi mengepal.

“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya, kepala bagian belakang si anak korban dibenturkan ke dinding sebanyak 3 kali,” ujar Made.

“Bagian punggung anak korban dipukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” kata Made.

Kekerasan terhadap anak, terutama bayi, dapat menimbulkan dampak serius karena kondisi fisik mereka masih sangat rentan. Dalam kasus ini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian serta keterangan dari pihak-pihak yang berada di lokasi sebelum korban dibawa untuk mendapatkan pertolongan.

Pura-Pura Menangis dan Meminta Bantuan

Setelah insiden tersebut, RPP sempat menggendong bayinya sambil menangis. Ia kemudian meminta bantuan agar korban dibawa ke rumah sakit. Kepada orang di sekitar, ia menyampaikan bahwa anaknya mengalami muntah-muntah.

Saksi berinisial S melihat kondisi korban dan mencoba menanyakan penyebab bayi itu sakit. Namun, keadaan fisik korban menimbulkan kecurigaan karena wajahnya dipenuhi luka lebam. Saksi kembali meminta penjelasan kepada RPP mengenai luka yang terlihat pada tubuh bayi tersebut.

RPP tidak segera memberikan jawaban yang jelas. Ia justru menyebut luka pada anaknya berasal dari kipas angin yang menimpa korban. Keterangan itu juga disampaikan kepada istrinya, yang merupakan ibu kandung bayi tersebut.

“Saksi 1 kemudian bertanya lagi terhadap pelaku ‘kamu apain anak ini’ dan dijawab oleh pelaku tertimpa kipas angin dan jawaban pelaku berbelit-belit,” ujar Andre.

Penjelasan yang berubah-ubah membuat saksi semakin curiga. S kemudian menghubungi ketua RT setempat untuk meminta bantuan. Ketua RT datang ke lokasi dan mendapati bayi itu telah tidak sadar, dengan kondisi wajah lebam serta pucat.

Ketua RT Hubungi Polisi

Melihat keadaan korban, ketua RT segera menghubungi Polsek Cakung. Petugas kemudian menangani kejadian tersebut dan membawa RPP untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban.

Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra membenarkan bahwa pria yang diamankan merupakan ayah kandung bayi tersebut. Identitas dan perannya telah didalami oleh penyidik dalam penanganan perkara ini.

“Iya (ayah kandung bayi) setelah didalami,” kata Kapolsek Cakung AKP Andre Try Putra saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).

Penanganan kasus ini menempatkan keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan sebagai bagian penting untuk mengungkap kejadian secara utuh. Polisi juga perlu mendalami alasan di balik perbedaan antara kondisi korban dan penjelasan awal yang disampaikan RPP kepada orang-orang di sekitarnya.

Kasus kematian bayi di Cakung ini menjadi pengingat pentingnya respons cepat ketika anak menunjukkan tanda luka, perubahan kondisi fisik yang mendadak, atau membutuhkan pertolongan medis. Kecurigaan saksi yang memilih melibatkan ketua RT dan kepolisian turut mempercepat penanganan terhadap korban serta pemeriksaan terhadap pihak yang diduga terlibat.

RPP kini menjalani pemeriksaan di kepolisian. Penyidik masih melanjutkan pendalaman guna memastikan seluruh kronologi dugaan penganiayaan terhadap bayi 11 bulan tersebut hingga meninggal dunia.

Frequently Asked Questions

What is Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim?

Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim matter?

Sandiwara Ayah Bunuh Bayi di Jaktim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment