News

Penjelasan Bea Cukai soal Heboh Penumpang Perempuan Menangis saat Diperiksa Bawa Kartu Pokemon

Bea Cukai klarifikasi kasus penumpang perempuan menangis karena bawa kartu Pokémon

Penjelasan Bea Cukai soal Heboh Penumpang – JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memberikan penjelasan mengenai kejadian viral di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di mana seorang penumpang perempuan berinisial JES terlihat menangis saat diperiksa. Kejadian ini terjadi ketika JES tiba dari China, Rabu (13/5/2026). Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan berdasarkan indikasi dari hasil pemeriksaan X-Ray yang menunjukkan adanya kartu Pokémon dalam jumlah besar.

Koper penumpang diperiksa karena terdeteksi membawa kartu Pokémon

Dalam pemeriksaan, JES terbukti membawa sejumlah besar kartu Pokémon di dalam koper. “Pemeriksaan dilakukan sebagai tindak lanjut atas indikasi citra X-Ray yang menunjukkan adanya Kartu Pokémon dalam jumlah yang signifikan di koper penumpang,” ujar Hengky dalam keterangan pers, Minggu (17/5/2026). Petugas kemudian melakukan konfirmasi dan verifikasi terhadap barang yang dibawa untuk memastikan statusnya.

“Dari hasil pemeriksaan mendalam, terbukti bahwa penumpang JES membawa Kartu Pokémon sebagai barang pribadi. Kami berupaya memastikan hak negara melalui sektor penerimaan, sehingga diperlukan verifikasi terhadap barang dan penggunaannya,” tambahnya.

Kartu Pokémon dinyatakan sebagai barang pribadi setelah verifikasi

Hengky menyebutkan bahwa barang tersebut akhirnya diklaim sebagai hadiah dan bukan untuk diperjualbelikan, dengan bukti pembelian yang disajikan. “Setelah dilakukan verifikasi kesesuaian data, petugas menyimpulkan barang tersebut sebagai barang pribadi. Dengan dasar itu, barang bawaan dibebaskan dari pengenaan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI),” tuturnya.

Dalam proses ini, penumpang JES diberi kesempatan untuk menjelaskan barang yang dibawanya. Petugas juga memastikan bahwa tidak ada indikasi barang dagangan atau komoditas komersial yang terlibat.

Petugas tidak melakukan intimidasi terhadap penumpang

Hengky menegaskan bahwa narasi yang menyebut JES menangis karena intimidasi dari petugas tidak benar. “Terkait pernyataan bahwa penumpang menangis akibat tindakan intimidasi, narasi tersebut tidak sesuai fakta. Kami selalu menjaga integritas, profesionalisme, serta menghormati hak dan kewajiban setiap warga negara saat melaksanakan tugas,” jelasnya.

Leave a Comment