New Policy: Pramono Resmikan CFD Rasuna Said Pada 22 Juni
Inspeksi Uji Coba CFD Rasuna Said
New Policy – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan inspeksi langsung terhadap uji coba Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026). Ia menegaskan bahwa kebijakan baru ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk mendorong kebiasaan ramah lingkungan dan mengurangi polusi udara. Dalam wawancara terpisah, Pramono menyampaikan bahwa CFD Rasuna Said akan diresmikan pada 22 Juni 2026, yang jatuh tepat pada hari ulang tahun ke-499 Jakarta. Dengan kebijakan baru ini, pemerintah daerah berharap menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Respons Masyarakat dan Partisipasi Umum
Sejumlah warga Jakarta turut serta dalam inspeksi uji coba CFD Rasuna Said, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kebijakan baru. Menurut Pramono, lebih dari 95 persen pengunjung menyatakan dukungan untuk menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin. “Saya melihat keberhasilan ini tidak hanya dari pihak pemerintah, tetapi juga dari partisipasi masyarakat,” ujarnya. Dalam survei yang dilakukan selama fase uji coba, masyarakat menyebutkan bahwa kawasan Rasuna Said menjadi salah satu ruas jalan yang paling diminati karena aksesibilitas dan fasilitas yang lengkap. Kebijakan baru ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga dan pengurangan jumlah kendaraan bermotor di kawasan tersebut.
Kebijakan baru ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta, khususnya dalam aspek lingkungan dan kesehatan,” tambah Pramono.
Perubahan Khusus untuk Aktivitas Ibadah
Sebelum CFD Rasuna Said diresmikan secara permanen, pihak pemerintah melakukan beberapa penyesuaian terhadap penggunaan kawasan. Salah satu perubahan utama adalah pengaturan waktu untuk kegiatan ibadah yang rutin diadakan mulai pukul 10 pagi setiap minggu. Pramono mengungkapkan bahwa sebagian besar usulan dari masyarakat terkait dengan kegiatan ibadah yang dilakukan di jalur CFD. “Kita harus memastikan bahwa kebijakan baru ini tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk ibadah,” jelasnya. Dengan adanya perubahan ini, CFD diharapkan bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan hambatan bagi kebutuhan masyarakat.
Program Edukasi Lingkungan dan Kampanye Pilah Sampah
Sebagai bagian dari kebijakan baru, CFD Rasuna Said juga menjadi sarana sosialisasi lingkungan melalui kampanye pilah sampah. Dalam acara tersebut, Duta Pilah Sampah dari program ini adalah aktris Cinta Laura, yang aktif membantu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah. Pramono menyoroti bahwa kebijakan baru ini bukan hanya sekadar kegiatan pengurangan kendaraan, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kebersihan dan kesadaran lingkungan di kawasan Kuningan. “Kita ingin masyarakat tidak hanya mematuhi CFD, tetapi juga terlibat dalam kegiatan pilah sampah secara aktif,” tambahnya.
Kampanye pilah sampah ini akan berlangsung selama setiap acara CFD, dengan pengaturan tempat sampah dan penjelasan singkat tentang cara memilah limbah,” jelas Pramono.
Harapan untuk Budaya Ramah Lingkungan
Pramono menyampaikan harapan besar bahwa kebijakan baru ini mampu menciptakan budaya ramah lingkungan yang berkelanjutan di Jakarta. Ia menekankan bahwa CFD Rasuna Said bukan sekadar kebijakan sementara, tetapi bagian dari perubahan jangka panjang yang ditujukan pada keberlanjutan kota. “Saya ingin CFD ini menjadi gerakan kebersamaan, yang tidak hanya didorong oleh instruksi gubernur, tetapi juga menjadi kebiasaan masyarakat setiap hari,” ujarnya. Dengan adanya kampanye pilah sampah dan partisipasi aktif dari warga, Pramono yakin bahwa kebijakan baru ini akan berdampak signifikan pada lingkungan kota dan kesejahteraan warga.
Penyesuaian Fasilitas dan Pengawasan
Dalam persiapan CFD Rasuna Said, pemerintah DKI Jakarta juga melakukan penyesuaian terhadap fasilitas pendukung, seperti pengaturan tempat parkir alternatif, jalur pejalan kaki, dan pengawasan kebersihan. Pramono menjelaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan berdasarkan masukan langsung dari warga dan pedagang di sekitar kawasan. “Kami menyesuaikan setiap aspek agar kebijakan baru ini bisa berjalan optimal,” katanya. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk menambahkan program edukasi lingkungan lainnya, seperti pelatihan pengelolaan sampah dan inisiatif pengurangan plastik, agar dampak kebijakan ini lebih luas.