NATO Desak Kejagung Tampilkan Febrie Adriansyah dalam 72 Jam
Demonstrasi Menuntut Transparansi Kasus Korupsi
Nusantaranews1.com – Kelompok organisasi masyarakat sipil yang dikenal dengan nama Nusantara Antikorupsi atau NATO menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat, 24 Juli 2026, tepat di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Para peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat menyampaikan aspirasi mereka terkait pentingnya transparansi dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan Febrie Adriansyah.
Febrie Adriansyah merupakan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus yang saat ini menjadi sorotan publik dalam dugaan korupsi. NATO secara tegas menuntut agar Kejaksaan Agung segera mengumumkan status tersangka kepada masyarakat luas. Ultimatum yang diberikan adalah maksimal tiga kali dua puluh empat jam atau setara dengan 72 jam sejak aksi demonstrasi dimulai.
Selain tuntutan untuk mengumumkan status tersangka, massa juga meminta agar rumah dinas milik Febrie Adriansyah dilakukan penggeledahan secara menyeluruh. Sebelumnya, tempat tinggal tersebut dijaga ketat oleh personel TNI. NATO juga menginginkan Kejagung memberikan klarifikasi resmi mengenai uang dan emas yang menjadi barang bukti hasil penggeledahan sebelumnya.
“Sekali lagi kami ingin sampaikan bahwa jika dalam waktu 3×24 jam belum juga untuk kemudian diungkap tersangkanya, dimunculkan wajahnya ke hadapan publik, maka jangan pernah salahkan berbagai elemen, berbagai unsur masyarakat, baik dari unsur mahasiswa, pelajar, pemuda, masyarakat setempat kemudian hadir di hadapan Kejaksaan Agung untuk kemudian bertanya,” kata Koordinator NATO, Hayum.
NATO memberikan peringatan keras bahwa mereka siap menggelar aksi dengan jumlah peserta lebih besar apabila Febrie Adriansyah belum juga ditahan. Ancaman ini disampaikan sebagai bentuk tekanan agar Kejagung bertindak cepat dalam kasus tersebut. Organisasi ini juga menekankan bahwa masyarakat tidak akan diam saja jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Demonstrasi berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB dengan suasana yang kondusif. Setelah waktu yang ditentukan, massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak terjadi kemacetan yang berarti di area sekitar Kejagung setelah aksi selesai. Para peserta kembali ke tempat masing-masing tanpa insiden berarti.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia karena melibatkan pejabat tinggi di lembaga peradilan. NATO berharap Kejagung dapat memberikan penjelasan lengkap mengenai perkembangan kasus dalam waktu yang telah ditentukan. Transparansi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Dengan adanya tekanan dari NATO dan berbagai elemen masyarakat, Kejagung diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret dalam kasus ini. Proses hukum yang transparan dan akuntabel akan menjadi contoh positif bagi penanganan kasus korupsi lainnya di masa mendatang.
