Purbaya Beberkan Dampak Buyback SBN, Dana Investor Asing ke RI Tembus 3 Miliar Dolar AS
Latest Program – Program terbaru yang diluncurkan pemerintah, yaitu buyback Surat Berharga Negara (SBN), telah menarik perhatian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, langkah ini berhasil menunjukkan dampak signifikan dalam memperkuat kepercayaan investor asing terhadap pasar keuangan Indonesia, seiring aliran dana asing yang tercatat mencapai 3 miliar dolar AS dalam beberapa hari terakhir.
Intervensi Pemerintah dan Kestabilan Pasar
Purbaya menegaskan bahwa upaya intervensi pemerintah dalam pasar obligasi tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif. Dengan program buyback SBN, tim ekonomi bergerak cepat untuk mengurangi tekanan dari sentimen risiko global dan memastikan likuiditas pasar tetap terjaga. Hasilnya, investor asing mulai kembali memasukkan dana ke dalam pasar keuangan domestik, menandai perubahan positif setelah fase krisis sebelumnya.
“Intervensi pasar finansial melalui buyback SBN menjadi salah satu alat penting untuk menjaga stabilitas. Kami terus memantau secara intensif, mulai dari jam 11 hingga jam 6, agar kepercayaan investor bisa segera dipulihkan,”
Mekanisme Buyback dan Perubahan Arus Dana
Dalam detailnya, Purbaya menjelaskan bahwa mekanisme buyback SBN dirancang untuk memperkuat daya beli pasar secara langsung. Valuta asing yang masuk ke pasar sekunder mencapai Rp500 miliar per hari, sementara di pasar primer mencapai Rp1,68 triliun. Angka ini menunjukkan respons yang kuat dari investor asing, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan akibat ketidakpastian ekonomi global.
“Kami mengambil tindakan nyata untuk kembalikan kepercayaan ke pasar. Kalau hasilnya tidak sesuai harapan, tim riset akan segera dihukum dengan sanksi internal,”
Langkah ini tidak hanya memperbaiki kondisi pasar obligasi, tetapi juga memperkuat kemampuan pemerintah dalam mengelola kebijakan fiskal. Dengan adanya 3 miliar dolar AS yang masuk, Purbaya menilai bahwa efeknya bisa dirasakan dalam waktu singkat, terutama terhadap nilai tukar Rupiah yang kini mengalami penguatan.
Dan, dengan meningkatnya minat investor asing, kebijakan fiskal yang sempat dipertanyakan oleh media asing, seperti The Economist, semakin mendapat dukungan. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 yang mencapai 5,6 persen juga menjadi bukti bahwa program buyback SBN telah memperlihatkan hasil yang memuaskan.
“Selama ini, media asing sering mengkritik kebijakan belanja program prioritas. Tapi dengan kinerja ekonomi yang baik, kami bisa jawab semua pertanyaan mereka. Kebijakan ekonomi kami dirancang berdasarkan riset data yang matang,”
Terlepas dari keberhasilan yang tercatat, Purbaya menekankan bahwa program buyback SBN tidak menjadi akhir dari upaya stabilisasi pasar. Ia berkomitmen untuk terus memantau dan memperbaiki kebijakan jika diperlukan, serta mengoptimalkan strategi menarik investasi asing ke Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.