Lalu Lintas Sekitar Harmoni Jakpus Akan Direkayasa Dampak Proyek MRT – Begini Skemanya
Lalu Lintas Sekitar Harmoni Jakpus Direkayasa Akibat Proyek MRT – Skema Peralihan
Lalu Lintas Sekitar Harmoni Jakpus Akan – Proyek pembangunan MRT Jakarta yang tengah berlangsung telah memicu perubahan signifikan pada lalu lintas sekitar Harmoni Jakpus. Kepala Divisi Sekretaris Korporat PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, mengungkapkan bahwa rencana rekayasa lalu lintas ini berlaku mulai 25 Mei hingga 27 September 2026. Perubahan skema pengaturan arus kendaraan diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan meningkatkan kelancaran transportasi sekaligus mendukung pengerjaan konstruksi di stasiun MRT Harmoni.
Tahapan Rekayasa Lalu Lintas
Rekayasa lalu lintas di sekitar Harmoni Jakarta Pusat terbagi menjadi dua fase utama. Tahap pertama, yaitu 3.2, berlangsung dari 1 Januari hingga 24 Mei 2026. Pada masa ini, kegiatan konstruksi seperti penggalian tanah, pekerjaan di stasiun, dan pembuatan underpass memerlukan perubahan arah kendaraan. Tahap kedua, 4.1, diperpanjang hingga 27 September 2026 untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konstruksi lanjutan, termasuk pembukaan akses masuk ke area proyek.
Dalam skema tahap 3.2, kendaraan dari Jalan Majapahit, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Ir H Juanda yang menuju Jalan Hasyim Ashari serta arah kota akan dialihkan ke Jalan Gajah Mada. Perubahan ini berlaku selama satu lajur diterapkan di persimpangan Harmoni. Selain itu, Jalan Gajah Mada setelah pertigaan Jalan Hasyim Ashari akan berubah menjadi satu arah menuju kota, menyesuaikan dengan arus lalu lintas yang diharapkan lebih efisien.
Dampak pada Pengguna Jalan Raya
Rekayasa lalu lintas di Harmoni Jakpus akan memengaruhi pengguna jalan raya dan angkutan umum. Terutama, bus Transjakarta yang biasa melintas di area tersebut akan dialihkan ke Jalan Hayam Wuruk dengan sistem contra flow. Meski hanya berlaku satu lajur, langkah ini diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas di Jalan Hasyim Ashari. Pihak PT MRT Jakarta menyebutkan bahwa perubahan arah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan serta keselamatan selama proses konstruksi.
Di sisi lain, Jalan Hayam Wuruk menuju Monas tetap berjalan normal tanpa adanya perubahan arah. Hal ini membantu menghindari gangguan pada jalur utama yang sering digunakan oleh masyarakat. Rendy Primartantyo menjelaskan bahwa rencana ini telah direncanakan secara matang setelah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya. “Kita ingin meminimalkan dampak negatif terhadap mobilitas warga sekaligus memastikan konsistensi pengerjaan proyek,” katanya.
Rekayasa lalu lintas di sekitar Harmoni Jakpus juga mencakup penyesuaian rute sebagian kendaraan. Misalnya, mobil dan sepeda motor yang melewati Jalan Hasyim Ashari akan mengalami perubahan arah hingga ke Jalan Gajah Mada. Perubahan ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan yang sering terjadi di persimpangan tersebut, terutama pada jam sibuk. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mematuhi arahan petugas lalu lintas.
PT MRT Jakarta berharap rencana rekayasa ini bisa berjalan lancar hingga akhir 2026. Proyek MRT Harmoni merupakan bagian dari kontrak CP 202 fase 2A yang bertujuan menghubungkan sejumlah kawasan strategis di Jakarta. Dengan penyelesaian konstruksi, lalu lintas sekitar Harmoni Jakpus diharapkan bisa lebih terarah, seiring dengan peningkatan kapasitas transportasi umum yang dijanjikan. “Kami juga berharap masyarakat bisa memahami perubahan ini dan tetap bersabar selama proses adaptasi berlangsung,” tambah Rendy.