Kasus Penipuan Hanania Travel – Polisi Sudah Periksa 70 Saksi
Kasus Penipuan Hanania Travel memperoleh perhatian luas setelah berbagai laporan korban mengungkap dugaan penipuan yang melibatkan PT Hasanah Tama Internasional. Sampai saat ini, penyelidikan terkait kasus ini masih berlangsung di Polda Metro Jaya, dengan petugas sudah mengumpulkan sejumlah besar bukti dan pihak terkait. Ratusan laporan dari korban yang terkena imbas penipuan tersebut telah diterima, dan sebanyak 70 saksi telah diperiksa untuk memperkuat investigasi. Kasus Penipuan Hanania Travel ini menjadi sorotan karena dampaknya yang signifikan terhadap ribuan jemaah umrah yang mengalami kerugian.
Proses Pemeriksaan dan Fakta yang Dikumpulkan
Tim penyidik Polda Metro Jaya, yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Iman Imanuddin, terus menggali detail kasus Penipuan Hanania Travel. Dalam wawancara dengan media pada Selasa (9/6/2026), Kombes Iman Imanuddin mengungkap bahwa pemeriksaan saksi dilakukan secara sistematis, mencakup korban serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam promosi dan pengelolaan paket umrah. “Kasus Penipuan Hanania Travel sedang dalam tahap penyelidikan yang intens, dan kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 70 orang saksi,” terangnya. “Baik itu korban maupun pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan promosi dan pelaksanaan perjalanan umrah yang kemarin tidak jadi berangkat beberapa jemaah,” tambahnya.
Kombes Iman Imanuddin menekankan bahwa semua saksi diperiksa dengan mendetail, termasuk berbagai dokumen dan bukti lain yang dapat menjelaskan alur transaksi penipuan. Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa rekening koran, kontrak kerja, serta data lain untuk memastikan tidak ada aliran dana yang mencurigakan. Dalam Kasus Penipuan Hanania Travel, ada dugaan bahwa jemaah umrah diberi janji keuntungan yang tidak terpenuhi, seperti pengurangan biaya atau hadiah tambahan, yang akhirnya menjadi bagian dari skema penipuan.
Kerja Sama dengan Selebriti Media Sosial
Salah satu aspek penting dalam Kasus Penipuan Hanania Travel adalah kerja sama dengan selebgram yang berperan dalam promosi. Salah satunya adalah Muhammad Miftahuda, yang lebih dikenal sebagai Keanu Angelo. Ia diperiksa sebagai saksi setelah mempromosikan paket umrah pada Senin (8/6/2026). “Aku jelasin di dalam, bahwa aku dalam kerja sama dengan Hanania itu aku engga menerima uang endorse-an sama sekali. Aku tuh kerja samanya barter,” kata Keanu Angelo. “Jadi mereka berangkatkan aku, aku promo-in testimoni aku, pengalaman aku selama di sana,” ujarnya.
Keanu Angelo juga memperlihatkan rekening koran yang mencakup periode bulan Agustus dua tahun lalu, serta bulan sebelum dan sesudahnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada aliran dana dari Hanania Group selama kerja sama tersebut. “Aku juga bawa rekening koran aku periode bulan aku berangkat, yaitu 2 tahun yang lalu, bulan Agustus, dan 1 bulan sebelumnya, 1 bulan setelahnya, bahwa aku enggak menerima aliran dana apa pun dari Hanania Group,” jelasnya. Menurut Keanu Angelo, kontrak kerja samanya dengan Hanania Travel berupa pertukaran jasa, bukan bentuk kerja tetap. Ia menekankan bahwa kerja sama tersebut bersifat sementara, hanya untuk satu perjalanan umrah saja.
Korban dan Dampak Kasus Penipuan Hanania Travel
Dalam Kasus Penipuan Hanania Travel, ratusan korban dilaporkan mengalami kerugian finansial berbagai besar. Banyak dari mereka menyebutkan bahwa mereka dibujuk dengan program umrah yang menawarkan pengalaman religius berharga, serta kemudahan pembayaran yang terlihat menarik. Namun, setelah berangkat, jemaah mengalami keterlambatan, pembatalan, atau penipuan total. Beberapa korban menyebutkan bahwa mereka tidak bisa mengambil keuntungan seperti yang dijanjikan, bahkan harus menanggung biaya tambahan yang tidak terduga.
Menurut informasi yang diperoleh, ada beberapa korban yang menjerat uang sampai ratusan juta rupiah. Mereka mengungkapkan bahwa Hanania Travel mengambil keuntungan dengan menawarkan paket murah, tetapi mempercepat pembayaran dan mengabaikan janji. Dalam kasus ini, polisi juga mengejar saksi-saksi tambahan untuk memahami lebih jauh skema penipuan yang digunakan. Pemeriksaan terhadap 70 saksi selama ini telah membantu mengungkap detail tentang bagaimana paket umrah ditawarkan dan dikelola, termasuk proses konversi dana yang terjadi.
Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan
Penyelidikan Kasus Penipuan Hanania Travel masih berlangsung, dengan polisi berencana untuk menyelidiki lebih jauh aspek-aspek lain, seperti kebijakan perusahaan, manajemen keuangan, serta hubungan dengan pihak ketiga. Kombes Iman Imanuddin menyatakan bahwa investigasi tidak hanya berfokus pada saksi yang sudah diperiksa, tetapi juga pada semua pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan. “Kasus Penipuan Hanania Travel masih dalam proses penyelidikan, dan kami akan terus memperluas jaringan saksi untuk memastikan tidak ada pihak yang terlewat,” katanya.
Polisi juga sedang mempelajari dokumen-dokumen resmi dari Hanania Travel, termasuk kontrak kerja, laporan keuangan, dan catatan pembayaran. Dalam beberapa hari terakhir, terdapat penambahan saksi baru yang diperiksa, termasuk karyawan dan mitra bisnis perusahaan. Kasus ini menunjukkan bahwa polisi berupaya keras untuk mengungkap seluruh detail kejahatan, termasuk bagaimana dana dari korban diambil dan digunakan. Selain itu, pihak kepolisian juga berharap untuk menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka dalam proses hukum.