Baru 5 Hari Menjabat, Jubir Baru Trump Dipecat
Daftar Isi
Katie Zacharia Tinggalkan Posisi Sekretaris Pers Gedung Putih Setelah Lima Hari
Nusantaranews1.com – WASHINGTON — Masa tugas Katie Zacharia sebagai sekretaris pers Gedung Putih berakhir sangat singkat. Ia meninggalkan jabatan itu hanya lima hari setelah pertama kali tampil di hadapan wartawan, di tengah sorotan tajam mengenai pengalaman, kualifikasi hukum, serta kesiapan dirinya menjadi juru bicara Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kepergian Zacharia terungkap pada Jumat, 16 Oktober 2026, ketika Trump berbicara kepada wartawan di dekat helikopter Marine One. Presiden menyampaikan bahwa ia sebelumnya telah meminta Zacharia mempertimbangkan ulang pilihannya menerima posisi tersebut.
“Saya katakan, ‘Apakah pekerjaan ini cocok untuk Anda, Katie? Karena sejujurnya, Anda tidak butuh ini’,” ujar Trump.
Trump menilai Zacharia telah menghadapi perlakuan yang tidak pantas dari media. Ia menyampaikan bahwa mantan stafnya itu menerima tekanan yang sangat keras dalam beberapa hari terakhir, terutama setelah sejumlah pertanyaan muncul terkait riwayat profesionalnya.
“Anda tidak seharusnya diperlakukan seburuk ini,” lanjut Trump.
Beberapa jam sesudah komentar Trump tersebut, Zacharia menulis pesan di platform X yang berisi pujian untuk presiden. Ia menggambarkan Trump sebagai pribadi yang baik, luar biasa, murah hati, penuh perhatian, penuh semangat, dan sangat pekerja keras. Zacharia juga menyebut kesempatan bekerja untuk Trump sebagai sebuah kehormatan.
Debut singkat memicu pertanyaan
Perhatian publik terhadap Zacharia mulai meningkat setelah konferensi pers perdananya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Penampilan itu berlangsung kurang dari 15 menit dan hanya memuat tiga pertanyaan dari para wartawan. Format yang singkat tersebut kemudian diikuti pembahasan lebih luas mengenai latar belakang perempuan berusia 42 tahun itu.
Di antara isu yang paling banyak diperdebatkan adalah penyebutan Zacharia sebagai pengacara. Trump dan sejumlah pihak sebelumnya menggunakan sebutan tersebut untuk menggambarkan latar belakangnya. Zacharia memang merupakan lulusan fakultas hukum Universitas Pepperdine, tetapi kelulusan sekolah hukum tidak otomatis berarti seseorang telah memperoleh izin untuk berpraktik sebagai pengacara di Amerika Serikat.
Di AS, kelulusan ujian profesi advokat atau bar exam merupakan salah satu syarat penting untuk memperoleh lisensi praktik hukum. Ketika ditanya lokasi dirinya mengikuti ujian tersebut, Zacharia memberikan jawaban yang menimbulkan kebingungan.
“Saat saya berada di Tiongkok,” kata Zacharia ketika ditanya mengenai tempatnya mengikuti ujian itu.
Setelah pemeriksaan media terhadap klaim tersebut, Zacharia pada Kamis, 15 Oktober 2026, mengakui bahwa dirinya tidak pernah lulus bar exam. Dalam pernyataannya, ia menyebut pernah menangani praktik hukum transaksi internasional di Tiongkok dengan kredensial yang sesuai untuk pekerjaan tersebut.
Penjelasan itu tidak menghentikan pertanyaan mengenai bagaimana riwayat profesionalnya dipresentasikan kepada publik. Perbedaan antara lulusan hukum, praktisi transaksi internasional, dan pengacara berlisensi menjadi inti polemik yang berlangsung sepanjang pekan. Bagi publik Amerika, status lisensi profesi hukum kerap dipandang penting karena terkait dengan kewenangan resmi seseorang untuk menjalankan praktik hukum di yurisdiksi tertentu.
Pertanyaan dari Fox News
Tekanan terhadap Zacharia juga datang dari media yang kerap dipandang dekat dengan Trump. Dalam wawancara pada Kamis, pembawa acara Fox News Sean Hannity menyoroti pengakuannya bahwa ia tidak pernah lulus ujian profesi advokat.
“Mengapa Anda tidak katakan saja, ‘Saya tidak pernah berpraktik sebagai pengacara?’” kata Hannity.
Hannity turut mempertanyakan persiapan Zacharia sebelum menjalani konferensi pers pertamanya. Ia menyinggung fakta bahwa Zacharia direkrut kurang dari satu minggu sebelum tampil sebagai wajah komunikasi Gedung Putih, lalu bertanya apakah staf seharusnya memberinya persiapan yang lebih memadai.
Pada Jumat, Zacharia kembali menjawab pertanyaan mengenai statusnya dalam program Fox & Friends. Ia menyatakan tidak pernah memberi tahu Trump bahwa dirinya bukan pengacara karena pertanyaan itu tidak pernah diajukan. Ia juga menekankan bahwa perannya di Gedung Putih berkaitan dengan komunikasi, bukan pekerjaan hukum.
Pembawa acara Lawrence Jones lalu menanyakan apakah Zacharia masih memiliki kepercayaan dari Trump. Ia tidak memberi jawaban yang secara tegas mengonfirmasi dukungan presiden tersebut.
“Saya berharap dapat membangun keyakinan dan kepercayaan dari orang-orang di sekitar saya,” ucap Zacharia.
Salah satu pergantian tercepat di era Trump
Pengunduran diri Zacharia menambah daftar perubahan cepat dalam jajaran komunikasi Gedung Putih pada era Trump. Peristiwa ini mengingatkan pada Anthony Scaramucci, yang pernah menjadi direktur komunikasi Gedung Putih selama 10 hari pada masa jabatan pertama Trump sebelum meninggalkan posisinya.
Perubahan personel dalam tim pers dapat berdampak langsung pada cara Gedung Putih menyampaikan kebijakan, merespons pertanyaan media, dan mengendalikan pesan politik harian. Sekretaris pers merupakan salah satu posisi paling terlihat dalam pemerintahan karena menjadi penghubung utama antara presiden, wartawan, dan masyarakat.
Kasus Zacharia juga segera dimanfaatkan lawan politik menjelang pemilihan paruh waktu pada November. Pemilu tersebut akan menentukan partai yang menguasai Kongres AS, sehingga setiap gejolak di lingkungan Gedung Putih berpotensi menjadi bahan perdebatan kampanye.
Hakeem Jeffries, tokoh utama Partai Demokrat di DPR AS, menyampaikan kritik melalui platform X setelah Zacharia meninggalkan jabatannya.
“Sekretaris Pers Gedung Putih telah pergi. Kelompok ekstremis MAGA terus berantakan,” tulis Jeffries.
Hingga Zacharia meninggalkan jabatan tersebut, perhatian utama tetap tertuju pada singkatnya proses perekrutan, pertanyaan mengenai penyampaian kualifikasinya, serta tekanan besar yang dihadapi seorang pejabat komunikasi ketika memasuki salah satu panggung politik paling disorot di Amerika Serikat.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Baru 5 Hari Menjabat Jubir Baru?
Baru 5 Hari Menjabat Jubir Baru is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Baru 5 Hari Menjabat Jubir Baru matter?
Baru 5 Hari Menjabat Jubir Baru matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.