News

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan Rp2.326 Triliun dalam Sehari, Ini Penyebabnya

codex-cfe33d02c1f74cb89691423215859300
Foto : William Garcia - nusantaranews1.com
Daftar Isi
  1. Aksi Jual Saham Teknologi Pangkas Kekayaan Enam Miliarder
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Aksi Jual Saham Teknologi Pangkas Kekayaan Enam Miliarder

Nusantaranews1.com – Tekanan hebat pada saham teknologi pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, menghapus sekitar 130 miliar dolar AS dari kekayaan enam orang terkaya dunia. Dengan kurs Rp18.089 per dolar AS, nilai penyusutan itu setara kurang lebih Rp2.326 triliun dalam sehari.

Elon Musk, Jeff Bezos, Larry Page, Sergey Brin, Michael Dell, dan Mark Zuckerberg menjadi nama-nama yang paling terdampak. Kekayaan mereka bergerak sejalan dengan koreksi saham perusahaan teknologi besar yang terkait dengan bisnis kendaraan listrik, komputasi awan, internet, media sosial, perangkat keras, hingga kecerdasan buatan.

Pasar sedang mempertanyakan seberapa cepat investasi bernilai puluhan miliar dolar dalam infrastruktur AI dapat menghasilkan keuntungan yang nyata. Kekhawatiran tersebut mendorong aksi jual luas pada sektor teknologi, sekalipun sejumlah perusahaan tetap membukukan pertumbuhan pendapatan dan arus kas yang positif.

Musk Menanggung Penurunan Terbesar

Musk mengalami penurunan kekayaan paling besar, sekitar 74 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.338 triliun. Nilai kekayaannya sempat turun menjadi 914,7 miliar dolar AS, atau sekitar Rp16.553 triliun, setelah saham SpaceX melemah hampir 9 persen.

Tekanan pada SpaceX muncul meski perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 161 persen. Investor masih menaruh perhatian pada selisih arus kas sekitar 35 miliar dolar AS, serta kemungkinan penggabungan SpaceX dengan Tesla yang sedang dipertimbangkan Musk.

Saham Tesla juga terkoreksi sekitar 2 persen pada Kamis sore. Perusahaan kendaraan listrik tersebut justru mencatat arus kas bebas senilai 1,5 miliar dolar AS pada kuartal III 2026, hasil yang berlawanan dengan perkiraan analis sebelumnya yang memperkirakan pembakaran kas hingga 4,9 miliar dolar AS.

Namun, pasar menyoroti revisi target belanja modal Tesla. Proyeksi pengeluaran sepanjang tahun dipangkas menjadi 20 miliar dolar AS dari rencana awal yang melampaui 25 miliar dolar AS. Bagi investor, perubahan itu memunculkan pertanyaan apakah pengembangan AI dan robotika Tesla akan berlangsung dengan laju yang lebih lambat.

Estimasi Forbes menempatkan kekayaan Musk pada 917,6 miliar dolar AS. Angka itu masih jauh lebih rendah dibandingkan posisi sehari sebelumnya, saat ia kembali menyandang status triliuner.

Amazon, Google, Dell, dan Meta Ikut Tertekan

Jeff Bezos kehilangan sekitar 11 miliar dolar AS, setara kurang lebih Rp198 triliun, setelah saham Amazon turun hampir 5 persen. Pendiri Amazon itu tetap berada pada peringkat kedua daftar orang terkaya dunia dengan kekayaan sekitar 370,4 miliar dolar AS, atau Rp6.700 triliun.

Dua pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, juga terkena dampak penurunan saham perusahaan mereka yang melampaui 3 persen. Kekayaan gabungan keduanya menyusut sekitar 15 miliar dolar AS atau kira-kira Rp271,33 triliun.

Page, yang berada di urutan ketiga, memiliki kekayaan sekitar 266,9 miliar dolar AS atau Rp4.827 triliun. Brin berada satu tingkat di bawahnya dengan perkiraan kekayaan 245,7 miliar dolar AS, setara Rp4.444 triliun.

Michael Dell mengalami pengurangan nilai kekayaan sekitar 12 miliar dolar AS atau Rp217 triliun ketika saham Dell Technologies merosot 7 persen. Dengan kekayaan yang diperkirakan mencapai 236,6 miliar dolar AS atau Rp4.279 triliun, ia masih berada di posisi kelima daftar tersebut.

Tekanan terbesar berikutnya dialami Mark Zuckerberg. Kekayaannya turun sekitar 18 miliar dolar AS, atau sekitar Rp325 triliun, setelah saham Meta jatuh 8 persen. Meski demikian, pendiri Meta itu masih memiliki kekayaan sekitar 221,5 miliar dolar AS atau Rp4.000 triliun.

Investasi AI Menjadi Pusat Perhatian Pasar

Sentimen investor menguat setelah Meta dan Tesla menyampaikan kinerja kuartal III pada Rabu. Keduanya memberikan gambaran yang berbeda mengenai strategi teknologi, tetapi sama-sama meninggalkan pertanyaan tentang arah investasi AI dan tingkat pengembaliannya.

Meta mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan 26 persen. Dalam kuartal III, perusahaan mengalokasikan 34,9 miliar dolar AS untuk belanja modal. Penyempitan rentang rencana belanja modal Meta membuat pasar semakin fokus pada kemampuan perusahaan mengubah pengeluaran AI yang sangat besar menjadi pertumbuhan laba jangka panjang.

Di sisi lain, arus kas bebas Tesla yang positif memberikan kejutan bagi pasar. Akan tetapi, pengurangan rencana belanja modal justru dibaca sebagai sinyal yang perlu dicermati, khususnya bagi investor yang berharap proyek AI dan robotika menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa valuasi perusahaan teknologi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan pendapatan saat ini. Ekspektasi terhadap hasil investasi masa depan, terutama pada AI, dapat mengubah harga saham dengan cepat. Karena kepemilikan saham menjadi sumber utama kekayaan para pendiri perusahaan, perubahan harga di bursa langsung tercermin pada daftar kekayaan mereka.

Meski kehilangan nilai yang sangat besar dalam satu hari, keenam tokoh tersebut tetap memiliki aset bernilai ratusan miliar dolar AS. Gejolak pasar kali ini menjadi pengingat bahwa optimisme terhadap AI juga disertai tuntutan besar: perusahaan perlu menunjukkan bahwa investasi infrastruktur yang mahal dapat menghasilkan nilai ekonomi yang sebanding.

Frequently Asked Questions

What is 6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan?

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan matter?

6 Orang Terkaya di Dunia Kehilangan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment