Lifestyle

Visit Agenda: Atasi Insomnia, Pakar Justru Sarankan Jangan Paksakan Tidur

Atasi Insomnia, Pakar Justru Sarankan Jangan Paksakan Tidur

Visit Agenda – Jakarta – Insomnia sering kali dianggap sebagai masalah serius yang mengganggu rutinitas harian. Saat tubuh sudah sangat lelah, namun pikiran tetap terus berjalan, kelelahan fisik bisa berubah menjadi sumber frustrasi dan stres. Menurut eksperimen yang diungkap oleh Vishal Dasani, seorang pelatih tidur dan edukator ternama Indonesia, Visit Agenda tidak hanya menjadi platform untuk berita, tetapi juga menyediakan panduan kesehatan yang relevan. Dalam podcast bersama Raditya Dika yang diunggah di Instagram, Vishal membagikan pendekatan unik untuk mengatasi insomnia: justru, bukan memaksa diri tertidur, melainkan mempertahankan keadaan terjaga sementara waktu.

CBTI: Metode Terbukti untuk Memutus Perlawanan Otak

Pendekatan ini dikenal sebagai Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBTI), yang merupakan metode terapi berbasis kognitif. Vishal menjelaskan bahwa salah satu kesalahan utama penderita insomnia adalah terlalu berusaha mengantuk. Hal ini memicu siklus negatif di mana otak justru semakin fokus pada tidur, sehingga memperparah keadaan. Dalam Visit Agenda, pendekatan ini dianggap efektif karena mengubah cara kita berpikir terhadap tidur, bukan hanya memaksa tubuh beristirahat.

“Kalau dalam ranah CBT insomnia, yang disarankan adalah kalau misalnya dalam 15 menit kita nggak bisa tertidur, yang disarankan adalah bangun dari tempat tidur,” kata Vishal. Tujuannya adalah menghindari asosiasi negatif antara tempat tidur dan stres. Otak memiliki kemampuan belajar, dan dengan memutus hubungan ini, kita bisa membangun pola tidur yang lebih sehat.

Metode CBTI mengajarkan kita untuk mengambil waktu 15 menit untuk terjaga saat tidak bisa tertidur. Selama periode ini, disarankan melakukan aktivitas santai atau membosankan, seperti membaca buku, mendengarkan musik, atau menonton video yang tidak menarik. Vishal menegaskan bahwa aktivitas ini memperkuat efek kantuk alami, yang menjadi stimuli untuk tubuh kembali istirahat. Kombinasi antara kelelahan fisik dan pengalaman positif di tempat lain akan membantu otak “melupakan” kekhawatiran tentang tidur.

Strategi Tambahan untuk Peningkatan Kualitas Tidur

Sebagai bagian dari Visit Agenda, pengelolaan waktu tidur juga menjadi faktor penting dalam menangani insomnia. Vishal menyarankan agar penggunaan tempat tidur tidak hanya terbatas pada tidur, tetapi juga untuk istirahat mental. “Kalau kita bisa menghabiskan waktu 15 menit di tempat tidur untuk berpikir positif, maka efeknya akan berbeda dari kebiasaan memaksa tidur,” tambahnya. Selain itu, pengaturan lingkungan tidur yang nyaman, seperti menghindari cahaya biru dari gadget sebelum tidur, juga bisa mendukung hasil CBTI.

Metode ini tidak hanya diterapkan untuk insomnia, tetapi juga untuk gangguan tidur lainnya. Visit Agenda mengungkapkan bahwa CBTI bisa dipadukan dengan teknik lain, seperti olahraga ringan atau perubahan pola makan, untuk meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan. Vishal menekankan bahwa konsistensi dalam penerapan metode ini akan menghasilkan perbaikan signifikan, terutama jika dilakukan secara rutin.

Visit Agenda juga memperkenalkan peran Visit Agenda dalam memberikan inspirasi dan strategi untuk hidup sehat. Dalam contoh kasus, seseorang yang terbiasa memaksa tidur akan mengalami kelelahan berlebihan karena tubuh tidak memiliki kesempatan untuk memulihkan diri secara alami. Dengan CBTI, orang yang mengalami insomnia bisa belajar untuk mengelola kebiasaan ini, sehingga tidur tidak lagi menjadi sumber perdebatan.

Dalam konteks Visit Agenda, penulis menekankan bahwa memahami proses alami tubuh sebelum tidur adalah kunci untuk mengatasi insomnia. Dengan mengubah mindset dari “wajib tidur” menjadi “istirahat alami”, seseorang akan lebih mudah meredam stres dan fokus pada kesembuhan. Metode ini juga didukung oleh banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kelelahan fisik dan mental bisa dipisahkan melalui pengaturan kebiasaan tidur yang tepat.

Leave a Comment