Erin Diduga Korban Kekerasan, Mantan ART Kabur Tanpa Digaji
Peristiwa Memicu Perdebatan di Media Sosial
Topics Covered – JAKARTA – Isu dugaan kekerasan yang melibatkan Erin Wartia, mantan istri Andre Taulany, kembali menjadi trending topik di berbagai platform media sosial. Seorang mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati mengungkap cerita sulit yang dialaminya selama bekerja di lingkungan Erin. Dalam sebuah rapat dengar pendapat umum (RDPU) yang diadakan oleh Komisi III DPR RI pada Senin (18/5/2026), Herawati menyatakan bahwa ia memutuskan untuk kabur dari rumah majikannya, meskipun masih mengenang hak gajinya.
Pengakuan di RDPU: Fisik dan Kata-Kata Menjadi Penghakiman
Dalam RDPU tersebut, Herawati mengungkap bahwa ia pernah mengajukan permintaan pensiun karena merasa takut setelah mengalami perlakuan fisik dan kata-kata kasar. “‘Bu saya minta pulang aja Bu’,” ujarnya saat menceritakan pengalaman itu. “‘Nggak bisa! Kamu nggak bisa seenaknya pulang. Kamu harus ada penggantinya’,” timpalnya menirukan ucapan Erin. Pengakuan ini langsung memicu reaksi luas, dengan topik kekerasan terhadap tenaga kerja rumah tangga menjadi sorotan utama.
Menurut Herawati, insiden dimulai saat ia dihukum fisik oleh Erin karena tidak menganggap kamar dalam kondisi bersih. Ia mengaku mendapat pukulan menggunakan sapu lidi di bagian kepala, meskipun telah menirukan permintaan maaf. Namun, kondisi tersebut tidak berubah, bahkan terancam akan diberi laporan ke pihak berwajib. “Kondisi tidak membaik, jadi saya memutuskan untuk pergi,” tambahnya.
Kasus ini memperlihatkan keadaan yang mengkhawatirkan bagi pekerja rumah tangga, yang sering kali menjadi korban penyalahgunaan hak. Herawati menunjukkan keberanian dalam mengungkap kejadian yang dialaminya, meskipun harus menanggung konsekuensi finansial. Ia mengatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan tidak digaji, asal bisa keluar dari lingkungan yang mengganggu.
“Iya Bu nggak apa-apa nggak digaji juga nggak apa-apa, yang penting saya keluar Bu,”
Topics Covered – Peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya perlindungan bagi pekerja rumah tangga. Di sisi lain, kasus Erin menjadi bahan diskusi untuk menyelidiki peran majikan dalam memastikan lingkungan kerja yang adil. Banyak pihak mempertanyakan apakah penganiayaan yang dialami Herawati benar-benar diakui secara formal, atau hanya dianggap sebagai masalah pribadi. Dengan mengungkap fakta, Herawati mencoba memberikan keadilan meskipun harus menghadapi tantangan.
Topics Covered – Dalam perkembangan terbaru, kasus ini terus mengemuka sebagai contoh kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga. Banyak warganet mengkritik tindakan Erin yang memaksa mantan ARTnya untuk tetap bekerja meskipun dalam kondisi tidak nyaman. Selain itu, isu ini juga memicu pembahasan tentang perlindungan hukum bagi pekerja perempuan, terutama di sektor domestik. Dengan semakin banyaknya perhatian, diharapkan ada tindakan nyata untuk menyelamatkan korban kekerasan seperti Herawati.