Daftar Isi
Roger Danuarta dan Cut Meyriska Diperiksa terkait Kasus Hanania Travel
Roger Danuarta Cut Meyriska Diperiksa Polisi – Baru-baru ini, pasangan selebriti Roger Danuarta dan Cut Meyriska menjadi bahan perhatian publik setelah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat, 12 Juni 2026, dalam kasus dugaan penggelapan dana Hanania Travel. Keduanya dituduh terlibat dalam kerja sama dengan perusahaan travel yang didirikan oleh Hanania Group, yang dikabarkan mengakui kesalahan dalam pengelolaan dana jemaah umrah. Dalam pemeriksaan tersebut, mereka membawa berbagai dokumen penting seperti bukti transfer pembayaran dan surat perjanjian kerja sama yang menjadi pusat perhatian penyidik.
Detil Pemeriksaan dan Persiapan
Pemeriksaan berlangsung hampir lima jam, mulai dari pukul 10.00 WIB hingga sekitar 14.30 WIB di Polda Metro Jaya. Cut Meyriska mengatakan bahwa seluruh persiapan telah diserahkan kepada penyidik, termasuk kontrak dan bukti transfer pembayaran untuk umrah yang diadakan melalui Hanania Travel. Ia menegaskan bahwa proses pemeriksaan berjalan lancar, meski ada sekitar 30 pertanyaan yang diajukan. “Kita semua kontrak tadi kita kasih, semua prepare semua kita kasih, jelasin. Tadi juga ada 30 pertanyaan dan semuanya berjalan lancar,” ujar Cut Meyriska pada hari itu.
Kasus ini menyebar setelah sejumlah jemaah mengeluhkan adanya penipuan dalam pembayaran umrah. Hanania Travel, yang diketahui berkantor di Jakarta, diduga memperkirakan biaya dengan nilai yang lebih tinggi dari harga pasar, sehingga mengakibatkan kerugian besar kepada para calon jemaah. Meski begitu, Roger Danuarta dan Cut Meyriska membantah terlibat langsung dalam penipuan, menyatakan bahwa mereka hanya sebagai mitra promosi melalui media sosial.
Kerja Sama dan Proses Transaksi
Menurut Cut Meyriska, kerja sama dengan Hanania Travel berupa pertukaran konten digital. Dalam kerja ini, perusahaan travel menyediakan fasilitas umrah, sementara pasangan selebriti mengirimkan konten promosi untuk menarik minat calon jemaah. Namun, dalam praktiknya, para jemaah harus membayar biaya umrah secara mandiri, tanpa dibantu oleh perusahaan travel. Ia menjelaskan bahwa terkadang ada pengelolaan dana yang dilakukan secara kolektif, tetapi tidak ada bentuk keuntungan pribadi yang diterima dari perjanjian tersebut.
Perusahaan travel Hanania Group sendiri disebut mengelola dana jemaah dengan sistem yang transparan, meski ada laporan bahwa beberapa pemangku kepentingan tidak tercatat dalam rekening resmi. Selain itu, ada dugaan bahwa beberapa pengelola travel membagi keuntungan dari pembayaran tambahan kepada jemaah yang dianggap loyal. Roger Danuarta mengatakan bahwa mereka hanya sebagai bagian dari tim promosi, dan tidak terlibat dalam pengambilan keputusan keuangan.
Kasus yang Masih dalam Penyelidikan
Penyidik Polda Metro Jaya masih terus menggali fakta terkait penggelapan dana dari Hanania Travel. Dalam penyelidikan, mereka memeriksa beberapa tokoh publik lain yang pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut, termasuk calon jemaah dan pengelola lokasi. Kasus ini dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana penggelapan, dengan nilai kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski belum ada keputusan hukum, pemeriksaan terhadap Roger Danuarta dan Cut Meyriska dilakukan untuk memastikan keterlibatan mereka dalam skema transaksi yang terjadi.
Para jemaah yang terkena dampak juga menyampaikan keluhan kepada media dan pihak berwajib. Mereka menilai bahwa Hanania Travel menipu dengan cara memperkirakan biaya umrah yang lebih tinggi, serta mengalihkan dana ke rekening pribadi. Dalam pemeriksaan, Roger Danuarta dan Cut Meyriska menjelaskan bahwa transaksi dilakukan secara transparan, dan mereka bersedia memperlihatkan bukti-bukti terkait. Meski begitu, ada pihak yang menganggap mereka bertanggung jawab atas kegagalan pengelolaan dana oleh perusahaan travel.
Kasus ini juga memicu perdebatan di kalangan publik, terutama mengenai tanggung jawab mitra promosi dalam pengelolaan dana. Banyak netizen mengkritik tindakan Hanania Travel karena tidak mengakui kesalahan secara langsung, sementara Roger Danuarta dan Cut Meyriska diperiksa sebagai pihak yang dikaitkan dengan kegiatan tersebut. Meski demikian, keduanya tetap menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui secara pasti tentang penyimpangan dana yang terjadi.